Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan 

Budi oleh Budi
23 Desember 2025
A A
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu hari saya diajak mencicipi masakan berbahan dasar kodok atau swike. Saya diajak ke Warung Swike Bu Harni di daerah Jekulo, Kudus. Tidak pernah terbayang sebelumnya saya mencicipi makanan satu ini. Di benak saya, kodok itu menjijikan. 

Akan tetapi, rasa penasaran lebih besar dibandingkan rasa jijik. Apalagi, seorang teman dengan penuh tekad berkali-kali meyakniknan saya, “Ini enak, sumpah. Wes to coba o disek. Enak, enak.” Kalimat itu cukup untuk membuat saya berpikir, mungkin ada sesuatu yang selama ini saya lewatkan.

Swike rasanya mirip daging ayam

Kesan pertama saat tahu yang akan tak makan adalah kodok, rasanya memang tidak nyaman. Waktu itu, di kepala saya cuman kebayang tekstur licin, kulit lembek, dan aroma yang aneh. Bahkan, sebelum makanan datang, imajinasi sudah bekerja terlalu jauh.

Akan tetapi, begitu hidangan swike itu disajikan, kesan menjijikkan tadi perlahan memudar. Daging kodok yang disajikan ternyata sudah bersih, terpotong rapi, dan dimasak dengan bumbu khas swike yang aromanya cukup menggoda. Tidak ada bau amis menyengat seperti yang saya bayangkan. Yang tercium justru wangi bawang putih, jahe, dan sedikit aroma kuah kaldu yang hangat.

Saat suapan pertama masuk ke mulut, saya sempat berhenti mengunyah. Bukan karena merasa ada yang aneh, tapi karena rasanya familiar? Kalau harus menjelaskan rasa daging kodok, mungkin, deskripsi yang paling mendekati adalah kemiripannya dengan daging ayam, terutama bagian paha, tapi teksturnya lebih lembut dan halus.

Serat dagingnya tidak kasar. Tidak ada perlawanan keras saat dikunyah. Bahkan, bisa dibilang, daging kodok lebih “bersih” di mulut dibanding ayam kampung. Tidak terlalu berserat, tidak berlemak, dan sama sekali tidak berminyak. Rasanya netral, sehingga bumbu swike-lah yang justru menonjol.

Ada sedikit rasa manis alami dari dagingnya, mirip ayam rebus yang masih fresh, tapi lebih ringan. Tidak ada rasa tanah, lumpur, atau aroma aneh yang sering saya ditakutkan. Misalkan mata ditutup dan tidak diberi tahu bahan dasarnya, saya yakin banyak orang akan mengira ini ayam atau mungkin ikan berdaging putih yang sangat lembut.

Inilah titik di mana rasa jijik itu benar-benar hilang. Digantikan rasa penasaran, lalu berujung pada ketagihan.

Baca Juga:

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

Tidak sembarang kodok bisa diolah

Perlu dicatat, tidak semua kodok bisa dan aman untuk dimakan. Swike yang saya makan di Jekulo menggunakan kodok sawah, yang dalam istilah umum sering disebut kodok hijau atau kodok budidaya. Di dunia kuliner, jenis ini dikenal sebagai bullfrog atau kodok lembu.

Kodok jenis ini memang sudah lama dibudidayakan khusus untuk konsumsi. Ukurannya besar, daging pahanya tebal, dan teksturnya cocok untuk dimasak beragam menu. Misal, swike kuah, goreng krispi, atau tumis. Sekali lagi, kodok ini berbeda dengan kodok hitam liar kecil yang biasa kita lihat di pekarangan rumah.

Satu hal lagi, ternyata proses pembersihannya juga tidak ngasal. Sebab kulit dikupas bersih, bagian yang tidak dikonsumsi dibuang, dan daging dicuci bersih sebelum dimasak. Ini penting karena kebersihan sangat menentukan rasa akhir dan keamanan makanan.

Swike yang saya coba tidak hanya mengandalkan bahan utama, tapi juga racikan bumbunya. Kuahnya bening tapi kaya rasa. Ada sensasi hangat dari jahe, gurih dari bawang putih, dan kaldu alami dari daging kodok itu sendiri. Rasanya tidak berat, tidak bikin enek, dan justru bikin ingin terus menyendok kuahnya.

Daging kodoknya menyerap bumbu dengan baik. Setiap potongannya terasa “hidup”, tidak hambar, tapi juga tidak tertutup oleh bumbu. Ini yang menurut saya membuat swike berbeda dengan olahan daging lain.

Setelah beberapa suapan, saya mulai lupa bahwa yang saya makan adalah kodok. Dan itu berbahaya. Karena dari situ, sendok jadi tidak berhenti bergerak. Enak. Bahkan, mungkin lebih enak dari yang selama ini dibayangkan.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Makanan Tradisional dari Jateng dan Jogja yang Nggak Diketahui Gen Z.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2025 oleh

Tags: katakkodokkudusKulinerswikeWarung Swike Bu Harni
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Betapa Beruntungna Punya Rumah Dekat Jalan Lingkar Utara Kudus, Selalu Ada Hiburan Balap Liar Datang Tanpa Undangan

Betapa Beruntungnya Punya Rumah Dekat Jalan Lingkar Utara Kudus, Selalu Ada Hiburan Balap Liar Datang Tanpa Undangan

5 Maret 2026
Saya Nggak Tau Seenak Apa Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak mojok.co

Saya Nggak Tahu Enaknya Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak

17 Februari 2021
Balasan untuk Tulisan tentang Seblak sebagai Makanan yang Paling Aneh terminal mojok.co

Balasan untuk Tulisan tentang Seblak sebagai Makanan yang Paling Aneh

21 November 2020
4 Keunikan Kabupaten Tulungagung yang Nggak Dimiliki Kabupaten Lain kudus kota kretek

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

20 Februari 2025
Nopia, Makanan Khas Banyumas yang Selama Ini Dianaktirikan terminal mojok.co

Nopia, Makanan Khas Banyumas yang Selama Ini Dianaktirikan

30 Mei 2023
5 Rekomendasi Mi Ayam Jogja Selain Pakdhe Wonogiri dan Tumini mie ayam jogja terminal mojok.co

Rekomendasi Warung Mie Ayam Mantap dan Murah Meriah di Medan

18 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.