Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Mencoba Menebak Maksud Tujuan Seseorang dari Stiker yang Ditempelnya

Kuncoro Purnama Aji oleh Kuncoro Purnama Aji
7 Juni 2021
A A
Mencoba Menebak Maksud Tujuan Seseorang dari Stiker yang Ditempelnya terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Stiker pada dasarnya adalah sebuah benda yang memiliki fungsi estetis. Terkadang banyak orang yang mengoleksinya karena desain ataupun nilainya. Namun semakin ke sini, stiker sudah menjadi sebuah alat komunikasi atau sebuah simbolisasi tertentu. Banyak orang yang menggunakan benda satu ini sebagai bentuk ungkapan yang ingin ditunjukkan ke orang lain.

Dalam artikel ini, saya akan sedikit mengidentifikasi maksud tujuan tersebut, berdasarkan stiker apa yang ditempel seseorang. Pendapat ini murni adalah pendapat saya pribadi, dan lebih banyak berdasarkan prasangka saja. Apabila tidak setuju dengan pendapat saya, tidak masalah sama sekali, karena itu adalah hak Anda.

Pertama, stiker happy family dan Kids Fun supaya keluarganya terlihat bahagia. Saya sering menjumpai sebuah mobil yang kaca belakangnya tertempel banyak stiker. Salah satu yang sering saya jumpai adalah stiker happy family dan Kids Fun. Jelas, itu tidak memiliki fungsi estetik. Tidak mungkin ada orang yang secara impulsif menempelkannya supaya mobilnya terlihat keren.

Stiker Kids Fun menjadi tolok ukur keluarga bahagia karena jarang orang bisa mendapatkannya. Salah satu syaratnya adalah kita harus masuk dulu ke dalam tempat rekreasi anak Kids Fun yang cukup terkenal di Yogyakarta. Di zaman saya kecil dulu, setiap orang yang bisa masuk ke sana akan dianggap sebagai orang yang berada. Karena pada masa jayanya, Kids Fun adalah sarana rekreasi yang cukup elit.

Walaupun saya tidak mau suuzan, tapi ada suara di pikiran saya yang mengatakan bahwa tujuan orang menempelnya supaya keluarganya terlihat bahagia saja. Saya teringat salah satu joke dari Adriano Qalbi yang mengatakan bahwa stiker happy family hanya ditemukan di mobil murah dan itu hanyalah alat supaya keluarganya terlihat bahagia. Ya semoga saja dengan memasangnya keluarga mereka beneran bahagia.

Kedua, stiker almamater sekolah atau kampus. Orang yang menempelkan stiker almamater sekolah atau kampusnya adalah mereka yang ingin diakui pencapaiannya. Saya mengatakan hal tersebut karena saya sering menjumpai stiker yang ditempel kebanyakan dari almamater ternama. Dari situ saya dapat menyimpulkan jika tujuan orang menempelkannya supaya terlihat keren gitu. Walaupun ini hanyalah prasangka saya saja.

Mungkin saja hal tersebut adalah bentuk kebanggan mereka terhadap achievement yang mereka raih. Masuk sekolah atau kampus favorit itu nggak mudah, loh, jadi sah-sah saja jika mereka merayakannya dengan memasang stiker almamaternya.

Ketiga, stiker dari brand fashion ternama supaya status ekonominya terangkat. Biasanya ketika kita membeli suatu barang dari sebuah brand fashion, kita akan mendapatkan bonus stiker. Lalu, biasanya akan ditempel orang tersebut sebagai pertanda bahwa ia mampu membeli barang dari brand itu. Saya sering menjumpai stiker-stiker ini tertempel di helm motor. Menurut saya hal ini adalah sebuah upaya unuk meningkatkan status ekonominya, karena memang harga barang dari brand tersebut cukup menguras kantong. Jadi, mereka yang menempelkannya ingin menunjukkan bahwa mereka mampu membeli.

Baca Juga:

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

Walaupun hal itu sah-sah saja, karena itu adalah bentuk kebebasan berekspresi. Namun yang menjadi masalah adalah orang hanya membeli stikernya saja, bukan hasil dari beli barangnya. Saya sering menjumpai orang yang di helmnya penuh dengan stiker dari brand ternama, tapi jika melihat dari helmnya yang hanya helm Honda pabrikan, saya jadi ragu kalau itu original. Jadi, kalau ujungnya cuma bohong buat apa coba?

Apa pun itu bentuk kegiatan yang kita lakukan pasti memiliki arti dan nilai tertentu, yang terkadang hanya bisa dipahami oleh beberapa orang. Seperti kegiatan menempel stiker, pasti ada maksud tertentu dari orang yang menempelkannya. Karena bisa jadi stiker tersebut merupakan bentuk simbol yang cukup berarti bagi beberapa orang.

BACA JUGA Tetangga Adalah Saudara Terdekat Meski Hobinya Karaoke di Rumah dan tulisan Kuncoro Purnama Aji lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2021 oleh

Tags: Gaya Hidup Terminalhelmmobilstiker
Kuncoro Purnama Aji

Kuncoro Purnama Aji

Memiliki keinginan menjadi penulis, meski prosesnya berjalan pelan. Banyak ide justru muncul saat berlari dan membiarkan pikiran mengembara.

ArtikelTerkait

Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma terminal mojok.co

Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma

16 Agustus 2021
millennials beban ekspektasi tinggi beli rumah mojok

Nelangsanya Milenial: Dijadikan Target Jualan dan Dibebani Ekspektasi Super Tinggi

20 Juni 2021
Punya Teman Jago Main Gitar Adalah Privilese yang Jarang Disadari Orang terminal mojok

Punya Teman Jago Main Gitar Adalah Privilese yang Jarang Disadari Orang

7 Agustus 2021
pengemudi pemula

5 Kemampuan yang Wajib Diasah Pengemudi Pemula

10 Desember 2021
Mengenang Tarik Benang dan Lotre Cabut, Mainan Judi ala Bocah Generasi Awal 2000-an terminal mojok

Mengenang Tarik Benang dan Lotre Cabut, Mainan ‘Judi’ ala Bocah Generasi Awal 2000-an

30 Juni 2021
Jangan Abaikan Peran Bapak-bapak dalam Tradisi Rewangan di Hajatan Tetangga terminal mojok.co

Jangan Abaikan Peran Bapak-bapak dalam Tradisi Rewangan di Hajatan Tetangga

12 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.