(Bukan) Hari Kebangkitan Mantan

Dalam menyikapi tragedi kebangkitan mantan. Ada yang langsung kepoin akun sosial medianya, ada yang girang bukan kepalang karena masih mengharap kembali..

Artikel

Saya yakin, banyak yang tidak tahu kalau kita sedang merayakan hari besar nasional. Hari apa coba? Lha wong ga ada liburnya kok, mana ada yang peduli. Yak benar, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Eh sebentar, isi tulisan ini tidak akan merubah peran Kebangkitan Nasional kok, jadi tidak usah digugat dengan pasal penghinaan hari besar yhaaa~

Hayo, siapa yang merasa sok nasionalis dengan ikut upacara di sekolah atau tempat kerjanya kemarin? Bagi yang kerja di instansi pemerintah sih kayaknya semua diwajibkan.  Angkat peci bagi yang mau ikut upacara dan nggak ngeluh. Apalagi sedang pura-pura puasa. Oke itu tadi hanya preambule untuk bahasan berikut yang tidak begitu penting amat.

Terkait judul, mengenai kebangkitan mantan, apakah ada seremonial tertentu seperti upacara, pengibaran bendera setengah tiang, dan sebagainya? Sik-sik, kebangkitan mantan iku koyok kepriye to mas? Apakah kenangan-kenangan mantan muncul lagi, menghantuimu setiap hari hingga terbawa ke alam mimpi? Atau mantan yang tiba-tiba datang, nge-chat, tanya kabar, ngajak ketemuan, hingga….ngajak balikan? Uhuk.

Setiap insan pasti punya cara tersendiri dalam menyikapi tragedi kebangkitan mantan. Ada yang langsung kepoin akun sosial medianya untuk memantau kondisi doi sekarang, ada yang girang bukan kepalang karena masih mengharap dirinya kembali, ea. Namun tak sedikit pula yang sampai ngeblokir nomor dan semua akun sosmednya karena menganggap mantan adalah sampah masa lalu yang tak perlu diulang kembali.

Apalagi nih, dalam waktu dekat akan banyak sekali acara buka bersama, halal bi halal, hingga reuni sekolah. Bayangkan saja coba, yang dulunya SMA pernah jalan bareng, sekarang sudah pisah tanpa kabar bertahun-tahun, lalu tiba-tiba ada momen buka bersama SMA, dan dua-duanya datang. Yakin deh, pasti gimana gitu rasanya. Ada gejolak-gejolak yang memberontak hingga timbulnya rasa sakit-sakit kangen gitu. Meski pernah disakitin tapi kangen juga. Hayo, ngaku saja.

Baca Juga:  Dilema Karena Diminta Segera Menikah Sekaligus Dibuat Ragu Oleh Ibu

Buat yang punya pasangan dan akan buka bersama dengan kedok kawan SMA padahal di sana ada mantannya, hati-hati ya.  Jangan sampai sihir mantan bangkit diantara keduanya. Awalnya duduknya berjauhan, lama-lama geser sedikit, pura-pura minta tolong ambil makanan karena kejauhan, geser sedikit hingga berjejeran, ngobrol, modus antar/minta antar pulang, baper, minta balikan, ea,ea~ siapa yang kaya gitu. Huhu. Jangan sampai deh.

Acara reuni sekolah pun juga rawan dengan bangkitnya mantan. Apalagi dulu saat masih sekolah sering ganti pasangan yang masih dalam satu almamater. Kalau datang semua bagaimana itu. Reuni mantan deh jadinya. Sepertinya perlu dilakukan tindak lanjut setelah acara reun-reuni semacam itu, misalnya dilakukan penelitian  dengan judul “Dampak Reuni Sekolah terhadap Perilaku Mantan Pasangan”. Bagaimana itu metodenya, aku saja nggak kepikiran seperti apa ngerjainnya. Tapi kalau ada yang berminat ngajuin proposal skripsi tentang itu yan monggo, ditunggu naskahnya. Heheu

Tapi, ada cara lebih elegan kok menyikapi bangkitnya mantan. Kalau kamu ada di posisi dulunya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya dan saat ini masih mengharap dia lagi, menurutku nih ya cukup sok kuat saja di depan dia. Meski sebenarnya hatimu berteriak ingin mepet dia terus mumpung ada kesempatan. Beh, itu mah tidak elegan. Ngemis namanya. Orang dulu kamu ditinggal, dia nyakitin kamu, ya ngapain juga sekarang harus kamu yang ngejar-ngejar dia lagi.

Justru, siapkan saja gebrakan dan kejutan dari dirimu yang membuat dia merasa nyesel dulu ninggalin kamu. Itu baru namanya elegan. Misalnya, tunjukin kesuksesanmu dalam kuliah atau dalam karir. Jangan malah menunjukkan keterpurukanmu akibat ditinggal dia pergi. Double kill mah itu namanya bagi dia. Ya intinya kamu harus bangkit, jangan mantan (dan segala kenangannya) saja yang bangkit.

Baca Juga:  Jatuh Cinta dan Patah Hatilah dengan Bahagia!

Namun, di balik tu semua, pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang paling berperasaan. Melarang mantan dan segala kenangannya bangkit hanya akan melawan kodrat perasaan itu sendiri. Asal bijak dalam menyikapinya dan memilih risiko gejolak yang paling minim, semua akan baik-baik saja.

Bagi kamu yang tidak punya mantan dan masih ngejomblo, tidak perlu khawatir. Paling tidak tak akan ada gejolak-gejolak selama masa buka bersama dan reuni dalam waktu dekat. Mungkin PR golongan ini hanya satu, menyiapkan jawaban cerdas untuk pertanyaan, “Kapan nikah?”

---
445 kali dilihat

5

Komentar

Comments are closed.