Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
11 Juli 2026
A A
Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Ketika arah mata angin jadi masalah buat orang Jogja di Jakarta (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya asli Jogja dan hobi saya adalah jalan kaki. Sebagai orang yang hobi jalan kaki, saya memiliki kebiasaan menjelajahi tempat baru demi menentukan arah mata angin. Itu yang saya lakukan ketika tinggal di Jakarta.

Saya suka sekali menyempatkan waktu berjalan kaki di sekitar kos untuk memetakan tempat-tempat penting dan menentukan arah mata angin. Referensi lokasi seperti warteg, warung madura, tempat cukur rambut, hingga klinik dalam radius setidaknya tiga kilometer dari kos harus saya kuasai.

Tujuannya simpel. Saya cuma ingin punya pemahaman spasial mendalam sebagai pendatang di Jakarta. Ya sekaligus jaga-jaga kalau suatu saat memerlukan sesuatu.

Seperti umumnya orang Jogja, saya langsung mematok dalam pikiran bahwa landmark yang saya temui di jalanan sebagai “ancer-ancer” atau patokan arah mata angin. Lebih dari itu, orang Jogja pasti juga sudah terbiasa membayangkan perspektif lokasi seperti tampilan Google Maps yang dikunci ke arah utara. 

Dengan begitu, kita bisa langsung tahu arah dan rute untuk menuju ke suatu lokasi berdasarkan mata angin. Sayangnya, kebiasaan membayangkan perspektif berdasarkan arah mata angin tidak begitu familiar di mata orang Jakarta. 

Begini yang kemudian terjadi:

Arah mata angin di kepala orang Jogja

Tantangan pertama yang orang Jogja hadapi di Jakarta dalam menjelaskan perspektif arah mata angin adalah saat ada yang tanya alamat.

“Bang, kalau mau ke jalan raya arah Tanah Abang ke mana ya? 

Baca Juga:

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

Saya yang PD punya pemahaman arah mata angin setara warlok, walaupun cuma radius tiga kilometer, tanpa ragu coba menerangkan.

“Ini Bapak udah bener ke arah barat aja ikuti jalan nanti mentok langsung ketemu jalan raya. Nah nanti ke selatan udah ke arah Tanah Abang,” jawab saya dengan keyakinan penuh.

“Gimana bang? Berarti ini saya tinggal lurus udah ketemu jalan raya? Abis mentok belok ke mana?” Saya yang balik bingung harus berpikir sejenak sebelum menjawab.

“Iya bener, Pak. Ini lurus mentok terus belok kiri aja,” kali ini nada jawaban saya tak seyakin sebelumnya.

Dari kejadian tersebut saya tahu bahwa pemahaman tak cukup untuk membuat saya dengan cepat berganti perspektif sebagai orang pertama yang sedang berkendara. Setidaknya saya memerlukan beberapa detik untuk membolak-balik arah mata angin agar sesuai dengan kiri-kanan pengendara di Jakarta. 

Ya gimana? Salah sedikit nanti saya salah jawab dan malah bikin orang nggak sampai tujuan.

Ojek online Jakarta bertanya titik antar

Nggak cukup satu, kesulitan orang Jogja juga sering berkutat menjelaskan patokan serta arah mata angin kepada pengendara ojek online yang mengantarkan makanan. Sebagai tambahan konteks, saya nggak bisa memberikan titik antar yang pas sesuai lokasi kos saya. 

Nomor rumah kos saya di Jakarta itu juga tersembunyi sehingga agak sulit terlihat dari jalanan luar. Solusinya, saya nebeng titik di kos sebelah yang terletak di sebelah timur bangunan kos yang saya tempati untuk memudahkan walaupun akhirnya ribet juga.

Driver biasanya memiliki pertanyaan template untuk memastikan lokasi,

“Titik sudah benar sesuai ya?”

Saya sebenarnya sudah memberi tambahan informasi arah mata angin pada notes lokasi. Selain itu, saya juga nggak keberatan menjelaskan di kolom chat kepada driver bahwa lokasi saya berada di sebelah timur kos tetangga yang saya gunakan sebagai titik. 

Namun, ekspektasi memang nggak selamanya sesuai realita. Entah sudah berapa kali driver malah berhenti di sebelah timur atau bahkan di seberang titik.

Nggak jarang ada driver yang menghubungi sesaat sebelum sampai.

“Mas rumahnya sebelum atau sesudah titik ya?”

Jujur pertanyaan tersebut juga agak sulit saya jawab. Saya makin bingung menempatkan perspektif saya sesuai arah mata angin menghadapnya driver. Terlebih sistem maps di ojek online sering delay yang membuat kita agak sulit menaksir posisi tepat driver.

Setelah berkali-kali hal tersebut kejadian dan malah membuat driver bingung, akhirnya saya memilih lebih berkompromi dengan menghadang di luar kos sebelum driver datang. 

Nggak jarang saya harus keluar kos di tengah pertemuan online dalam waktu yang lama karena menunggu driver datang. Tapi nggak ada salahnya juga memudahkan orang lain kan?

Mengarahkan jalan pintas ke ojek online pakai arah mata angin

Dua studi kasus sebelumnya semakin menyimpulkan dalam benak saya bahwa orang Jakarta sepertinya memang lebih familiar dengan kanan-kiri, seberang, dan sebelum-sesudah untuk patokan lokasi. Lama-kelamaan, saya jadi terbiasa dan saat ini sudah semakin lihai memberikan panduan arah mata angin kepada ojek online. Terlebih saat menyarankan jalan pintas.

Sebenarnya, arah mata angin punya kelebihan dalam perspektif spasial secara lebih luas. Kita nggak perlu memberikan instruksi pada setiap belokan. 

Asal sudah tahu arah tujuannya, masuk-masuk gang kecil juga menjadi nggak masalah. Tapi dengan situasi yang ada, saya harus menyesuaikan diri dengan siap memberi instruksi pada tiap belokan. Agak berisik dikit nggak masalah lah ya. Hehe.

“Pak, nanti perempatan lurus mentok terus belok kanan. Habis itu pertigaan pertama belok kiri, ikutin jalan aja. Kosnya setelah bangunan tingkat yang besar itu dan di seberang rumah warna abu-abu.” Begitulah kira-kira instruksi panjang yang terjadi setelah jam terbang yang cukup panjang. Asoyy deh.

Toh kalau memaksakan menggunakan arah mata angin sebagai panduan seperti di Jogja, hal tersebut malah rawan bias dan membuat orang di Jakarta makin bingung. 

Sebenarnya nggak semua orang bingung juga sih. Tapi dari beberapa kasus yang saya temui tadi sepertinya akan lebih aman jika menghindari penggunaan arah mata angin. Wes syulit pokoke apalagi kalau nyasarin orang malah berabe nanti, bisa ditandai akamsi. Etdahh.

Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Ketika Jogja Nggak Ramah bagi Orang Buta Arah Mata Angin, Google Maps Adalah Penyelamat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2026 oleh

Tags: arah mata angingoogle mapsJakartaJogjaojek onlinepetunjuk arahTanah Abang
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Kampus Jualan Kos Eksklusif: Cari Duit Boleh, tapi ya Nggak Begini Juga jogja

Ironi Kos Eksklusif di Jogja, Tembok Tinggi Penanda Status Sosial di Kota yang Katanya Murah Meriah  

10 Februari 2026
Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

Kapolda DIY Benar, Fight Club Memang Bukan Solusi Pemberantasan Klitih di Jogja

20 Agustus 2024
Jalan Bimo Kurdo Jogja Sering Macet karena Sekolah Elit SD Muhammadiyah Sapen Mojok.co

Jalan Bimo Kurdo Jogja Sering Macet karena Sekolah Elit SD Muhammadiyah Sapen

4 November 2023
Pangukan, Padukuhan Asri di Sleman yang Cocok untuk Menghabiskan Masa Pensiun

Pangukan, Padukuhan Asri di Sleman yang Cocok untuk Menghabiskan Masa Pensiun

2 Juli 2023
4 Kebiasaan Pengendara Motor di Jakarta yang Menjengkelkan

4 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor di Jakarta, Bikin Jengkel Orang Lain

28 Februari 2023
Petisi Kembalikan WFH, Bukti Nyata Warga Lelah dengan Drama Ibu Kota Terminal Mojok

Petisi Kembalikan WFH, Bukti Nyata Warga Lelah dengan Drama Ibu Kota

8 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.