Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Surat Suara Bisa Sampai Pelosok, Distribusi Vaksin? Nanti Dulu

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
15 Juli 2021
A A
anime pendek distribusi vaksin tidak secepat distribusi surat suara mojok

distribusi vaksin tidak secepat distribusi surat suara mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur saja, saya heran kenapa distribusi vaksin tidak bisa segercep distribusi surat suara pemilu. Apakah distribusi vaksin tidak sepenting surat suara? Padahal sebenarnya bisa lho meminta pihak-pihak yang kemarin membantu distribusi suara ikut membantu dalam distribusi vaksin.

Saya bukan mau meminta ada pengorbanan dari pihak-pihak tertentu untuk menangani Covid-19. Maksud saya adalah, jika Pemilu 2019 bisa dianggap sangat penting, sampai memakan korban karena beban kerja terlalu berat, bukankah seharusnya pandemi mendapat intensitas yang lebih ekstrem dari pemangku kebijakan yang terpilih saat Pemilu 2019?

Salah satu kenyataan yang bikin meradang tentang penanganan pandemi adalah ambience-nya itu nggak segenting penanganan Pemilu serentak tahun 2019. Kenyataan ini benar-benar mencederai akal sehat dan melukai hati nurani.

Update Covid-19 sampai 14 Juli 2021 adalah 2.670.046 orang terkonfirmasi positif dan akumulasi pasien meninggal adalah 69.210 orang. Jika kondisi yang seperti ini dianggap kurang genting, bahkan 31 negara sudah mencekal pelancong asal Indonesia karena dianggap berisiko tinggi, mau sampai di angka berapa lagi?

Ada beberapa catatan untuk melihat mengapa harusnya distribusi vaksin COVID-19 bisa diusahakan seperti halnya distribusi surat suara Pemilu 2019:

Pertama, jika produksi dan distribusi surat suara sebanyak 971.809.564 ke 28 provinsi di Indonesia bisa selesai dalam waktu tiga bulan (pertengahan Januari sampai pertengahan Maret 2019), sebenarnya untuk distribusi vaksin Indonesia punya SDM yang sudah terlatih melakukan distribusi logistik baik di perkotaan maupun pelosok desa.

Kedua, saat Pemilu 2019 distribusi surat suara diprioritaskan wilayah pelosok lebih dulu, untuk pandemi mungkin berbeda karena justru di wilayah-wilayah padat penduduk lah persebaran COVID-19 yang tertinggi. Dengan demikian bukankah seharusnya capaian angka testing dan vaksinasi sekarang sudah lumayan mengingat tidak ada persoalan geografis?

Diproyeksikan oleh BPS, pada 2020 ada 151,6 juta jiwa penduduk di wilayah terpadat di Indonesia yaitu Pulau Jawa. Sementara Satgas mencatat jumlah kasus aktif COVID-19 sampai awal Juli di enam provinsi di Pulau Jawa adalah 239.555 kasus atau 77,28 persen dari kasus nasional. Sedangkan target testing Covid-19 menurut keterangan Jubir Kemenkes adalah 324 ribu tes dan baru tercapai 124 ribu atau sekitar 38 persen saja dari target. Sedangkan angka vaksinasi sampai saat ini saya belum ketemu rilis capaiannya secara resmi yang dimuat di media, hanya target-target saja. Angka terakhir yang muncul ke publik adalah 27 juta vaksinasi sampai 31 Mei.

Baca Juga:

“Satu Desa Satu Gym” Bukan Sekadar Lelucon, Itu Ide Bagus untuk Kesehatan Warga Jawa Tengah!

Pengalaman Saya Menjalani KKN Gaib, Sendirian Ngerjain Proker, Tau-tau Selesai

Angka-angka di atas membuat frustrasi, dengan jumlah penduduk sebanyak itu di satu pulau saja, tanpa kendala geografis yang berarti, kapasitas testing sangat rendah sedangkan capaian vaksinasi juga memprihatinkan. Ada sistem yang salah di sini bukan? Mendata penduduk yang cukup umur untuk coblosan bisa loh, masa untuk testing dan vaksinasi penduduk tersendat-sendat?

Seharusnya distribusi vaksin bukanlah masalah yang berat kan?

Ketiga, narasi influencer seperti dr. Lois dan Jerinx kadar bangsatnya sama seperti Jonru dkk saat pemilu, sama-sama bikin goblok dan celaka orang lain. Di tengah situasi krisis memang selalu saja ada bajingan yang merasa dirinya pahlawan dan menghambat penanganan krisis.

Masa iya negara bisa kalah pada derasnya narasi kontra penanganan pandemi? Saya nggak bilang seharusnya negara pakai kekerasan atau membungkam lewat jalur hukum, tapi pakai cara lain seperti gencar melakukan sosialisasi pandemi sampai ke pelosok dengan narasi yang mudah dipahami masyarakat.

Keempat, sudah saya sebut di atas tentang sosialisasi pandemi mulai prokes sampai vaksinasi. Saat Pemilu 2019, nenek-nenek saja diajari bagaimana cara mencoblos, petugas bahkan sampai cosplay saat coblosan. Kenapa sosialisasi tentang Covid-19 tidak seterang dan semasif Pemilu 2019?

Saya membaca komentar-komentar di sebuah unggahan grup jual-beli HP yang saya sempat liat di FB. Kalian bisa dan pasti pernah nemu hal kayak gini di tempat lain. Saya kutip sebagian:

“Emang kopit mematikan?”

“Covid itu mematikan usaha, karena berbagai peraturan di belakangnya.”

“Sebenarnya covid itu hanya politik pemerintah untuk meresahkan masyarakat.”

“Kita tidak upload tapi pemerintah sengaja menakut-nakuti biar panik.”

Pertanyaan dan narasi seperti itu muncul karena pemerintah menciptakan sekat yang membatasi masyarakat dengan pengetahuan. Sekat itu bisa dihilangkan saat pemilu, kenapa tidak dengan pandemi? Bukankah jika sekat pengetahuan dihilangkan, distribusi vaksin jadi hal yang mudah?

Negara harus hadir, tidak bisa tidak, karena persoalan-persoalan di atas membutuhkan struktur dan sistem. Negara punya instrumen dan otoritas, kalau rakyat kan hanya punya suara. Menangani pandemi harus dengan kerja kolektif, bahu-membahu negara dengan rakyat seiring sejalan, bukan malah jadi goblok kolektif kemudian saling menyalahkan.

Lagian saya jadi ngerasa, dengan distribusi vaksin dan penanganan pandemi yang nggak sat-set ini, saya kok ngerasa rakyat dibutuhin suaranya doang ya? Abis itu urusin diri sendiri aja gitu.

Ah, saya ini yang salah. Pemerintah kan baik, pandemi terkendali. Bismillah, mari kita tegakkan salat.

BACA JUGA Kalau Pak Luhut Bilang Penanganan Pandemi Itu Terkendali, Terus Kenapa 31 Negara Mencekal Pelancong dari Indonesia? dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: distribusi vaksinpandemiPemiluPojok Tubir Terminalurgensi
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Sebagai Warga Desa, Saya Justru Repot Ngadepin Mahasiswa yang KKN Online

30 Juli 2021
Fitur Story Twitter Sebaiknya Nggak Usah Ada, Terkesan Ikut-ikutan Banget terminal mojok.co

3 Hal Menyebalkan yang Sering Muncul Saat Tubir di Twitter dan Bikin Diskusi Jadi Nggak Seru

17 Agustus 2021
juliari batubara badut jalanan sedih tawa mojok

Mentertawakan Permohonan Bebas Juliari Batubara, si Paling Menderita

10 Agustus 2021
Menerka Jalan Pikiran Orang yang Merusak Instalasi Seni Demi Potret Anjingnya terminal mojok

Menerka Jalan Pikiran Orang yang Merusak Seni Instalasi demi Potret Anjingnya

24 Mei 2021
Survei bahwa Orang Tua Setuju Sekolah Tatap Muka Hasilnya Tinggi, kok Bisa? terminal mojok.co

Survei bahwa Orang Tua Setuju Sekolah Tatap Muka Hasilnya Tinggi, kok Bisa?

5 April 2021
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Kalau Ada Capres yang Berani Berjanji untuk Memberantas Tukang Parkir ATM, Pasti Akan Saya Pilih, Aku Bocahmu, Pak!

21 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Cepu, Kecamatan di Blora yang Paling Pantas Dikasihani Mojok.co

Satu Dekade Merantau, Transportasi Umum di Blora Masih Gaib dan Jalanannya Bikin Cepat Menghadap Tuhan

24 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.