Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

The Power of Editing: Seorang Caleg Digugat ke MK Gara-Gara Editan Fotonya yang Melewati Batas Kewajaran

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
16 Juli 2019
A A
editing

editing

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini saya membaca sebuah berita yang cukup menggelikan. Seorang caleg dituduh berlaku curang karena mengedit sebuah foto yang dianggap melewati batas wajar. Mereka menganggap bahwa foto yang digunakan untuk baliho kampanye serta pas foto di surat suara terlalu cantik dari aslinya.

Berkat foto editan tersebut si caleg ini kemudian memperoleh suara terbanyak. Bahkan karena foto yang cantik itu, ia dapat menjegal pemain lama untuk melenggang ke Senayan. Tentu saja sang rival si caleg yang kalah saing ini tak terima dengan hasil kemenangan yang dianggap mereka sebagai hasil dari manipulasi. Pengeditan foto yang berlebihan itu dirasa sebagai rekayasa politik yang mencermarkan kemurnian pemilu.

Menurut penggugat, perbuatan si caleg ini sudah melakukan sebuah tindak kecurangan. Ia dianggap tidak jujur, sehingga mengecohkan masyarakat dengan foto cantiknya itu. Hal tersebut bisa dibilang sebagai penipuan publik, karena foto yang dipajang tidak sesuai dengan kenyataan.

Membaca komentar dari masyarakat setempat sendiri cukup lucu. Mereka mengaku bahwa mereka memilih si caleg ini karena dia terlihat cantik dan mencolok. “Fotonya menarik, ya saya coblos!”

Dari pihak KPU sendiri menganggap bahwa si caleg sudah melakukan persyaratan sesuai prosedur yang ditetapkan. Mereka juga sudah memastikan bahwa yang ada di dalam pas foto tersebut memang si caleg tersebut dan juga sudah ditandatangani secara resmi.

Berbicara tentang dunia edit mengedit, sebenarnya kita sendiri kerap melakukannya. Terutama saya sendiri. No edit no posting. Kayaknya kurang afdhol aja kalau foto postingan di media sosial itu tanpa editing. Lagi pula ponsel sekarang ini, kameranya suka menipu. Tanpa perlu kita edit pun, hasil fotonya bisa mengedit sendiri. Tak perlu keluar duit ke salon buat bikin wajah bening, cukup klik. Foto sudah kinclong tanpa jerawat dan noda hitam.

Tapi ya ngeditnya sewajarnya aja sih, toh teman-teman maya saya itu kebanyakan teman di dunia nyata. Jadi, mau saya edit kulit saya seputih kulit sapi pun, tetap saja teman-teman saya sudah tahu kalau nyatanya kulit saya ini hitam kayak warna kuah rawon. Hmm

Di dunia fotografi pun sebenarnya editing itu diperbolehkan. Bolehlah edit tipis-tipis, tapi dengan syarat dan ketentuan yang juga berlaku. Namun tidak hanya karena editing itu diperbolehkan, lantas kita membabat habis hasil jepretan dengan kemahiran editing tingkat dewa. Kalau kayak gitu kan nilai keaslian sebuah foto jadi gak murni lagi. Mungkin kalau dalam bahasa makanan, sudah tak original lagi, tapi sudah berubah menjadi rasa balado, barbekyu, atau jagung manis.

Baca Juga:

“Satu Desa Satu Gym” Bukan Sekadar Lelucon, Itu Ide Bagus untuk Kesehatan Warga Jawa Tengah!

Jika Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Nyaleg, Begini Gaya Kampanye Mereka

Kasus editing foto yang berlebihan seperti ini tuh sebenarnya sudah sering terjadi. Beberapa orang mengaku tertipu lewat sebuah foto di media sosial. Banyakkan mendengar berita tentang seseorang yang pacaran via online. Belum liat wujud asli cuma bermodal foto profil doang. Akhirnya setelah liat orangnya langsung, menderita kekecewa yang tak berkesudahan.

Siapa yang menyangka, ternyata kekasih yang ia kencani selama ini, yang selalu ia impikan dalam tidur, eh lah, kok sangat berbeda jauh aslinya dengan di foto. Kalau kayak gini mau gimana coba? Jadi, buat yang mau cari pacar di dunia maya harap berhati-hati. Jangan mudah percaya dengan foto. Kecuali kalau foto di akunnya Nickolas Saputra loh ya. Kalau itu mah gantengnya nyata, gak pake hoaks. Uhuuuuyyy

Saya pernah membaca postingan milik Mbak Meira Anastasia, istri dari Ernest Prakasa. Dia menyebutkan, bahwa kita itu berhak memilih menunjukan sisi baik atau sisi buruk kita di media sosial. Biasanya kita cenderung selalu memilih menampilkan sisi baik kita ke khalayak umum. Saya cukup terkejut dengan keberanian Mbak Meira yang menunjukan bagian-bagian tubuhnya yang kerap kali disembunyikan oleh para perempuan lewat sebuah foto. Jadi kesannya cantik terosss.

Lewat unggahan tersebut, Mbak Meira seolah ingin menyadarkan kita bahwa tak ada salahnya menjadi diri sendiri. Kita tak harus berpura-pura untuk selalu terlihat sempurna. Karena pada kenyataannya kita memiliki kekurangan yang begitu ingin kita sembunyikan dari orang lain. Kita berhak memilih untuk mau jujur dengan diri kita sendiri atau mau membohongi diri sendiri. Itu terserah pilihan masing-masing.

Kalau kita mengedit sebuah foto di luar batas normal, yah sudah, siap-siaplah membuat orang kecewa. Karena bisa jadi ekspektasi orang-orang pada kita sudah terlalu tinggi. Namun setelah mengetahui kenyatannya yang tak sesuai foto di lapangan mereka akan kecewa. Jatuhnya, kita sendiri nanti yang harus menanggung malu. Jadi mau edit atau nggak, itu terserah diri sendiri. Ini masalah kejujuran dari hati sih yhaaa~

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: Calegeditingkamera jahatPemilu
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Surat Terbuka untuk Caleg Jogja: Berani Nggak Bahas Isu UMR, Pertanahan, dan Sampah?

29 Juli 2023
air tawar alat politik pemilu pilkada janji palsu mojok

Alat Politik itu Bisa Apa saja, Termasuk Air Tawar

9 Oktober 2020
Pemilu Pakai Sistem Blockchain: Bukannya Membantu, Malah Jadi Masalah Baru

Pemilu Pakai Sistem Blockchain: Bukannya Membantu, Malah Jadi Masalah Baru

17 Juni 2022
Ridwan Kamil, Gubernur Populis yang Malu-Malu Mau Jadi Capres 2024 terminal mojok.co

Ridwan Kamil, Gubernur Populis yang Malu-Malu Mau Jadi Capres 2024

14 Oktober 2020
Mengaspal Jalan Kampung, Akal Bulus Caleg Petahana di Balik Jalan yang Mulus Mojok.co

Mengaspal Jalan Kampung, Akal Bulus Caleg Petahana di Balik Jalan yang Mulus

8 Desember 2023
Timses Pemilu Ketua BEM Itu Sama Ngerinya dengan Buzzer Partai, Berani Makan Bangkai Kawan demi Jabatan

Timses Pemilu Ketua BEM Itu Sama Ngerinya dengan Buzzer Partai, Berani Makan Bangkai Kawan demi Jabatan

5 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan Mojok.co

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

23 Juni 2026
4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

17 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan Mojok.co

Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan

19 Juni 2026
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.