Argumen Paling Menjengkelkan Saat Debat Film. Ra Mashook! – Terminal Mojok

Argumen Paling Menjengkelkan Saat Debat Film. Ra Mashook!

Artikel

Avatar

Akses film melalui internet kini semakin mudah. Selain Netflix, ada juga program Disney+ yang lagi diomongin banyak orang. Seiring dengan bertambahnya program kayak gini, makin banyak juga pergunjingan dan debat film soal serial-serial yang apik ataupun yang seru abis.

Ya emang sih banyak yang berpendapat kalau serial-serial ini nggak usah diperdebatkan. Soalnya hal ini termasuk ke preferensi individu aja, alias buang-buang waktu, toh sampai akhir nanti nggak bakal sepakat.

Tapi saya di sini termasuk orang yang pro dalam urusan debat film dan serial. Itung-itung dapet insight dari orang lain dan juga bisa dapet rekomendasi serial yang bisa ditonton di waktu yang senggang.

Setelah sudah lama sekali saya di dalam dunia debat film dan serial, ada juga argumen yang saya anggap ngeselin. Nih coba kalian baca, pasti kalian ngerasa kesel juga.

Misal ada yang bilang kalau serial Stranger Things kurang seru atau bahkan nggak asyik, nah kaum-kaum yang bilang serial ini asyik pasti balesnya gini, 

“Eh serunya tuh nanti pas di episode 6 atau di episode 7, apalagi di season 2, tambah seru tuh.”

Masa iya cuy harus nonton berepisode-episode dulu baru terasa asyik. Di episode pertama aja nggak ke-hook gimana mau nonton episode selanjutnya? Apalagi nonton di season selanjutnya. Kalau mau bilang suatu serial bagus ya coba aja bilang kalau aktor atau aktrisnya terkenal atau berpengalaman. Bisa juga review sedikit serialnya biar yang bilang nggak asyik bisa ngeraba-raba bagusnya di mana.

Nah ada lagi nih contoh yang lebih ngeselin dan pastinya bikin kalian sebel banget.

Saya pernah menemukan argumen yang bilang kalau serial animasi Black Clover baru seru di episode 50-an. Saya pas denger ini langsung kaget sekaligus bingung.

Gimana caranya orang yang nggak ke-hook di episode awal bisa bertahan sampai episode 50-an. Bertahan sampai episode 10 aja udah bisa dibilang keren dan hebat. 

Biasanya, yang ngasih argumen gituan malah mengumpat dulu dengan dalih bahwa yang bilang serial tersebut nggak asyik berarti nontonnya kurang lama. Hey, bagi kalian yang berargumen seperti ini, kalau debatin film atau serial ya kasih alasan kenapa serial itu bagus untuk ditonton jangan malah lama-lamaan nonton film atau serial dong!

Pokoknya kalau ada debat film dengan pembelaan suatu serial bagus, tapi argumennya seperti yang di atas tadi, sudah saya pastikan serial itu tidak apik atau tidak bagus-bagus amat lah.

Mendingan kalian tanya teman, kerabat, atau suatu komunitas agar ada pembelaan yang lebih logis untuk suatu film atau serial yang kalian anggap tidak bagus.

Bagi kalian yang masih berargumen ngeselin kayak yang sudah dicontohkan tadi, stop ngelakuin itu ya. Sumpah deh, kalau mau ada pembelaan nggak usah yang detail-detail amat kok, cukup kalian bilang aktor atau aktris itu ganteng atau cantik juga udah bisa bikin orang jadi tertarik untuk nonton.

BACA JUGA Forrest Gump adalah Gambaran Sempurna Kesetiaan dan Optimisme yang Menjengkelkan dan artikel Terminal Mojok lainnya.

Baca Juga:  Forrest Gump Adalah Gambaran Sempurna Kesetiaan dan Optimisme yang Menjengkelkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
8


Komentar

Comments are closed.