Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Susi Pudjiastuti, Terima Kasih

Kalis Mardiasih oleh Kalis Mardiasih
25 Oktober 2019
A A
Mbok Jangan Terlalu Mengkhayal Bu Susi Bakal Jadi Menteri KKP Lagi terminal mojok.co susi pudjiastuti benur benih lobster edhy prabowo

Mbok Jangan Terlalu Mengkhayal Bu Susi Bakal Jadi Menteri KKP Lagi terminal mojok.co susi pudjiastuti benur benih lobster edhy prabowo

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang barangkali akan kangen banget dengan foto-foto semacam ini. Foto yang ikonik, yang membuat orang bisa bangga dan ingin pamer ke seluruh dunia kalau negara kami punya Menteri keren. Ini fotonya. Dia memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di tengah lautan yang luas, dia duduk di atas paddleboard sambil minum kopi dan udut. Perempuan ini adalah ratu penguasa laut utara, barat, timur dan selatan yang sambil santai begitu, tiba-tiba bisa sekaligus teriak, “tenggelamkan!”

Berkat Ibu Susi, rakyat Indonesia jadi ingat kalau punya laut. Laut, dalam semesta pembicaraan Ibu Susi adalah kehidupan. Ia mencintai kehidupan di lautan sekaligus tahu betul bahwa laut adalah sumber penghidupan para nelayan. Susi memang tidak sempurna, tapi ia bisa membuat Indonesia ingat bahwa ada kehidupan lain di Indonesia selain gedung-gedung dan beton-beton di perkotaan.

Di media sosial, orang-orang suka memotret menu makan ikannya lalu memention Ibu Susi. Ibu Susi, kami makan ikan untuk memenuhi perintah Bu Susi! Benar. Ibu Susi sering bilang kalau anak-anak harus rajin makan ikan karena ikan bergizi tinggi. Ibu Susi seringkali membanggakan ikan-ikan Indonesia. Dia bilang ikan mahal yang ada di restoran-restoran yang diimpor dari luar negeri itu kandungan gizinya jauh lebih rendah dari ikan pindang yang ada di laut Indonesia yang harganya sangat murah di pasar-pasar. Ibu Susi menumbuhkan kebanggaan kerakyatan.

Pada suatu hari, Mark Zuckerberg si bos Facebook mengunggah foto paddling di media sosialnya. Ibu Susi tiba-tiba kirim komentar: “Saya juga suka paddling. Ingin sekali menantangmu untuk balap paddle dan memenangkan 10 persen saham Facebook. Jadi saya bisa menjualnya dan menggunakan uang itu untuk membeli beberapa kapal patroli besar untuk melindungi perairan Indonesia dari kapal ikan yang ilegal, tak dilaporkan, tak diregulasi, dan membeli kapal ikan untuk nelayan Indonesia agar mereka bisa memancing lebih banyak dan lebih baik lagi.”

Saya tak peduli apakah Ibu Susi sedang iseng ketika mengetik begitu. Tapi fakta bahwa pemimpin negara bagian lautan selalu berbicara tentang harapan kehidupan lautan di publik adalah oase, di tengah tontonan pejabat-pejabat negara seperti Arteria atau Masinton yang selalu bicara soal angka-angka.

Di Jakarta Fashion Week 2019, Ibu Susi tiba-tiba muncul dengan kacamata hitam, outer batik, dan sepatu booth. Rupa-rupanya, ia menerima tantangan Anne Avantie yang menjanjikan 10 perahu untuk para nelayan Palu-Donggala kalau ia mau berjalan di atas catwalk malam itu.

Susi Pudjiastuti juga semacam “SJW” lautan. Ia berkampanye untuk mengurangi tas plastik sekali pakai. Ia berkampanye untuk tidak memakai sedotan plastik. Ia selalu bicara itu atas nama edukasi sampah di lautan yang kian menggunung. Ia menjelaskan bahwa ada milyaran ikan-ikan kecil yang belum bisa membedakan sumber makanan di lautan, akhirnya memakan mikroplastik karena dikiranya biota laut. Akhirnya ikan-ikan kecil itu mati karena sampah plastik di lautan.

Susi Pudjiastuti adalah perempuan dengan pandangan meritokrasi. Ia tidak senang kalau ia dilihat sebagai perempuan, oleh karena itu harus dibilang hebat. Ia percaya kalau siapa saja bisa hebat asalkan mereka mau bekerja keras.

Baca Juga:

Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri yang Paling Dirindukan

Sudah Waktunya Susi Pudjiastuti Diperhitungkan sebagai Capres

Tentu saja ia melihat dirinya sendiri. Terkadang saya tidak sepakat dengan pandangannya itu. Di luar sana, ada banyak perempuan yang memang mengalami peminggiran, stigmatisasi, subordinasi dan menjadi korban kekerasan ganda yang karena benar-benar terbatas tidak bisa lagi untuk sekadar punya akses. Tapi bagaimana pun, Susi Pudjiastuti bicara atas nama harapan. Ia pasti mau bilang kalau anak-anak Indonesia, dari daerah dan latar belakang apa pun, bisa jadi apa saja asalkan tidak menyerah.

Susi Pudjiastuti adalah perempuan yang pada hari pertama pengumuman Kabinet membuat ribut luar biasa karena pertanyaan “siapa perempuan ini?” yang bukan elit partai, yang bertato di kaki, dan pertanyaan lainnya. Tapi kemudian ia selalu saja dibicarakan dengan penuh decak kagum dan kini akan tinggal kangen kepada foto-fotonya yang super passionate.

Kita melihat Susi Pudjiastuti selalu sebagai perempuan lautan yang bukan penguasa, yang dengan santainya duduk bareng dan bercanda dengan nelayan tanpa takut kotor dan kepanasan. Yang dibahas dari Susi adalah khazanah lautan, bukan merek tas mahal, sepatu atau pembicaraan khas elit lainnya.

Di penghujung kepemimpinannya, Ibu Susi mengumumkan bahwa reklamasi Teluk Benoa Bali dibatalkan. Sebuah ketegasan yang tentu dihadang oleh para cukong yang rakus dan culas.

“Saat pelantikan, Pak Jokowi minta saya bikin terobosan. Saya terobos semua.”

“Tuhan itu luar biasa adil dan akbar. Ikan di laut melimpah tanpe perlu kita beri pakan. Kita hanya perlu membiarkannya dan mengambilnya dengan cara yang bijak saja tanpa semena-mena. Menjaga, mengelola dan mengambil ikan dengan bijak seperti ini adalah tugas kita semua.”

Selain Pak Habibie yang akan selalu mengingatkan kita pada pesawat, ada Susi Pudjiastuti yang membuat anak-anak laut Pangandaran, laut Pantura juga laut Timur Indonesia bisa bermimpi memimpin lautan di negeri ini.

Terima kasih, Ibu….

BACA JUGA Gus Dur dan Radikalisme dalam Kacamata Kemanusiaan atau tulisan Kalis Mardiasih lainnya. Follow Facebook Kalis Mardiasih.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: menteri kelautansusi pudjiastuti
Kalis Mardiasih

Kalis Mardiasih

ArtikelTerkait

Susi Pudjiastuti yang dirindukan (Sumber: IG @SusiPudjiastuti115)

Susi Pudjiastuti, Mantan Menteri yang Paling Dirindukan

3 Juni 2023
Sudah Waktunya Susi Pudjiastuti Diperhitungkan sebagai Capres

Sudah Waktunya Susi Pudjiastuti Diperhitungkan sebagai Capres

24 Juli 2022
susi pudjiastuti kritik twitter cari muka politik mojok.co

Komentar Susi Pudjiastuti Murni Kritik, Bukan Ajang Cari Popularitas Politik

15 Juli 2020
susi cek ombak

Menganalisis Acara “Susi Cek Ombak” yang Bentar Lagi Tayang di TV

13 Juni 2020
Mbok Jangan Terlalu Mengkhayal Bu Susi Bakal Jadi Menteri KKP Lagi terminal mojok.co susi pudjiastuti benur benih lobster edhy prabowo

Mbok Jangan Terlalu Mengkhayal Bu Susi Bakal Jadi Menteri KKP Lagi

4 Desember 2020
Membayangkan Jinbe Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia

Membayangkan Jinbe Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia

22 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.