Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Suzuki Gixxer SF 250: Mesinnya Sederhana, Desainnya Biasa Saja

Andri Aditya Wicaksono oleh Andri Aditya Wicaksono
18 Januari 2022
A A
Suzuki Gixxer SF 250: Mesinnya Sederhana, Desainnya Biasa Saja

Suzuki Gixxer SF 250: Mesinnya Sederhana, Desainnya Biasa Saja (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Motor 250 cc, meski termasuk motor kelas atas, namun bukan berarti pemiliknya jarang. Motor jenis ini mudah ditemui di jalan. Entah karena pabrikan yang serius dalam mengembangkan pasar motor jenis ini, atau memang orang Indonesia makin kaya. Namun yang pasti, motor 250 cc memang menggoda, terutama untuk pencinta motor gahar.

Akhir 2021 kemarin, Suzuki memperkenalkan motor sport 250 cc untuk pasar Indonesia dengan tajuk Suzuki Gixxer SF 250. Telat sih, kompetitor lainnya udah mulai punya motor 250 cc sejak 10 tahun lalu. Bahkan berhasil bikin owners gap, eh ini baru mulai.

Hidup dalam gua, Bro?

Nah, anehnya lagi Gixxer SF 250 bawa karakter mesin yang langsung diketawain sama owners motor 250 cc lainnya. Loh, kenapa? Ya gimana ya kompetitornya udah 250 cc dual silinder dan banyak teknologinya, lha ini baru satu silinder. Beneran hidup di gua kayaknya.

Yang lebih menyedihkan adalah, banyak yang mengira bahwa Suzuki Gixxer SF 250 ini bakal bernasib seperti CBR 250R. Kok bisa?

#1 Mesin

Namanya orang beli motor, yang harus diperhatikan ya mesin. Terutama motor 250 cc, yang jelas menjual karakter mesin yang kuat. Kalau mesinmu biasa saja, ya kurang menarik.

Masalahnya, Suzuki Gixxer SF 250 ini cuman pakai satu silinder. Padahal kompetitor sudah pakai dua silinder. Ketika yang lain sudah lari, Gixxer malah milih jalan santai. Ya nggak santai juga sih, tau lah maksud saya.

Apa Suzuki nggak belajar dari Honda CBR250R yang sempet dikatain “Tiger dikasih fairing”? Belajar dari kesalahan diri sendiri itu memang bagus, tapi kalau bisa belajar dari kesalahan orang lain, why not?

Baca Juga:

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

#2 Desain yang tak tegas

Apa yang bikin motor 250 cc itu digandrungi selain mesinnya? Yak betul, desainnya.

Lihat CBR250RR. Yang kita saksikan adalah keindahan, ketegasan, dan identitas yang jelas. Kalau kita beli CBR250RR, yang kita dapat adalah motor yang indah, desain yang tegas, dan identitas yang bisa dilihat di situ.

Sekarang lihat Suzuki Gixxer SF 250. Apakah dapat vibes yang sama? Saya sih nggak.

Soalnya, begini. Kalau memang Gixxer SF 250 ini motor sport, kok windshield-nya tinggi? Tinggi untuk ukuran motor sport, tapi nggak melindungi kita dari hempasan angin. Lah?

Kedua, ada behel di belakang. Lah, motor sport kok pake behel. Katanya sih sport touring, tapi kok aneh alasannya.

Ketiga, ergonomi. Oke, motor ini nggak menunduk, berarti enak. Tapi, nggak pas juga. Namanya motor sport, ya emang posisi riding-nya harus menunduk. Biar rasanya kek balapan gitu. Lha kalau nggak menunduk, kenapa pake motor sport?

Jadinya, identitas motor ini nggak jelas, seperti yang saya bilang tadi. Motor sport, tapi nggak menunduk. Motor sport, tapi pake windshield. Malah mendign GSX 150R, jelas desainnya. Nyatanya motor tersebut laku keras, meski harus senggol-senggolan dengan CBR150R dan Yamaha R15. 

#3 Suku cadang

Banyak dealer Suzuki yang tutup karena persaingan pasar yang kejam. Ya tidak bisa dimungkiri lagi, pasar motor di Indonesia dikuasai Yamaha dan Honda. Nah, ini jadi masalah untuk Suzuki Gixxer SF 250. Kalau kita beli motor ini, sedangkan bengkelnya aja pada tutup, terus kalau ada masalah, terus mau servis di mana?

#4 Harga

Harga adalah kunci saat beli motor. Mau cinta kek mana sama motornya, kalau duitnya nggak ada ya percuma.

Nah, Suzuki Gixxer SF 250 ini dibanderol 49 juta. Masalahnya, dengan spesifikasi tersebut, banyak orang bakal berpikir untuk mencari R25 atau Ninja 250 FI bekas. Atau kalau beruntung, CBR250RR bekas. Kalau ini, butuh pemilik yang BU.

Apakah ini berarti Gixxer SF 250 overpriced? Nggak juga, tapi terlalu banyak opsi yang jauh lebih mendingan ketimbang motor tersebut. Ujungnya, Suzuki bukannya ikut bertarung, tapi makin dihajar sama pabrikan lain. Salah siapa? Nggak tahu sih.

Dari paparan di atas, kita bisa bilang kalau Gixxer kurang recommended untuk dibeli. Tapi, layaknya sepak bola, motor pun punya fans-nya sendiri-sendiri. Kalau kalian pencinta Suzuki garis keras, gas aja sih. Asal ada duitnya.

Penulis: Andri Aditya Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2022 oleh

Tags: motor sportsuzukisuzuki gixxer sf 250
Andri Aditya Wicaksono

Andri Aditya Wicaksono

Pejuang rupiah halal

ArtikelTerkait

Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki di Indonesia Nyungsep dan Sulit Bangkit Lagi?

6 Maret 2022
Suzuki Karimun Wagon R Boleh Mati, tapi Ia Mati Terhormat

Suzuki Karimun Wagon R Boleh Mati, tapi Ia Mati Terhormat

1 Desember 2025
5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

30 Agustus 2025
suzuki carry suzuki karimun city car mojok

Karimun Kotak, Legenda City Car yang Tak Lekang Zaman

27 Juli 2020
Suka duka bersama Suzuki Futura (Unsplash)

Suka Duka Bersama Suzuki Futura Sejak 2012

4 Mei 2023
Suzuki RC 80: Namanya doang Jet Cooled, Tenaganya mah Lelet!

Suzuki RC 80: Namanya doang Jet Cooled, Tenaganya mah Lelet!

6 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga
  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.