Wow! Motif Sarung Ternyata Bisa Menggambarkan Usia Seseorang – Terminal Mojok

Wow! Motif Sarung Ternyata Bisa Menggambarkan Usia Seseorang

Artikel

Avatar

Sarung kini bukan hanya lekat dengan santri saja. Setidaknya dari pengamatan yang telah saya lakukan, pada masa sekarang ia telah menjadi suatu identitas masyarakat Indonesia bahkan identitas Bangsa Melayu.

Mau ke masjid, sedang santai-santai, ngeronda, bahkan saat kedinginan sering kali kita mengenakan sarung untuk menghangatkannya. Tanpa kita sadari, ia telah semakin dekat dengan kehidupan. Bahkan bagi sebagian orang, ia udah menjadi identitas bagi dirinya. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak ragam motif sarung yang dihadirkan oleh beberapa merek, mulai dari kombinasi garis, kombinasi warna, sarung celana, dan masih banyak lagi.

Tapi apakah kita sadar? Seiring bertambahnya usia, motif yang kita pilih juga berbeda, lho. Apa mungkin motif sarung yang kita pilih bisa menentukan usia seseorang? Saya sebagai orang yang hidup di lingkungan yang bersarung akan mencoba mengulik hubungan antara motif sarung dengan usia seseorang.

Satu: Motif Kotak-kotak Kecil

Motif ini bisa dibilang paling legendaris. Pasalnya, sebelum saya bisa memakai sarung, motif ini sudah tersedia di pasaran dan sampai sekarang motif ini masih menjadi primadona, setidaknya bagi orang senior. Dari sini bisa kita ketahui bahwasannya pemakai motif ini adalah orang-orang yang berusia di atas 40 tahun. Kalaupun ada orang-orang muda yang memakai motif ini, mungkin sarung tersebut adalah lungsuran dari orang tuanya atau setidaknya salah beli.

Dua: Motif Kotak-kotak Besar

Jenis motif ini biasanya digunakan oleh orang yang agak muda. Usianya sekitar 30-40 tahun, di mana jiwa-jiwa mudanya masih tetap ada namun sedikit demi sedikit sudah hilang. Jadi pada usia-usia ini adalah masa transisi menuju motif kotak-kotak kecil, alias mulai tua.

Tiga: Motif Garis-garis Vertikal

Motif ini bisa dibilang tidak terlalu populer, tapi seingat saya ada satu produsen yang memproduksi motif ini yaitu Atlas, tapi adanya Atlas yang kids. Sementara, seorang anak pasti tidak akan bisa membeli sendiri, ini pasti kemauan orang tuanya. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa motif garis vertikal tidak populer, jadi… BYE.

Empat: Motif Samarinda

Sarung ini termasuk yang menjadi primadona pada masanya! Motif ini pernah merajai pasar kira-kira pada tahun 2010-an. Pada masa itu, motif ini adalah motif yang paling banyak kita jumpai dan dipakai oleh pemuda.

Baca Juga:  Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Caranya Mengambil Pakaian di Lemari

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa pemakai sarung ini adalah usia 40 tahun ke atas. Lho kok balik lagi? Pemakainya sekarang adalah para bapak yang kini anaknya telah merantau, karena pada masanya ia dipakai oleh orang-orang usia 15-20 tahun.

Lima: Motif Tenun

Motif tenun bisa dibilang adalah model sarung yang sedang naik daun. Model dari sarung ini sering kali terinspirasi dari kain tenun yang berasal dari berbagai daerah. Misalnya saja tenun Bali, tenun Aceh, dan lain sebagainya. Pemakainya adalah para pemuda berusia antara 15-35 tahun, di mana pemuda terkadang sering mengikuti sesuatu yang sedang naik daun. Namun, selain dari alasan tersebut, memang motif ini lebih fleksibel dan bisa dicocokan untuk beragam pakaian dan untuk berbagai keperluan.

Enam: Motif Batik

Sama seperti pada motif tenun, motif ini juga motif yang sedang naik daun. Selain itu, ada kesamaan lainnya yaitu tentang inspirasi dari motif tersebut yang didapatkan dari kain khas daerah, misalnya saja motif batik Pekalongan dan masih banyak lagi. Kesamaan lainnya adalah pengguna dari sarung motif ini adalah orang-orang yang berusia antara 15-35 tahun. Adapun beberapa orang-orang senior yang memakainya adalah orang tua yang memiliki jiwa muda.

Tujuh: Tidak Bermotif Alias Polos

Motif ini adalah motif yang tidak ada motifnya. Yang dijual oleh sarung model ini adalah warna-warna yang disediakan. Pemakai dari sarung jenis ini sangat luas cakupannya.

Usia pengguna sarung ini lebih fleksibel dibanding berbagai model sarung lainnya. Mungkin karena sarung model ini sering kali dijual dengan harga lebih murah jadi banyak yang menjadikannya sebagai seragam.

Tentu masih banyak lagi macam-macam motif yang tersedia di pasaran. Namun, saat saya membaca katalog dari salah satu merek sarung, saya malah menjadi pusing karena motifnya terlalu banyak. Maka dari itu, cukup saya generalisasikan bermacam motif tersebut menjadi 7 motif di atas. Jika masih ada motif yang tidak saya cantumkan, silakan buat tulisan lain yang dapat melengkapi hati ini, eh tulisan ini.

Baca Juga:  Lungsuran: Cara Kurangi Sampah Pakaian yang Mulai Dilupakan

BACA JUGA Rekomendasi Sarung Berdasarkan Spesifikasi Role dalam Game MOBA atau tulisan lainnya dari Imron Amrulloh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
2


Komentar

Comments are closed.