Motor Sport Itu Menang Bodi doang, Selebihnya Biasa Saja – Terminal Mojok

Motor Sport Itu Menang Bodi doang, Selebihnya Biasa Saja

ArtikelFeatured

Jika ditanya tipe motor apa yang saya benci, saya bakal menjawabnya dengan lantang motor sport, sebangsa CBR, R25, R15, GSX, dan motor-motor berfairing lainnya. Alasannya cukup privasi bagi saya dan nggak akan saya sebutkan di sini. Tapi, saya akan menyebutkan kenapa motor sport nggak begitu worth buat dibeli jika mengesampingkan sisi tampangnya yang keren itu.

Bagi saya pribadi, motor jenis ini hanya menjual tampang dan punya kenyamanan di bawah rata-rata, jadi buat kamu yang ngebet pengin banget beli motor sport untuk dibuat harian, saya sarankan lebih baik urungkan niat. Jangan terkecoh hanya dengan terlihat keren. Pasalnya yang keren tak selalu menggambarkan hati performa mesin serta memberikan kenyamanan seutuhnya. Begitulah tabiat motor sport ini.

Terus soal posisi riding jika dibandingkan sama motor matic, sebut saja Honda Beat masih enak Beat kemana-mana sih, bagi saya lho ya. Buat apa tampang keren, kece tapi nggak bisa bikin nyaman, halah. Banyak nilai minus motor sport yang bakal disebutkan yang seringkali nggak diketahui karena tertutup tampilannya yang keren. Kira-kira kayak begini alasannya.

Riding position-nya bikin encok

Saya nggak mungkin membenci tanpa alasan yang jelas, termasuk dalam membenci motor sport. Ketika saya mencoba motor ini, meski hanya untuk muter-muter, saya langsung kapok. Riding position yang terlalu menunduk membuat punggung saya sakit. Ini baru muter-muter lho ya, belum dalam perjalanan yang jauh.

Ergonomi yang nggak menyenangkan itu bakal menyulitkan kita ketika berada di jalan-jalan kota yang macet. Belum kalau kita ke daerah pinggiran yang jalannya banyak yang berlubang. Udah kita harus pelan-pelan yang berarti kita bakal nggak nyaman, tambah harus menghindari lubang atau malah kena lubang. Ya Tuhan nggak ada nyamannya ini motor.

Yang bonceng bakal sengsara

Jangan harap bisa memegang begel dengan rasa aman di motor ini, pasalnya semua pabrikan seperti bersekutu untuk tidak memasang besi pegangan ‘begel’ yang umum ada di motor matic dan bebek. Jalan satu-satunya agar sedikit merasa aman dari was-was akan jatuh tentu saja para boncenger dan ukhti harus pegangan sama yang lagi bawa motor. Dengan kata lain, motor sport juga bisa dikatakan motor modus bagi para fucek boy dil uar sana.

Terus soal sensasi boncengnya yang kayak naik roller coaster itu benar adanya. Asal tahu saja bahwa saat dibonceng dengan motor sport yang notabene posisi jok belakang lebih tinggi dari yang depan itu berarti hembusan angin dari depan, pemandangan orang pacaran di atas motor, terus guguran daun pohon mahoni bakal langsung kena boncenger. Berbeda dengan posisi tipe motor lain yang hampir sejajar, sehingga bisa sedikit berlindung di balik punggung sang rider. Alih-alih memberi rasa melindungi, yang membonceng malah kena sial.

Kalo hujan suka nyiprat

Posisi spakbor belakang motor sport itu nggak menutupi ban, nggak seperti motor matic dan bebek. Alhasil, ketika hujan, pengendara motor di belakang bakal kecipratan air. Terkadang, pemilik motor sport juga melepas spakbor belakang mereka biar motor kelihatan lebih sporty.

Jujur aja, waktu dilepas emang keliatan itu motor lebih tinggi dan rapi. Cuman, pas hujan nanti bisa ditebak orang di belakang bakal kecipratan air sampe muka. Iya, memang kek gitu jadinya. Nggak percaya? Sana gih nyoba.

Yang dirugikan nggak hanya pengendara lain, Bro. Orang yang bonceng motor sport pun bakal kecipratan air dari ban. Ban yang tinggi plus nggak ada penutup di rantai bikin air mengotori kaki pembonceng. Kasihan yang bonceng, Bro., kudu bersih-bersih kaki tiap turun dari kendaraan.

Bikin yang naik jadi sombong

Naik motor sport, tidak dimungkiri, memberi Anda sensasi yang berbeda. Selain sensasi berkendara yang berbeda, juga prestise yang meningkat. Nah, ini masalahnya. Kalau yang naik hanya sekadar seneng dan bangganya disimpen sendiri sih nggak apa-apa. Kalau takabur, bagaimana?

Orang-orang yang takabur gara-gara motor sport itu adalah musuh di jalan. Gimana nggak musuh, orang pengendara motor sport yang takabur itu biasanya ugal-ugalan di jalan. Selain bikin bahaya diri sendiri, bisa bikin orang lain kena celaka.

Bener dah, ni motor emang isinya mudharat. Udah nggak nyaman buat pengendara, nggak nyaman buat pembonceng, bikin kotor, plus bikin sombong. Astaghfirullah, laknat kali ini motor.

Maka dari itu, saya sarankan nggak usah beli ini motor, banyak negatifnya. Saya mah nggak bakal beli motor sport, orang nggak punya duit. Beda cerita kalau punya duit, paling saya kirim artikel “Betapa Enaknya Mengendarai Motor Sport”. Tapi, kan saya belum punya, jadi nggak beli.

Pokoknya, jangan beli, kasihan boyokmu.

BACA JUGA Pasang Knalpot Racing Adalah Tanda Pemilik Motor Boros dan Tidak Setia dan tulisan Budi lainnya.

Baca Juga:  Arsenal Memang ‘Harus’ Melepas Ainsley Maitland-Niles, Fans Jangan Sepotong Menilai

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.