Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidak Enaknya Punya Banyak Saudara Kandung yang Bikin Anak Tunggal Harus Bersyukur

Nar Dewi oleh Nar Dewi
24 Mei 2020
A A
anak tunggal MOJOK.CO

anak tunggal MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak pertama dari 4 bersaudara, saya kadang iri banget sama mereka yang menjadi anak tunggal. Memang sih, mereka sering bilang kalau jadi anak tunggal itu sepi. Tapi percaya deh, ada masa-masa di mana kamu justru membutuhkan momen sepi seperti itu.

Bukan berarti punya saudara kandung selalu buruk sih. Tapi ada hal-hal yang kadang bikin saya gemes banget dan pengin jadi anak tunggal. Hihi. Boleh dong kalau saya bagikan. Anggap saja ini curhatan dari seorang ibu yang dulu hidup bertahun-tahun dengan 3 saudaranya.

ADVERTISEMENT

Favoritisme orang tua

Pertama, favoritisme orang tua. Orang tua mana pun pasti bilang kalau mereka sayang semua anaknya. Tapi hati mereka kadang mengatakan hal yang lain. Favoritisme orang tua ini sering juga hadir dengan halus banget sampai tak begitu disadari.

Bapak saya sendiri paling sayang sama adik perempuan saya. Ke adik saya yang itu, dia tidak mudah marah. Tapi sama yang lain? Jangan tanya. Soal tugas bantu-bantu rumah pun begitu.

Bagi saya, pengalaman mendapat perlakuan seperti ini sungguh pembelajaran berarti bagi saya sekarang. Saat ini, saya masih punya satu anak dan belum berencana nambah. Tapi kelak kalau nambah, saya pasti akan ingat untuk memberikan kewajiban dan hak yang sama. Mungkin hati saya pun akan condong ke anak tertentu. Tapi soal sikap dan lain-lain, sebisa mungkin kita harus adil.

 Sibling rivalry yang makan hati

Sibling rivalry ini membuat kehidupan kita benar-benar tidak tenang. Misalnya, di SMA kamu suka sekali menggambar. Tapi hobimu ini tidak membuatmu jadi juara seangkatan atau bisa diterima di universitas terfavorit. Sedangkan adikmu atau kakakmu memiliki prestasi yang bagus.

Otomatis mereka akan disanjung seluruh anggota keluarga. Tante, om, kakek, dan nenek pasti juga lebih menyanjung adik atau kakakmu yang pinter akademik itu. Enaknya jadi anak tunggal yang dapat semua perhatian.

Kamu mulai tidak tenang. Kamu merasa tidak apa-apanya, bak sampah yang tak berharga. Kamu pun mati-matian membuktikan dirimu. Tapi masalah pembuktian ini tidak gampang. Air mata, keringat, dan jiwa penuh emosi harus kamu alami selama bertahun-tahun. Itu pun, belum tentu kamu bisa membuktikan dirimu dengan baik.

Baca Juga:

Untuk Orang yang Bilang Jadi Anak Tunggal Itu Enak, Please STOP LYING

Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

Pakai yang bekas-bekas

Nah, kalau ini sih, derita adik-adik saya. Hahaha. Yah, kalau orang tuamu berada di kelas sosial menengah ke bawah seperti orang tua saya, adat memberikan bekas kakak ke adik itu wajar sekali.

Adik saya yang laki-laki pernah sampai protes karena hampir seumur hidupnya ia terus menerus mendapat yang bekas. Tas dapat yang bekas, baju bekas, dan sepatu pun bekas. Kalau anak tunggal, sih, semuanya pasti baru. Kecuali dapat lungsuran dari kakak sepupu. Hehehe….

Saat SMA, ia akhirnya “say no” ke barang bekas dan minta dibeliin sepeda motor yang baru. Orang tua saya tak bisa menolak. Sebab mereka paham, kalau adik saya itu sudah cukup sabar seumur hidupnya mendapatkan barang bekas dari kakaknya.

Tekanan berat anak pertama

Anak pertama seolah harus menjadi panutan dan “role model”. Beban tak tertulis ini sering menjadi penyebab stres si sulung. Makanya saya nggak heran kalau ada kasus di mana anak pertamanya nakal buanget, padahal adiknya sangat berprestasi.

Sebagai anak pertama, saya tahu kok tidak enaknya dituntut serba oke biar adik saya bisa ngikutin role saya. Kadang kalau nggak kuat, kita bisa terjerumus untuk malah berbuat nakal. Kenapa? Ya biar kita nggak dituntut kelewat keras sama orangtua.

Jadi please, anak pertama itu jangan terlalu ditekan. Bahwa kami harus bisa menjadi contoh yang baik itu satu hal. Tapi kami pun cuma anak-anak yang tak tahu masa depan itu seperti apa. Kami pun bingung dengan hidup kami. Beban tambahan menjadi role model ini kadang amat sangat memberatkan.

Rumah ramai berujung kacau

Yah, saya tahu banyak orang yang lebih suka suasana ramai ketimbang sepi. Apa sih enaknya tinggal di rumah yang luas tapi tak ada tawa ramai yang asyik? Namun, suasana ramai yang menjurus kapal pecah pun bukan pilihan. Enaknya anak tunggal, rumah jadi tenang dan “damai”.

Apalagi kalau rumahmu nggak luas. Pasti ada kalanya kamu berharap rumahmu lebih sepi. Tapi memang, kalau sudah biasa sama rumah ramai, kita pasti merasa ada yang kurang ketika rumah sunyi senyap.

Kurang lebih, itu hal-hal yang bikin tidak sreg saat kamu dibesarkan bersama saudara-saudara sekandung dalam satu rumah. Sekali lagi, bukan berarti hidup kami tidak enak. Kalau ditanya apa enaknya, jelas banyak.

Saya sangat bersyukur dibesarkan bersama ketiga adik saya. Hanya saja memang ada hal-hal yang bikin nggak enak. Apalagi kalau sudah menyangkut favoritisme orang tua dan sibling rivalry.

BACA JUGA Selain Jahat, Orang yang Ngasih Stigma ke Perawat sebagai Pembawa Virus Juga Goblok dan tulisan Nar Dewi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2020 oleh

Tags: anak tunggalbanyak anakbekas kakaksibling rivalry
Nar Dewi

Nar Dewi

IRT suka nulis

ArtikelTerkait

Cewek Indonesia Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang? terminal mojok.co

Pernikahan yang Gagal, Si Tunggal vs Si Bungsu yang Tak Bisa Bersatu

1 Juli 2020
Berhenti Cari yang Sempurna, Carilah Anak Tunggal yang Kaya: Ungkapan yang Nggak Sungguh Janggal! terminal mojok.co

Berhenti Cari yang Sempurna, Carilah Anak Tunggal yang Kaya: Ungkapan yang Sungguh Janggal!

24 September 2021
banyak anak mojok.co

7 Pengalaman Punya Banyak Anak, dari Dikira Tidak KB Hingga Jadi Pusat Perhatian

6 Juli 2020
Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

10 Mei 2022
Untuk Orang yang Bilang Jadi Anak Tunggal Itu Enak, Please STOP LYING

Untuk Orang yang Bilang Jadi Anak Tunggal Itu Enak, Please STOP LYING

19 Mei 2022
orang tua tempo dulu banyak anak terminal mojok

Memahami Penyebab Orang Tua Tempo Dulu Punya Banyak Anak

8 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nuduh semua fans Argentina pendukung zionis itu memang tolol (Unsplash)

Cacat logika menuduh fans timnas Argentina sama dengan mendukung zionis

12 Juli 2026
Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026
Tugu Jogja Kini Lebih Menyenangkan ketimbang Malioboro (Unsplash)

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

7 Juli 2026
Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

10 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.