Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kalau Mau Menua dengan Tenang, Jangan Nekat ke Jakarta, Menetaplah di Kudus!

Budi oleh Budi
14 Agustus 2025
A A
Kalau Mau Menua dengan Tenang, Jangan Nekat ke Jakarta, Menetaplah di Kudus!

Kalau Mau Menua dengan Tenang, Jangan Nekat ke Jakarta, Menetaplah di Kudus! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nggak usah nekat ke Jakarta, mending menua di Kudus.

Kebanyakan orang memilih pergi merantau untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Salah satu kota yang dituju adalah Jakarta. Tapi entah kenapa saya nggak tertarik ke sana. Bahkan saya kepikiran satu hal.

Seandainya saya tinggal di Jakarta, umur saya kayaknya bakal kepotong 5 tahun gara-gara macet, polusi, dan harga properti di sana yang setinggi langit. Makanya saya memilih tetap tinggal di Kudus. Bukan karena ini kota kelahiran saya, tapi karena di sini saya bisa merasa tenang.

Kudus memang bukan kota yang besar. Kota ini kecil, tapi punya semua: sekolah bagus, rumah sakit yang nggak perlu bikin kita ke Semarang cuma buat cabut gigi, pabrik gede yang bikin ekonomi berputar, dan suasana sosial yang masih manusiawi.

Bahkan ada bonus aroma rokok kretek yang bisa tercium meski nggak ada yang merokok di dekat kita. Itu semacam “parfum kota” yang kalau kamu lahir di Kudus, hidungmu sudah otomatis beradaptasi. Oke, kalau soal ini saya memang berlebihan.

Kudus maju tapi nggak kebanyakan tingkah

Banyak orang salah sangka dan mengira kota kecil itu selalu ketinggalan zaman. Buktinya Kudus nggak begitu. Perusahaan rokok raksasa ada, pabrik elektronik ada, bahkan industri makanan dari yang murah sampai agak fancy yang bikin kamu lupa diet ada di sini.

Semua itu berdampingan dengan kehidupan yang tenang. Di sini, kamu masih bisa membeli sarapan di warung dengan harga wajar. Bahkan nemu bakso Rp5 ribu yang porsinya cukup buat mengganjal lapar.

Terus, listrik di sini juga stabil, internet ngebut, layanan publik berjalan sebagaimana mestinya, dan transportasi umum… yah, seadanya. Tetapi setidaknya masih ada lah di sini.

Baca Juga:

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

Sementara itu, di kota besar seperti Jakarta, mau pindah dari satu titik ke titik lain saja butuh doa dan bensin yang cukup. Belum lagi harus sedia waktu yang tak sedikit. Di Kota Kretek, motoran 10 menit sudah bisa ke kantor pos, rumah sakit, apotek, dan warung nasi pindang sekaligus.

Kata orang, Kudus terlalu sederhana. Tetapi buat saya, hal ini justru kenyamanan kelas atas. Kita nggak dikejar-kejar kemajuan, tapi juga nggak merasa ketinggalan zaman.

Tata kota nggak bikin nyasar, jadi aman

Usia kepala tiga bikin saya makin malas ribet. Kota besar seperti Jakarta sering terasa seperti escape room dengan level tersulit: flyover, underpass, jalur satu arah, dan putaran balik absurd yang bisa bikin maps suka nyasarin.

Kudus beda. Tata kotanya sederhana dan gampang dihafal. Bahkan kalau patokannya “belok kiri setelah masjid” atau “depan warung pecel Bu Sarmi”, kemungkinan besar kamu bakal sampai. Bukan karena kamu pinter, tapi memang jalan kotanya gampang dihafal.

Dan ini penting buat masa tua. Nggak ada yang mau nyasar ke luar kota cuma gara-gara mau ke dokter gigi.

Pendidikan: anak bisa tumbuh tanpa merantau dulu

Kalau kamu punya anak, Kudus menyediakan sekolah dari TK sampai SMA dengan pilihan yang cukup bikin bingung (dalam artian baik). Sekolah negeri berkualitas ada. Mau sekolah swasta juga ada. Pilih pesantren pun banyak. Kalau mau kuliah, ada UMKU dan beberapa kampus lain yang lumayan oke.

Artinya, kamu nggak perlu mengirim anakmu ke kota lain dari SMP cuma demi pendidikan yang layak. Kalaupun anakmu nekat pengin merantau, kamu bisa tenang karena pondasi akademik dan agamanya sudah cukup kuat di Kudus.

Percayalah, hidup nyaman itu bukan cuma soal rumah dan uang. Tetapi juga soal nggak begadang mikirin nasib anak di kos-kosan kota besar yang jaraknya ratusan kilometer.

Kudus nggak sepi, tapi juga nggak penuh sesak

Saya paham kota yang terlalu sepi bisa bikin warganya bosan. Tetapi kota yang terlalu ramai juga bisa membikin warganya bercita-cita jadi pertapa. Nah, Kudus ini ada di tengah-tengah. Ia cukup ramai untuk bikin hidup berdenyut, tapi juga cukup sepi untuk bikin hati tenang.

Kawasan perumahan di kota ini beragam. Dari komplek elite sampai pedesaan yang masih guyub ada di sini. Udara di pinggiran seperti Colo atau Kaliwungu sejuk, sawahnya luas, tapi jarak ke pusat kota masih masuk akal. Cukup 15 menit saja.

Dan yang paling saya suka, jarak sosialnya pendek. Di Kudus, kamu bisa ngobrol sama tukang sayur, curhat ke satpam, atau sekadar sapa-sapaan di pinggir jalan tanpa dianggap orang aneh. Beda sama kota besar, di mana menyapa orang asing bisa bikin mereka curiga kamu MLM yang lagi nyari target.

Kudus, sebaik-baiknya tempat untuk menemukan ritme hidup

Alasan terbesar saya ingin menua di Kudus adalah ritmenya. Ritme kehidupan di sini berbeda dengan kota besar macam Jakarta. Di sini kamu boleh kerja keras, tapi nggak ada yang memaksamu untuk lari. Kudus memberi jeda, memberi waktu bagi warganya untuk menghela napas.

Hidup di sini seperti berada di nada tengah, tak terlalu cepat tapi juga tak terlalu lambat. Ia memberi kesempatan pada kita untuk menua dengan anggun. Bukan dengan ambisi yang belum selesai, tapi dengan ketenangan yang sudah cukup. Dan barangkali itu yang paling mahal di zaman sekarang.

Kalau kata orang, di akhir hayat kita akan pulang ke rumah. Nah, bagi saya, rumah itu ya Kudus.

Penulis: Budi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kabupaten Kudus Memang Layak Dinobatkan sebagai Kabupaten Terkaya di Jawa Tengah, Inilah Alasannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2025 oleh

Tags: Jakartakabupaten kudusKota Kuduskudus
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Angkringan Jakarta Bikin Orang Jogja Ngelus Dada Mojok.co

4 Alasan Angkringan Jakarta Bikin Orang Jogja Kecewa

18 Maret 2025
Payung Teduh Masih Tetap Teduh Didengar Meski Ditinggal Mas Is terminal mojok.co

Rekomendasi Musik untuk Menyambut Musim Hujan di Jakarta

16 November 2020
8 Kuliner Kudus yang Patut Dicicipi kalau Lagi Main ke Kota Kretek Terminal Mojok

8 Kuliner Kudus yang Patut Dicicipi Saat Main ke Kota Kretek

28 Juli 2022
Jangan Tinggal di Bogor kalau Tidak Punya Kendaraan Pribadi daripada Menderita Mojok.co

Jangan Tinggal di Bogor kalau Tidak Punya Kendaraan Pribadi daripada Menderita

31 Mei 2025
Gulai Bumbu Kuning ala Warteg Jakarta kok Dibilang Rawon, Ra Mashok!

Gulai Bumbu Kuning ala Warteg Jakarta kok Dibilang Rawon, Ra Mashok!

15 Januari 2022
Jakarta Timur Kota Tawuran, Perlu Punya 9 Nyawa untuk Hidup di Kota Ini Mojok bassura jaktim

Jakarta Timur Kota Tawuran, Jangan Sekolahkan Anak di Sini kalau Mau Selamat

6 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.