Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘The Queen’s Gambit’ Miniseries Catur yang Greget Nggak Ada Lawan

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
5 November 2020
A A
'The Queen’s Gambit' Miniseries Catur yang Greget Nggak Ada Lawan terminal mojok.co

'The Queen’s Gambit' Miniseries Catur yang Greget Nggak Ada Lawan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

The Queen’s Gambit adalah salah satu miniseries Netflix yang paling saya tunggu-tunggu sejak akhir September. Trailer memikat yang menyajikan perempuan muda bermain catur itu bikin saya penasaran tingkat akut.

Setelah kemunculannya di Netflix, nggak pake ba-bi-bu saya pun langsung nonton. Miniseries ini terdiri dari tujuh episode yang tiap episodenya berkisar kurang lebih satu jam. The Queen’s Gambit diangkat dari novel karya Walter Tevis pada 1983 berjudul sama.

Baru aja saya selesai nonton miniseries ini. Ada gejolak tak terbantahkan yang bikin saya bersemangat membagikan apa yang saya rasakan. Singkatnya, semua orang harus tahu betapa gregetnya karya sinema dari sutradara Scott Frank ini.

The Queen’s Gambit punya opening scene yang intens. Saya pribadi sih suka banget. Seorang perempuan muda bernama Elizabeth Harmon (Beth) yang diperankan oleh Anya Taylor Joy terbangun di bathtub kamar hotel Paris setelah pintu kamarnya diketuk nggak sabaran sama petugas hotel. Beth pun terbirit-birit mempersiapkan diri. Ia lari ke lift dengan sepatu yang belum dipakai dengan benar. Lalu ia membuka pintu ruangan di dalam hotel dan voila… jepretan puluhan kamera menyambut wajahnya. Ia pun duduk dengan papan catur di hadapannya. Seorang lelaki paruh baya yang jadi lawan mainnya menatap Beth serius.

Tulisan saya selanjutnya bakal mengandung spoiler, jadi buat yang belum nonton, monggo nonton dulu kalau nggak mau kena spoiler.

Lanjut ya, scene pun flashback ke masa kecil Beth. Beth kecil selamat dari kecelakaan mobil yang menewaskan ibunya. Setelahnya, gadis sembilan tahun itu pun dibawa ke panti asuhan Methuen. Di panti asuhan inilah ada tiga hal krusial yang terjadi pada Beth. Pertama, perkenalan pertamanya dengan “pil hijau” yang sebenarnya adalah obat penenang. Kedua, awal persahabatannya dengan Jolene, anak panti berkulit hitam yang sudah duluan di situ. Ketiga dan yang terpenting, pertemuannya dengan Mr. Shaibel, penjaga sekolah yang mengenalkannya pada permainan catur.

Mr. Shaibel punya peranan yang besar bagi perkembangan bakat Beth. Selain melatih Beth, ia juga mengenalkannya pada Mr. Ganz, pemimpin klub catur di SMA setempat. Setelah berhasil mengalahkan Mr. Shaibel dan Mr. Ganz, Beth pun menyanggupi tawaran bermain catur melawan klub catur SMA secara simultan. Artinya, Beth harus secara berurutan melawan beberapa anak sekaligus. Tentu kemudian doi menang. Indeed, she is super genius!

Beth kemudian diadopsi oleh pasangan suami istri Wheatley. Domestic drama mulai tercium saat Beth tinggal di rumah keluarga Wheatley yang ternyata tidak harmonis. Sehari setelah diadopsi, Mr. Wheatley pergi yang katanya buat urusan bisnis.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

6 Rekomendasi Film dan Serial Dokumenter Netflix Terbaru yang Bakal Tayang Februari 2024

Beth pun makin memperdalam ilmu catur hingga mengikuti turnamen demi turnamen. Semakin banyak orang yang ia kalahkan, ia pun naik peringkat. Di salah satu turnamen, ia melawan pecatur bernama Townes yang kemudian menjadi cinta pertamanya. Sementara itu, pencapaian terbesar Beth di turnamen lokal adalah kemenangannya melawan pecatur Harry Beltik.

Nama Beth pun semakin dikenal. Semakin banyak turnamen ia ikuti. Semakin banyak hadiah uang ia dapatkan. Beth bersama Mrs. Wheatley pergi dari satu turnamen ke turnamen lain, sebut saja Kentucky, Cincinnati, Mexico, Paris, hingga Rusia. Dari seluruh lawan main Beth, seingat saya hanya 2 orang yang berhasil mengalahkan Beth. Yang pertama adalah Benny Watts yang diperankan oleh Thomas Brodie Sangster. Yang kedua adalah Borgov, juara dunia catur dari Rusia, satu-satunya lawan yang ditakuti Beth.

The Queen’s Gambit punya storyline yang padat dan mumpuni. Tiap episode memberi perkembangan karakter Beth serupa coming-of-age drama. Nggak melulu berkutat tentang catur, miniseries ini juga menyinggung sisi psikologis Beth, trauma broken home yang terjadi dua kali, ambisi dan obsesinya pada catur, adiksinya pada alkohol dan obat penenang, hubungannya dengan lelaki, serta gaya hidup glamour yang ia jalani sebagai pecatur dunia.

Tim desain produksi juga perlu diapresiasi. Suasana Amerika dan kota-kota lain pada 1960-an sangat kental terasa. Interior rumah, interior hotel, dan fashion Beth sendiri tak kalah menarik. Turnamen catur dibuat begitu serius dan glamor. Seolah-olah menekankan kalau pada masa itu, catur adalah kompetisi yang worth to die for. Tak hanya itu, scoring opera dari Carlos Rivera juga menambah nyawa pada series ini. Dengan pace yang cukup, sinematografi series ini juga sama sekali nggak membosankan.

Untuk sebuah cerita yang female-centric, saya nggak bisa menyangkal kalau The Queen’s Gambit mengangkat isu feminisme yang sangat kentara. Mr. Shaibel pernah bilang pada Beth bahwa, “Girls do not play chess”. Tapi Beth tetep keukeuh hidup di dunia percaturan. Memenangi dunia yang dikuasai para lelaki.

The Queen’s Gambit juga sempat menyinggung isu rasisme. Seperti pada saat Jolene dan Beth melihat seorang anak panti diadopsi lebih dulu, Jolene berkata, “Nobody’s gonna come for us now. We’re too old. Or too black.” Atau saat Mrs. Wheatley menanggapi Beth yang ingin bekerja part time untuk membeli papan catur, “The only girls of your age who work are colored”.

Mengulik dari sisi romance cerita Beth, dari hubungannya dengan Townes, Beltik, dan Watts, saya paling tertarik pada sikap soft nan perhatiannya Beltik. Scene keduanya yang memukau saya adalah ketika Beltik pamit dari rumah Beth. Beltik nggak sengaja tahu kalau Beth mengonsumsi obat penenang. Saat berpamitan, Beltik memberikan buku tentang pecatur Paul Morphy. Morphy dikenal terbiasa begadang sebelum pertandingan, minum di kafe, dan mengobrol dengan orang asing. Lalu keesokan harinya, Morphy bertanding seperti hiu (dalam arti menyerang tanpa ampun). 

Namun, kemudian ia pensiun di usia 22 tahun dan mengidap paranoia, hingga dijuluki “the pride and sorrow of chess”. Beth pun bertanya apakah Beltik berpikir Beth akan seperti Morphy. Jawaban Beltik begitu menohok, “I think maybe it’s always been you.” sambil menunjukkan botol pil Beth, Beltik berpesan, “Be careful, Beth”.

Judul The Queen’s Gambit diambil dari salah satu opening move permainan catur. Taktik ini punya kesan menyerang lawan, sama seperti Beth yang punya segumpal lecutan dalam dirinya yang membuatnya menjadi penyerang handal. Suka atau tidak suka catur, bisa atau tidak bisa, saya sarankan kalian menonton series yang satu ini. Perjalanan cerita dan aftertaste-nya tiada dua!

Sumber gambar: Netflix

BACA JUGA Seharusnya, Standar Penegak Hukum Itu kayak Nicholas Angel dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2020 oleh

Tags: rekomendasi film netflixReview Film
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

Belajar Memaknai Hidup, Uang, dan Public Relations dari Operator Depot Galon Isi Ulang terminal mojok.co

Shoplifter Sebagai Manifestasi Para Pengutil di Hari Lebaran

6 Juni 2019
Merayakan Hadirnya Film Aneh dengan Nonton ‘I’m Thinking of Ending Things’ terminal mojok.co

Merayakan Hadirnya Film Aneh dengan Nonton ‘I’m Thinking of Ending Things’

24 September 2020
hotel mumbai

Belajar Radikalisme, Kedamaian, dan Kemanusiaan Lewat Hotel Mumbai

22 Juli 2019
spider-man: no way home 2

Beberapa Hal yang Membuat Spider-Man: No Way Home Terasa Cacat (Bagian 2)

21 Desember 2021
Review Death on The Nile: kok Kayak Sinetron? (Akun Instagram @deathonthenile)

Review Death on The Nile: kok Kayak Sinetron?

8 April 2022
Fight Club Adalah Film buat yang Hidupnya Cuma Kerja, Hedon, dan Ngeluh di Medsos terminal mojok.co brad pitt edward norton

Fight Club: Film buat Orang yang Hidupnya Cuma Kerja, Hedon, dan Ngeluh di Medsos

13 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.