Ternyata, Karakter Utama Game Harvest Moon Back to Nature Adalah Seorang Penikung

Artikel

Avatar

Siapa sih yang tidak kenal dengan game Harvest Moon Back to Nature? Game yang menjadi primadona bagi gamer-gamer di masa lalu ketika PS-1 masih berjaya. Game yang disingkat HMBTN ini menarik daya pikat semua kalangan yang kerap main PS-1. Bahkan bisa dikatakan, game inilah yang menyatukan selera pemain PS-1 yang kadang kalau main, memiliki selera yang berbeda-beda.

Game yang menceritakan kehidupan petani ini memang hampir mirip-mirip nyata dengan kehidupan petani asli di daerah lereng pegunungan. Jika dilihat dari konsepnya, game ini memiliki konsep yang sama dengan kehidupan di desa, hanya saja ada kultur berbeda. Karena game ini berasal dari jepang, maka kultur yang dipakai adalah kultur pedesaan di Jepang.

Game ini bermula dari seorang pemuda yang berasal dari kota—yang ingin meneruskan kebun milik kakeknya yang sudah lama tidak terawat. Pemuda ini sangat luar biasa, dia rela mengorbankan kehidupan menyenangkan di kota untuk melanjutkan menggarap kebun milik kakeknya.

Di awal game, Mayor Kota di Mineral Town (nama desa yang akan karakter utama tinggali untuk merawat kembali kebun kakeknya) mengatakan pada Jack (dari beberapa sumber, Jack adalah nama asli dari pemuda yang ingin merawat kembali kebun kakeknya) kalau dia harus bekerja keras untuk kembali membuat kebun ini sukses seperti dulu. Dan Mayor Kota berdasarkan dengan kesepakatan penduduk desa, memberi waktu pada Jack 3 tahun. Andaikan selama tiga tahun itu, Jack gagal, maka dia akan diusir dari desa.

Begitulah gambaran sedikit tentang game yang melegenda ini. Game yang dulunya hanya bisa saya tonton karena belum mampu punya PS-1 ini memang memiliki daya pikat yang luar biasa. Maaf sedikit curhat. Game ini hanya bisa dimainkan oleh satu orang, makanya, dulu saya rela duduk berjam-jam di rumah teman saya yang notabennya anak orang kaya demi menonton dia main Harvest Moon.

Baca Juga:  Orang Sederhana itu Pasti Miskin: Salah!

Tetapi saya tidak menyangka, game yang dulunya saya damba-dambakan ini bisa dimainkan hanya dengan cara memiringkan android saya. Ya, game Harvest Moon dan game PS-1 lainnya sekarang bisa dimainkan melalui Android, nggak terbayang bukan sekarang?

Kembali ke pembahasan. Saya tidak akan membahas bagaimana cara main game ini atau bagaimana menamatkannya, karena sudah pasti banyak yang membahas perihal game ini. Saya akan membahas, hal lain yang saat ini selalu terngiang di hati dan kepala saya sejak lama. Yah apalagi kalau bukan tentang Jack, si karakter game yang berperan jadi peran utama.

Game itu kan sama seperti kehidupan nyata, mencari jodoh, mencari uang, dan bersosialisasi. Lah, yang saya amati jelas dan kadang membuat saya baper dan merasa kasihan adalah ketika sesi mencari jodoh. Saya tidak menyangka, di game Harvest Moon Back to Nature semua gadis di desa ini ternyata sudah memiliki pasangan. Ada Karen dengan Rick, ada Mary dengan Gray, ada Elli dengan dokter, ada Ann dengan Clif, dan ada Popuri dengan Kai.

Mereka sudah berpasang-pasangan sejak lama, sebelum Jack si karakter utama datang di desa Mineral Town. Ya walaupun mereka belum menikah, tetapi mereka sudah lama menjalin asmara. Saya sangat menyayangkan atas hal ini, karena mau tidak mau, si Jack harus memilih, kalau menurut saya lebih tepatnya merebut salah satu gadis itu dari pasangannya untuk dinikahi.

Andaikan saya ketika main boleh memilih untuk tidak menikah, atau si pembuat game menambahkan satu saja karakter gadis yang tidak memiliki pasangan, maka saya akan memilih kedua itu. Pasalnya, jika saya main dan merebut gadis dari pasangannya, apa bedanya saya dengan penikung? Bukankah aturan main game ini menjadikan karakter utama game Harvest Moon merupakan seorang penikung yang menikung gadis dari pasangannya?

Baca Juga:  Story of Seasons: Friends of Mineral Town, Menyenangkan walau Tanpa Nama Besar Harvest Moon

Saya tidak menyangka, akan menjadi penikung pada waktunya ketika main game ini. Sebenarnya, saya sudah lama merasa kalau ini bukanlah perilaku yang benar. Bayangkan, kalian punya kekasih satu desa. Tiba-tiba ada pendatang dari kota yang tinggal di desa kalian, lalu orang itu merebut/menikung kekasih kalian. Apa yang akan kalian lakukan? Kalian pastinya akan marah dan mungkin tidak segan-segan membunuh orang itu.

Mungkin hal itu juga akan sama dilakukan oleh pemuda yang kekasihnya direbut di game ini, andaikan game Harvest Moon dibuat sama persis dengan kehidupan nyata. Pasangan yang direbut oleh si karakter utama akan mengajaknya berkelahi. Mengerikan bukan andaikan itu benar-benar dibuat persis seperti kehidupan nyata oleh si pembuat game HMBTN?

Ketika saya berhasil menikahi seorang gadis saat memainkan game, saya malah merasa iba dengan pasangannya yang terpaksa tidak akan menikah seumur hidupnya karena kekasih hatinya ditikung oleh karakter yang saya jalankan. Kadang saya membayangkan andaikan itu terjadi pada saya, saya tidak tahu lagi akan berbuat apa.

Jujur saja, saya suka dengan game ini, hanya saja satu hal yang membuat saya membenci HMBTN, ya tadi, karakter utamanya dibuat sebagai penikung. Saya tidak suka itu. Kadang kalau saya main lagi, saya sering mengumpat pada karakter utamanya: Dasar penikung!

BACA JUGA Mengenal Realita Kehidupan Bareng Harvest Moon: Back To Nature dan tulisan Muhammad Khairul Anam lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

---
12


Komentar

Comments are closed.