Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media

Muh. Syahrul Padli oleh Muh. Syahrul Padli
26 Desember 2020
A A
Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media terminal mojok.co

Tanggapan buat Netizen yang Ngeluh Prestasi Bidang Agama Tak Pernah Diliput Media terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sering sekali membaca postingan warganet dengan bunyi macam ini: prestasi anak bangsa, terutama prestasi bidang agama tak pernah diliput media, sedangkan keburukan pemuka agama diliput, dan semacamnya. Kata-kata ini seolah menganggap para wartawan berpihak pada musuh agama tertentu.

Untuk mendapat jawaban yang memuaskan, saya bertanya kepada teman saya yang seorang wartawan. Saya mengajukan pertanyaan netizen kebanyakan. Istilahnya, saya jadi perwakilan mulut para netizen. Tapi, demi keselamatan teman saya tersebut, nama dan identitas lain tak saya beberkan.

ADVERTISEMENT

Berikut jawaban teman saya terkait alasan mengapa media kurang tertarik meliput prestasi bidang agama yang diraih anak bangsa. 

“Sebagai wartawan gurem, saya sebenarnya kurang kompeten. Tapi, untuk memuaskan dahaga para netizen yang dimaksud, saya akan jawab pertanyaan netizen.

“Bagaimana mau kami liput, wong tidak ada rilis berita atau informasi dari pihak yang mendampingi si juara. Lalu, apa sisi menariknya bagi orang dari agama lain? Pas kami liput, eh kena ejek lagi dari SJW kalau kami memihak agama mayoritas padahal jurnalistik itu tentang berdiri di tengah-tengah keragaman. Serba salah kami. Duhhh.

“Kembali ke lomba bidang keagamaan tingkat dunia. Kalau dilihat-lihat yah, segmentasinya cukup besar sih. Berita macam ini bisa menyasar kalangan penganut taat dan warga negara yang senang dengan simbol-simbol agama tertentu. Apalagi kalau berita ini disebar ke ormas-ormas agama mayoritas, gaungnya bisa ke mana-mana.

“Tapi, lagi-lagi tapi, bandingkan dengan berita pembunuhan dan semacamnya? Mana yang lebih menguntungkan dalam perspektif media mainstream? Ya jelaslah, berita pembunuhan yang lebih universal dan menjangkau banyak kalangan.

“Ketertarikan masyarakat Indonesia kebanyakan adalah berita macam itu. Ketertarikan mayoritas ini yang secara tak langsung membentuk pasar dan selera redaktur serta pengarah liputan. Apalagi bagi kami yang bekerja di media yang menjilat pantat SEO, ya berita macam prestasi bidang agama itu bukan prioritas.

Baca Juga:

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

“Berita macam itu baru akan menjadi prioritas ketika si juara punya latar belakang hidup yang bisa membangkitkan emosi tertentu. Misalnya si juara adalah anak yatim piatu, si juara ternyata memiliki keterbatasan fisik, si juara tidak didukung pemerintah, si juara tinggal sendiri di tengah hutan dan semacamnya.

“Sisi-sisi yang saya sebut di atas adalah nilai utama sebuah peristiwa diliput dan informasi diulik sedalam-dalamnya. Jika tak ada unsur menarik tersebut, berita itu akan menjadi pelengkap berita pembunuhan, penggerebekan pasangan bukan suami-istri, dan perselingkuhan orang ternama.

“Nilai unik yang bisa memancing jari mengklik tautan adalah yang utama. Ditambah judul yang click-bait, maka  berita bisa mendatangkan lalu lintas view yang padat. Imbasnya adalah, bagian iklan kami lebih percaya diri menyodorkan kerjasama ke perusahaan dengan jaminan view itu.

“Paham? Kalau belum, saya jelaskan lagi deh. Begini.

“Berita artis selingkuh atau kena grebek di hotel jauh lebih menarik bagi kebanyakan orang dan punya peluang mengundang klik. Ayo ngaku saja? Kamu juga salah satu orang yang terpancing mengklik tautannya kan?

“Ini berita yang bisa membuat kami para wartawan spesialis click-bait untuk bergegas ke kantor polisi, ke pengelola hotel, ke keluarga korban, ke keluarga yang memesan korban dan semacamnya. Kami akan luangkan waktu lebih menggali informasi hingga ke ranting-rantingnya. Berita ini akan terpecah-pecah dan memenuhi halaman awal situs berita kami dan akan tersebar di sosial media macam Facebook, Line Today, atau malah menjadi topik perbincangan WA Group.

“Ini berita yang bisa bikin kami dapat bonus karena menguntungkan dari sisi bisnis. Berita tentang prestasi bidang agama juga penting untuk kalangan tertentu, tapi sumbanganya pada bisnis ya gitu deh. Bukannya kami menolak yah. Kami hanya berusaha bertahan di tengah persaingan beragam media memperebutkan ‘sepotong kue’.

“Untuk mereka, khususnya netizen yang ngomong di medsos bahwa kami para wartawan tak meliput prestasi bidang agama tingkat internasional dan bisanya hanya menyudutkan pemuka agama, ini yang mau saya katakan. Wartawan seperti saya butuh makan, bukan memenuhi keinginan dan kebanggaan primordialmu, Bangke.

“Kalian, netizen yang mengeluh demikian, bisa coba membuat media sendiri. Isinya adalah berita juara bidang keagamaan tingkat internasional dan semacamnya. Berita yang menurut kalian layak disajikan ke komunitas kalian sendiri. Kalau mau lihat kenyataan di lapangan, cobalah lakukan ekspansi dengan konten yang menurut kalian layak disebar. Semoga kalian bisa bertahan secara mandiri. Supaya kalian tidak mengucapkan hal goblok lagi.”

Demikianlah hasil tanya jawab saya dengan teman tersebut. Semoga dengan jawaban tersebut, kalian, para netizen yang berdiri di luar bisnis media dan tak tahu dapurnya, akan lebih paham bahwa kalian yang ingin berita prestasi bidang agama diliput, pas beritanya sudah bisa diklik, toh hanya berhenti sampai di judul saja.

BACA JUGA Coki Pardede Nggak Salah, tapi Nggak Lucu Aja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2020 oleh

Tags: agamamedia online
Muh. Syahrul Padli

Muh. Syahrul Padli

Fi(k)sikawan teoretis dan ketua Komunitas Penghayat Sumur

ArtikelTerkait

Menghitung Berapa Kali Habib Rizieq Shihab Bisa Umrah Selama di Arab Saudi terminal mojok.co

Menghitung Berapa Kali Habib Rizieq Shihab Bisa Umrah Selama di Arab Saudi

8 November 2020
Nonton Film 'Home Alone' Adalah Cara Mudah Menyambut Natal bagi yang Tidak Merayakan terminal mojok.co

Nonton Film ‘Home Alone’ Adalah Cara Mudah Menyambut Natal bagi yang Tidak Merayakan

17 Desember 2020
Sorot Gunungkidul, Media Online Lokal Rasa Nasional Penyambung Lidah Warga Gunungkidul

Sorot Gunungkidul, Media Online Lokal Rasa Nasional Penyambung Lidah Warga Gunungkidul

2 Juli 2023
sujud kepada ilahi

Sebuah Usaha Menggapai Cinta Ilahi

24 Mei 2019
Percaya Ramalan Zodiak, tapi Tidak Percaya Agama padahal Konsepnya Mirip terminal mojok.co

Ramalan Zodiak Dipercaya, tapi Agama Tidak. Padahal Konsepnya Mirip lho

4 Maret 2021
ateis mojok.co

Riuh Rendah Mereka yang (Mengaku) Ateis

6 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.