Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Susahnya Mengaku sebagai Orang Karanganyar

Hanifatul Hijriati oleh Hanifatul Hijriati
7 Juni 2021
A A
Susahnya Mengaku sebagai Orang Karanganyar terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang asli Karanganyar, saya sering merasakan kesulitan saat menyebut dari mana asal saya. Oh, perlu saya jelaskan, yang saya maksud adalah Kabupaten Karanganyar yang terletak di provinsi Jawa Tengah.

Sesama warga Solo Raya, nama Kabupaten Karanganyar pastinya tidak asing di telinga. Namun, jika saya harus berinteraksi dengan warga luar Solo Raya, saya masih harus menjelaskan lebih detail lagi tentang daerah asal saya ini. Saya harus menjelaskan wilayah geografis, tempat wisata terkenal, hingga siapa nama mantan bupati saya.

Biasanya, saking susahnya saya menjelaskan, cukup bilang daerah saya itu yang ada makamnya Mbah Harto. Meskipun ini juga kontribusinya kecil dalam membantu saya menjelaskan, setidaknya saya berusaha untuk mengenalkan pamor Karanganyar selain terkenalnya karena ada sosok orde baru.

Sulitnya mengaku sebagai orang Karanganyar yang saya alami ini setidaknya karena ada tiga alasan utama.

Alasan pertama, ada lebih dari satu nama Karanganyar

Jika ditelusuri lebih lanjut, di provinsi Jawa Tengah terdapat nama Karanganyar yang cukup banyak. Nama ini dipakai untuk nama kecamatan hingga kelurahan. Saya bisa menemukan lebih dari lima nama Karanganyar yang berada di provinsi Jawa Tengah.

Maka, sebagai orang asli Kabupaten Karanganyar, sesungguhnya saya harus berbangga hati karena nama kabupaten Karanganyar ya cuma satu, lainnya tingkatannya di bawah kabupaten semua. Namun, embel-embel kabupaten ternyata belum cukup menopang ketenarannya.

Saat saya masih suka surat-suratan, saya selalu merasa heran kenapa surat saya kok belum ada balasannya. Padahal alamat surat sudah saya minta dikirim ke sekolah saja. Maklum, rumah saya terlalu masuk ke kecamatan, saya kan kasihan sama pak posnya yang harus bergerilya mencari rumah saya.

Setelah sekian lama tak ada balasan dari sahabat pena saya kala itu, akhirnya baru saya ketahui bahwa surat jawaban teman saya itu nyasar hingga Kecamatan Karanganyar, Purwokerto. Padahal kode pos sudah tertulis, tapi tidak ditulis Kabupaten Karanganyar, Surakarta.

Baca Juga:

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

Nah, di situlah kesalahannya. Seharusnya ada tambahan Solo atau Surakarta setelah penulisan nama kabupaten. Hingga sekarang saat teknologi GPS sudah mengudara, penambahan kata Solo atau Surakarta masih dianjurkan. Biar apa? Ya biar tidak nyasar laaah~

Alasan kedua, sering dianggap Solo

Untuk alasan ini, saya tidak tujukan kepada orang-orang asli wilayah Solo Raya. Jika saya ketemu orang Wonogiri, Klaten, Sragen, Boyolali,  atau Sukoharjo, tentu menyebut saya asli Karanganyar tidak membuat mereka bingung atau menyamakan dengan Solo.

Nah, pada suatu kesempatan saya menghadiri seminar di Semarang. Seminar ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari semua kabupaten se-Jawa Tengah. Tentu saja saya dapat banyak kenalan di acara ini.

“Oh, Mbaknya asli Karanganyar, ya? Karanganyarnya mana?”

“Kabupaten Karanganyar, anu… yang arah Solo.”

“Oalah, Solo to, bilang aja orang Solo.”

Pada kesempatan lain, saat seorang teman mengajak saudaranya dari luar Jawa Tengah jalan-jalan ke tempat wisata di sekitaran Gunung Lawu, mereka menyebut Tawangmangu itu di Solo. Otomatis Kabupaten Karanganyar yang jelas-jelas wilayah administratif yang luasnya melebihi Kota Solo tidak dianggap ada atau bahkan dianggap hanya sebagai sampiran saja.

Alasan ketiga, Tawangmangu lebih terkenal

Selain dikenal lebih identik Solo, Tawangmangu yang secara administratif merupakan kecamatan dari Kabupaten Karanganyar, lebih dikenal luas daripada kabupaten yang menanunginya. Padahal, Tawangmangu adalah ikon wisata paling terkenal di daerah saya. Sayangnya, banyak yang mengira jika Tawangmangu ini bukan di daerah saya.

Saat saya mengantar keliling seorang teman yang kebetulan berasal dari Kalimantan, ia selalu mengulang-ngulang menyebut bahwa ia berada di Solo, tepatnya Tawangmangu. Entah mengapa ia sulit menjelaskan kepada temannya bahwa Tawangmangu bukanlah di Solo, melainkan Karanganyar.

Karena alasan-alasan tersebut itu kadang saya iri juga sama orang-orang yang asli Wonogiri, Sragen, Klaten, atau Boyolali. Yha mereka gampang saja gitu menyebutkan asal mereka tanpa harus menjelaskan susah payah, apalagi harus ditambah embel-embel Solo di belakangnya.

Ini kan ngeselin. Di saat Karanganyar bukan milik Solo, tapi tetap saja harus ditulis Solo. Seolah-olah berada di bawah Solo.

Sumber Gambar: YouTube

BACA JUGA Wisata ke Kota Solo? Jangan Lupa Sambangi Tempat-tempat Foto-able ala Kawula Muda atau tulisan Hanifatul Hijriati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: jawa tengahKampung HalamankaranganyarNusantara Terminal
Hanifatul Hijriati

Hanifatul Hijriati

Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Gemolong. Sering memiliki kegelisahan jika berkaitan dengan kebijakan pendidikan.

ArtikelTerkait

Lumpia Semarang Bukti Tuhan Maha Mendengar (Pixabay)

Sepotong Lumpia Semarang yang Membuat Saya Tambah Yakin Tuhan Itu Maha Mendengar

25 Desember 2023
UIN Salatiga Menyimpan Salah Paham yang Menyesatkan (Unsplash)

UIN Salatiga Menyimpan Salah Paham yang Menyesatkan

3 Januari 2024
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah

15 Juni 2024
5 Tempat Pacaran di Purwokerto kalau Sedang Bokek, Suasana Romantis dan Murah Meriah Mojok.co

5 Tempat Pacaran di Purwokerto kalau Sedang Bokek, Suasana Romantis dan Murah Meriah

19 Mei 2024
Ketika Pendidikan “Layak” Harus Dibayar dengan Luka yang Dalam (Unsplash)

Ketika Pendidikan “Layak” Harus Dibayar dengan Luka yang Dalam

19 Juni 2025

Nama yang Tak Identik dengan Suku, Bikin Bingung Masuk Komunitas Daerah Asal

24 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso (Unsplash)

Dosa Besar Menganggap Bakso Aci Sebagai Bakso: Sebuah Tutorial Merusak Mood Pecinta Bakso Daging Sapi

10 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.