Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dear Orang-orang Mahasuci, Tak Semua Korban Pinjol Adalah Penjudi Slot, Banyak dari Mereka yang Dihantam Keadaan, Terhimpit Nasib

Butet RSM oleh Butet RSM
6 Oktober 2023
A A
Konten “Pinjam Dulu Seratus” Nggak Bikin Tukang Ngutang Minggat, Malah Bikin Kasus Pinjol Meningkat

Konten “Pinjam Dulu Seratus” Nggak Bikin Tukang Ngutang Minggat, Malah Bikin Kasus Pinjol Meningkat (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Semula, saya adalah orang yang memandang keheranan pada mereka yang mau-maunya berutang lewat pinjol. Saya pernah ada di barisan orang yang mudah menuduh bahwa orang-orang yang punya pinjaman di pinjol adalah orang-orang problematik, nggak jauh dari gaya hidup hedon, dan judi. Hingga suatu hari seorang teman yang hidupnya lurus-lurus aja bercerita tentang bagaimana kehidupannya menjadi ruwet akibat gagal bayar pada pinjol. Ia membuat sebuah tulisan sepanjang 3000 kata saking beratnya beban yang ia rasakan.

Teman saya adalah seorang ibu yang hingga saat ini masih menjadi korban niradab penagihan online oleh DC pinjol. Ia punya pinjaman di AdaKami dan beberapa platform lain seperti Spaylater, Spinjam, dan Easycash. Ia telah mengalami beberapa kali gagal bayar dan hal itu membuatnya harus merasakan teror mental dari DC pinjol. Dari beberapa platform itu, menurutnya AdaKami-lah yang paling kasar dan brengsek cara menagihnya. Kekasaran itu nggak jauh beda dari yang dituturkan oleh warganet dalam cuitan rakyatvspinjol beberapa waktu lalu.

Ia bukanlah pengangguran. Ia punya usaha kuliner yang sedang dirintis bersama suaminya. Usahanya pun terlihat berkembang. Keluarga dengan dua anak itu terlihat baik-baik saja pada awalnya. Lalu pandemi melanda. Kondisi finansial pun mulai memburuk saat itu. Penjualan menurun dan suaminya pun terkena PHK. Okelah, semua mengalami hal-hal seperti ini di masa pandemi, namun ujian finansial teman saya ternyata tak terhenti di situ saja.

Masa gelap yang makin gelap

Dalam masa yang gelap itu, mertua dari teman saya sakit-sakitan. Dunia semakin gelap saja ketika akhirnya sang mertua mendapat diagnosa kanker hati. Kondisi kesehatan beliau menurun dengan cepat. Walau biaya pengobatan sebagian dapat ditanggung BPJS, namun biaya-biaya ekstra tetap saja muncul. Apalagi, warung yang belum punya karyawan itu harus buka dan tutup tak sesuai jadwal normal saat harus mengantar sang mertua periksa.

Kondisi itu berlangsung selama sekitar satu tahun. Warung makan yang tak tentu bukanya itu akhirnya mulai mengalami penurunan omzet. Sementara, sang suami tak kunjung mendapat pekerjaan tetap. Dalam kekalutannya, ia berpikir bahwa meminjam sedikit dari pinjol tak akan jadi masalah. Kelak warung akan kembali buka dan pinjaman kecil untuk menyambung hidup pasti bisa dilunasi.

Ia berbakti dengan merawat mertuanya dengan keuangan yang di-pas-pas-ke. Supaya dapur tetap ngebul ia pun masih menyempatkan diri menawarkan dagangannya dengan cara prapesan. Ia dan suaminya nggak tergoda main judi slot untuk mendapat uang cepat. Mereka memilih berdoa. Salah satu doanya adalah dengan Novena Santo Yudas Tadeus: Doa ketika Sudah Tidak Ada Harapan yang di Terminal Mojok pernah ditulis oleh Mas Prabu.

Namun gagal bayar sudah membayang, berkali-kali teror DC pun muncul lewat WhatsApp.

Teror mental pinjol yang nyata

Ia merasa lebih tenang setelah berdoa. Akhirnya ia juga tiba di titik survive tipis-tipis dengan mempelajari dasar hukum penagihan. Nada ancaman seperti, “nggak perlu sampai patah kaki, kan” dan “kami tahu di mana rumahmu.” hingga ancaman akan dijual organ tubuhnya, tak lagi membuatnya gemetar ketakutan. Ia mulai mampu tegar dan membalas, “Silakan datang. Saya tidak takut karena saya tak berniat lari dari tanggung jawab saya.”

Baca Juga:

Pengalaman Buruk Saya Dikejar Debt Collector di Jogja, Bikin Trauma dan Overthinking Saat Berkendara

Jogja Darurat Mata Elang alias Debt Collector: Sering Bikin Onar dan Meneror Pengendara padahal Salah Sasaran, Bikin Waswas Saat Berkendara!

Tapi keberaniannya tak selalu ada dalam jiwanya. Bagaimana pun juga, teror mental itu sudah merusak nalarnya. Ia bisa ketakutan hanya karena melihat seorang pria berbadan besar dengan sepatu pantofel mondar mandir di dekat rumah ayahnya. Ia memilih punya utang pada pinjol karena tak ingin menjadi beban bagi keluarga besarnya. Maka, salah satu ketakutan terbesarnya selain ancaman terkait cacat fisik, tentu saja jika DC sampai mendatangi rumah ayahnya dan mengganggu keluarga besarnya.

Teror-teror mental yang dialami oleh para pengguna layanan pinjol sungguh nyata. Headline di media tentang mereka yang memilih bunuh diri karena putus asa tak bisa membayar utang terus kita dengar. Memang, ada debitur brengsek yang sengaja berniat nge-blong. Yang seperti itu dan yang pinjam buat nge-slot memang tak pantas mendapat belas kasihan dan perhatian. Tapi bagaimana perlindungan untuk mereka yang meminjam demi sekadar bisa bertahan hidup? Nggerus, MyLove, nggerus.

Memahami cara DC pinjol bekerja

Kadang ia menangis, meski ia menjadi seorang yang terlalu mudah tertawa sejak mengalami ujian finansial ini. Tawa bukan bahagia. Tawa yang aneh, kamu tahulah, tawa untuk menutupi kegetiran. Ia merindukan ketenangan dan hubungan yang baik dengan ayahnya. Saya nggak bisa membantu membayar utangnya. Saya yang dulu anti riba pun di tahun yang gelap ini akhirnya memilih BRI sebagai dekengan, kok. Secara pribadi, saya hanya bisa berpesan padanya, “Pokoknya apa pun yang terjadi, jangan terlintas untuk mati. Setidaknya Jangan mati dulu. Anakmu dua.”

Walau dalam kondisi tertekan secara mental dan finansial, teman saya, cukup beruntung karena ia cukup mampu menelaah bacaan soal hak-hak peminjam dan tata cara penagihan DC. Ia cukup paham bahwa DC tak boleh melakukan sita paksa tanpa surat resmi, tak boleh datang tanpa surat, tidak boleh melakukan intimidasi, dan lainnya.

Tapi bagaimana dengan mereka yang nggak tau bahwa meski meminjam, hak mereka sebagai konsumen tetap terlindungi? Ya, cuma bisa stres dan pasrah diteror, Lur. Ngenes.

Tak perlu ikut menghakimi

Meski demikian, ia tetap tak bisa lagi merasa aman. Kecemasan tetap membayangi, asam lambung pun sudah jadi kawan. Ia tahu saya akan menuliskan kisahnya, dan nitip pesan pada siapa saja yang belum pernah meminjam dari pinjol, “Pokoknya jangan pinjem pinjol. Jangan tertarik, jangan tergoda.” Karena kalau sudah telanjur, ya, mau bagaimana lagi.

Bisanya hanya pasrah, kerja keras sampai kelak lunas. Maklum, yang punya kuasa mengatur regulasi pinjol malah sibuk korupsi, dan pura-pura prihatin saat peristiwa bunuh diri akibat depresi karena gagal bayar menjadi trending. Yang membuat saya merinding, mereka yang punya kuasa itu kok bisa kuat dengar kisah rutin tentang kasus bunuh diri akibat orang gagal bayar. Nemen.

Jadi, jelas banget bahwa orang terjerat pinjol itu nggak selalu karena judi slot. Ya banyak yang kayak gitu, tapi ada yang jauh-jauh dari slot laknat. Dan orang-orang yang terjerat pinjol karena kahanan ini, ikut kita hujani makian dan umpatan, tanpa tahu bagaimana rasanya teror melanda.

Saya pernah dengar, jika tak bisa berbicara hal yang baik, baiknya diam. Melihat kasus di atas, kata-kata tersebut jadi ada benarnya. Dan memang sebaiknya begitu.

Penulis: Butet Rachmawati Sailenta Marpaung
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Konten “Pinjam Dulu Seratus” Nggak Bikin Tukang Ngutang Minggat, Malah Bikin Kasus Pinjol Meningkat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2023 oleh

Tags: adakamidebt collectorKorbanpinjolslot
Butet RSM

Butet RSM

Ibu dari tiga anak, penulis lepas yang tinggal di Bantul. Terbiasa menulis tentang UMKM, pasar, pendidikan alternatif, dan keresahan sosial.

ArtikelTerkait

Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

13 Januari 2024
Waspadai Modus Salah Kirim Pinjol Ilegal, Ini Cara Ampuh Menghadapinya

Waspadai Modus Salah Kirim Pinjol Ilegal, Ini Cara Ampuh Menghadapinya

9 Agustus 2024
3 Alasan Pejabat Sebaiknya Nyoba Magang Jadi Debt Collector

4 Tips Mudah Menghadapi Debt Collector

19 Desember 2021
citra debt collector jaket kulit tampang sangar kredit motor mobil menagih mojok.co

Persepsi Debt Collector terhadap Pekerjaan Mereka: Tampang Sangar Memang Bermanfaat

20 Juni 2020
kebocoran data NIK Jokowi pejabat data pejabat mojok

Cacat Pikir Solusi Pemerintah Menanggapi Kebocoran Data: Sekalipun NIK Jokowi Bocor, Tidak Akan Dipakai untuk Pinjol

5 September 2021
Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

26 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

7 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.