The Devil Judge: Ketika Ji Sung Jadi Hakim Iblis di Dunia Distopia Korea – Terminal Mojok

The Devil Judge: Ketika Ji Sung Jadi Hakim Iblis di Dunia Distopia Korea

Artikel

Habis Law School, terbitlah The Devil Judge. K-drama terbaru bertemakan hukum ini masih on going, dan drama ini adalah drama terbaru Ji Sung setelah absen dari dunia drama. Hal tersebut bikin drama ini ditunggu banyak orang, terutama yang udah nggak sabar melihat aksi Ji Sung kembali ke dunia peran.

Nah, meskipun animo fans terhadap drakor ini tinggi, sebenarnya apa sih kelebihan The Devil Judge? Coba saya paparkan beberapa di antaranya berdasarkan beberapa episode yang saya tonton. Siapa tahu kalian yang lagi butuh asupan K-drama tertarik dengan drama satu ini.

Ide cerita yang segar

Drakor bertema hukum sepertinya udah banyak banget ya. Yang terakhir ada Law School yang baru aja tamat kemarin. Drakor persidangan lain yang juga pernah saya tonton, misalnya Witch’s Court, Diary of Prosecutor, dan Innocent Defendant juga nggak kalah seru.

Lalu apa yang berbeda dari The Devil Judge ini jika dibandingkan dengan K-drama bertema serupa lainnya? Banyak. Salah satunya, adalah ide cerita yang segar. Penulis naskahnya sendiri nggak main-main, yakni mantan hakim Korea bernama Moon Yoo Suk, yang sebelumnya juga udah pernah bikin naskah buat drakor Miss Hammurabi.

Korea Selatan digambarkan sebagai dunia distopia. Kerusuhan terjadi di mana-mana, termasuk kerusuhan Gwanghwamun. Terjadi penjarahan, perusakan, bakar-bakaran. Polisi bentrok dengan rakyat. Demonstrasi di jalanan. Orang-orang protes di depan gedung pemerintah. Banyaknya selebaran tentang tuntutan jaminan kesejahteraan kerja dan pekerjaan bikin penonton tahu Korea sedang mengalami chaos.

Saya merasa baru kali ini saya mendapati K-Drama yang pake background dystopian world seperti ini. Mengingatkan saya pada film Time to Hunt. Hanya saja memang hawa distopianya jauh lebih terasa di Time to Hunt.

Di tengah semua situasi chaos itu, muncul sebuah komunitas elite bernama Social Responsibility Foundation yang isinya penggede-penggede pemerintahan. Di dalamnya ada pemberi dana, menteri kehakiman, bos perusahaan media, dan beberapa tokoh penting lain. Mengingatkan saya juga pada K-drama politik berjudul Chief of Staff, yang di dalam ceritanya juga ada sekelompok penggede negara dengan intrik dan strategi mereka demi memenangkan kepentingan masing-masing.

Kebaruan ide cerita The Devil Judge juga nampak dari adanya acara sidang yang disiarkan live, di mana rakyat dapat memberikan voting bersalah tidaknya terdakwa. Seru sih, ide yang seperti itu aja bahkan nggak pernah saya bayangkan sebelumnya. Memang spesial ya kalau mantan hakim yang merancang ceritanya.

Deretan aktor ternama dan karakterisasi yang kuat

K-Drama yang disutradarai Choi Jung Gyu ini mengusung banyak aktor ternama. Sebut saja Ji Sung yang memerankan karakter Kang Yo Han, hakim sangar, kharismatik, dan misterius yang akan membuat penonton bertanya-tanya seperti apa sifat aslinya. Buat kalian yang penasaran segimana cool-nya Ji Sung pegang senapan, cus dah nonton drakor ini.

Lalu ada juga Kim Min Jung yang berperan sebagai Jung Sun Ah, direktur eksekutif komunitas penggede tadi. Penuh intrik dan strategi, terkesan berani, namun sepertinya juga menyimpan rahasia dan intensi yang membuat penonton berspekulasi.

Ada pula Jin Young GOT7 yang memerankan karakter Kim Ga On, hakim muda yang punya integritas tinggi, asistennya Kang Yo Han. Saya sebagai penonton merasa dibawa menilik situasi dan mengikuti cerita dari persepsi Kim Ga On ini. Terlebih, saat Ga On mencurigai Kang Yo Han. Dan gesekan konflik antara dua karakter utama ini membuat penonton menjadi lebih penasaran.

Nggak ketinggalan ada pula Park Gyu Young sebagai Yoon Soo Hyun, teman masa kecil Ga On yang sekarang bekerja sebagai detektif kepolisian. Ia hadir membantu Ga On mencari tahu lebih dalam tentang sosok Kang Yo Han.

Selain itu, ada beberapa side character, diperankan aktor yang sudah nggak asing lagi di mata fans drakor. Misalnya Ahn Nae Sang, habis jadi profesor yang dibunuh di Law School, eh sekarang hidup lagi di The Devil Judge, jadi profesor hukum lagi lho. Memang takdir nggak kemana ya kan? Hehe. Ada juga Jang Young Nam, ini ahjumma seabrek drama, eomma-nya Go Moon Young di It’s Okay To Not Be Okay. Ada pula Jung In Gyeom, ahjussi dengan mata khasnya yang berakting dalam beberapa drama fenomenal, salah satunya Mr. Sunshine. Pokoknya dari segi pemilihan cast, saya rasa The Devil Judge sudah memberikan yang terbaik.

Aspek sinema yang ciamik

Aspek-aspek teknis filming dalam produksi maupun post produksi drakor ini juga patut diacungi jempol. Aspek visualnya sama sekali nggak mengecewakan. Pengambilan gambar, konsep visual, coloring, hingga editing membuat cerita semakin hidup. Storyline tersampaikan lengkap dengan backsound yang mendukung. Mampu memberi gambaran Korea Selatan di era yang berbeda.

Aspek detail seperti scene yang menyorot ke chamber desinfektan (diceritakan memang Korsel baru saja usai bangkit dari pandemi), selebaran yang bertebaran di jalanan, perjalanan Ga On dari rumahnya menuju kantor yang menunjukkan situasi sosial saat itu memberikan banyak informasi pendukung tentang cerita.

Buat kalian penyuka drama genre hukum dan misteri yang belum nonton, boleh nih coba tonton drakor satu ini. Dalam dua episode saja, kalian bakal dikejutkan dengan plot twist, digiring untuk menduga-duga, hingga terjebak cliffhanger yang makin bikin penasaran di akhir episode.

Buat yang udah nonton, hayo menurut kalian Kang Yo Han ini villain atau hero?

Sumber gambar: YouTube Viu Singapore

BACA JUGA Daftar Kejanggalan Plot K-Drama Terbaru Lee Min Ki ‘Oh My Ladylord’ yang Bikin Gemas dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Baca Juga:  Di Ospek Jurusan Saya, Kakak Tingkat Menyamar Jadi Intel
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.