Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tak Ada yang Lebih Sial dari Ferdian Paleka

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
10 Mei 2020
A A
Ferdian Paleka

Tak Ada yang Lebih Sial dari Ferdian Paleka

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak youtuber dalam negeri membuat konten prank yang melecehkan kemanusian, demi subscriber atau supaya viral meski sesaat, Ferdian Paleka ini yang paling sial.

Pelaku prank demi konten lainnya, salah satunya dilakukan pada ojol dengan cara membatalkan pesanan makanan sampai driver menangis, tak pernah terjerat hukum dan selalu berakhir dengan permintaan maaf.

Apa youtuber berkonten sampah cukup minta maaf seperti itu sudah menjadi takdir yang tak bisa ditolak?

Konten prank berakhir penjara pernah terjadi di Barcelona, Spanyol. Youtuber bernama Kanghua Ren tahun 2017 mengganti krim vanila di biskuit oreo dengan pasta gigi dan memberikannya ke gelandangan. Jika Ferdian memberi prank sampah dengan alasan transpuan adalah sampah masyarakat, Ren melakukan prank dengan alasan gelandangan perlu sikat gigi supaya bersih.

Pengadilan Barcelona tahun 2019 memberi hukuman 15 bulan penjara, denda sebesar $ 22,300 atau sekitar 334,5 juta untuk diberikan kepada korban, dan menutup semua akun sosial media Kanghua Ren selama lima tahun.

Seperti yang sudah terjadi pada Kanghua Ren, perlu proses hukum untuk kasus prank Ferdian supaya jadi semacam efek jera bagi youtuber dalam negeri, jangan kasi kendor!

Ferdian Paleka secara de facto telah menjadi youtuber yang paling dikehendaki untuk dimaki beramai-ramai dan dijebloskan ke penjara. Maki-maki perlu dikurangi, masuk penjara harus gaspol, kenapa begitu?

Sejengkel apapun saya merasa Ferdian itu perlu dikasihani. Bukan diampuni lalu dilupakan kesalahannya loh. Cukup hentikan hujatan dan fokus pada proses hukum. Ferdian sudah cukup menyedihkan tanpa perlu dihujat berlebihan karena empat alasan:

Baca Juga:

4 YouTuber Berkualitas yang Bakal Bikin Pinter Kaum Micin

Punya Dosen Seorang YouTuber Itu Blas Nggak Enak

1. Menjadi “public enemy” netizen

Cobaan yang tak terperi penderitaannya di masa sekarang, terutama bagi milenial dan generasi Z yang kesehariannya lekat dengan media sosial, adalah menjadi “public enemy” netizen budiman. Jejak digital itu kejam meski netizen budiman biasanya pelupa karena terbawa perasaan. Contohnya video permintaan maaf Ferdian (tapi bohong) yang bukan untuk kasus prank transpuan tapi diungkit kembali oleh netizen dan membuat sebagian orang tersulut emosi.

2. Dalam pelarian masih berharap nambah follower Instagram

Saat di pelarian sempat-sempatnya posting bakalan menyerahkan diri asal follower di media sosial jumlahnya sama dengan akun yang lama. Sikit jiwi kili yi inik ini, pikir saya waktu itu. Sudah melecehkan orang lain, diburu polisi, dihujat ribuan orang, masih pusing soal follower. Sesuai petuah Plato, bahwa manusia yang hidup (hanya) didorong oleh ephithumia dan atau thumos akan merugikan peradaban, inilah contohnya.

3. Ditangkap polisi ganteng

Tertangkap saat keluar dari Pelabuhan Merak KM 19 Tol Jakarta – Merak. Tapi di tengah ramainya ghibah online nyukur-nyukurin Ferdian terungkap bahwa ada pak polisi ganteng yang terlibat. Gagal fokus lah netizen, ghibahin Ferdian disambi terpana sama pak polisi bernama Gariz Luiz. Ironis gak sih? Di saat lo ngarep tenar dan beneran kejadian eh masih harus berbagi sama orang lain, jauh lebih kece pulak, apes amat kan.

4. Kena bully di penjara

Ada kalanya mereka yang hidupnya pahit lebih realistis dan memahami persoalan. Kelakuan kayak Ferdian memang perlu diberi pelajaran biar keangkuhannya luntur. Saya tidak membenarkan tindakan bully pada Ferdian, hanya berusaha memahami alasan mereka melakukan hal itu. Beberapa orang mungkin berpikir selama Ferdian ditahan perlu dibuat menjadi momen yang berfaedah dan selalu diingat.

Saya berharap hujatan pada Ferdian mereda atau setidaknya tensi netizen yang kemarin-kemarin darting bisa turun. Terutama yang emosi jiwa karena video permintaan maaf tapi bohong, itu bukan buat mbak transpuan loh, jadi ya sudahlah yha~

Kenapa perlu menghentikan hujatan pada Ferdian? Karena unfaedah, gaes. Malah akan memicu orang-orang yang tak kalah menyedihkan dari Ferdian jadi terpicu unjuk gigi membuat pembelaan atau sekedar menyatakan persetujuan nge-prank transpuan.

Kita sudah terlalu banyak menyimak sampah, gak perlu ditambah lagi.

Contohnya youtuber yang bilang transpuan itu manusia yang dilaknat Allah dan kena prank pun gak masalah karena di dalam Islam malah dibunuh. Youtuber yang dari perawakannya terlihat masih bocah itu gagal melihat sisi kemanusiaan dari peristiwa prank transpuan. Menyadari bahwa manusia (apa pun bentuknya) adalah makhluk ciptaan Tuhan saja gagal, kok bisa-bisanya pede banget menyebut orang lain dilaknat. Masalahnya yang ogeb begini banyak, gaes.

Orang-orang seperti Ferdian dan temannya, bocah yang khotbah soal transpuan dilaknat Allah ditemani seseorang yang masih bocah juga manggut-manggut di sebelahnya, gak akan bisa memahami kemarahan khalayak yang merasa nuraninya terusik melihat ada orang yang dilecehkan demi konten YouTube. Sekalipun sudah diberi penjelasan dengan kalimat semacam ini: “HEY youtuber tukang nge-prank, lo pikir lucu nge-prank orang yang gak salah apa-apa sampe nangis kejer demi konten? Jari tengah buat lo, vangke!”

Tertimpa sial memang berat, kita gak akan kuat, biar Ferdian saja. Yang sabar ya, Ferdian!

BACA JUGA Ferdian Paleka dan Pranknya Emang Sampah, Tapi Aparat Main Hakim Sendiri itu Jelas Salah! dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2021 oleh

Tags: Ferdian PalekaYoutuber
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

Saya Menyayangkan Video Reaksi Gus Miftah yang Menegur Ustaz Maheer di YouTube terminal mojok.co

Beban Moral Content Creator YouTube alias YouTuber

25 Mei 2019
arief muhammad

Kos-kosan Mewah Arief Muhammad dan Romantisasi Pribadi Anak Kos

24 September 2019
3 Saran bagi YouTuber agar Saat Promosi Produk Nggak Di-skip Viewers Terminal Mojok

Plis Banget, Kreator Konten dan YouTuber Itu Nggak Sama!

14 September 2021
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co

Santai, Tak Harus Pakai Facecam untuk Jadi YouTuber Terkenal, Kok!

3 Maret 2020
Dukungan untuk Keputusan Ria SW Hiatus Lebih Awal food vlogger blogger korean street food terminal mojok.co

Dukungan untuk Keputusan Ria SW Hiatus Lebih Awal

22 September 2020
konten

Jangan Salahkan Konten yang Tak Bermoral, Tapi Salahkan Diri Kita yang Membuatnya Viral

4 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.