Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi

Log Taufiq oleh Log Taufiq
17 September 2022
A A
Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi juventus

Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nonton pertandingan klub bola kesayangan biasanya jadi satu hal yang ditunggu-tunggu fans sepak bola setiap pekan untuk dinikmati. Sayangnya, tidak bagi Juventini, sebutan untuk fans Juventus.

Semenjak comeback-nya pelatih legendaris Juve, Allegri, pada musim lalu, Juventus seakan-akan menjadi klub medioker. Istilah kata, mereka malah bersyukur ketemu juve. Kalau kita bicara musim lalu, masih maklum lah kalau Juve hanya mampu finish di peringkat keempat. Juventini tahu, Allegri masih coba menyesuaikan dengan keadaan. Namun, untuk musim ini, hal tersebut nggak berlaku. Lha wong udah datengin pemain berkelas macam Paredes, Di Maria, dan Pogba, masak hasilnya malah ampas gini?

Juventini garis tabah pun mulai habis kesabaran dan kesadaran. Kita sebagai Juventini merasa Juve di bawah Allegri itu nggak jelas. Pola permainan La Vecchia Signora di bawah Allegri itu begini: bawa bola ke depan, abis itu umpan ke belakang. DAH, ITU.

Selain itu, yang bikin fans meradang adalah pernyataan Allegri yang absurd dan menunjukkan kebebalannya. Beliau selalu menekankan bahwa bermain jelek nggak masalah dan itu caranya untuk mendapatkan hasil yang positif.

GIMANA CERITANYA?

Gimana nggak mendidih tuh otak fans? Apalagi fans layar kaca indonesia yang udah bela-belain begadang cuma dibikin bete doang.

Itu baru sebagian kecil yang bikin jadi Juventini capek. Manajemen juga seolah-olah tetap mendukung Bapack Allegri untuk melanjutkan misinya melatih pemain-pemain tangguh kesayangannya, seperti Bonucci, Cuadrado, Alex Sandro, dll sampai tahun 2025 mendatang.

Kayu mati kok ya dipelihara lho, heran.

Baca Juga:

Juventus, Si Nyonya Tua yang Jago Belanja

Buang Sial, Sebaiknya Manchester United Ganti Logo Saja

Tapi, saya agak maklum sama manajemen Juventus. Kalau Juve mau pecat Allegri, Juve harus bayar pesangon gaji dari sisa durasi kontrak yang sangat besar untuk dipenuhi. Juve memang nggak bisa dengan mudah meniru klub lain. Seperti Chelsea, misalnya, yang dengan mudah ganti pelatih apabila hasil yang didapat tidak memuaskan.

Mungkin Bos Agnelli harus belajar dari perusahan-perusahan di Indonesia gimana caranya ngeluarin pegawai tanpa dipecat. Biasanya sih dibikin nggak nyaman kerja, dibuat seolah-olah lingkungan kerja toxic, sampe Allegri mutusin resign sendiri kemudian pulang kampung. Atau kalau mau lebih elegan, Allegri bisa aja nggak usah dipecat, tapi kopinya dikasih garem. Atau gimanalah bodo amat.

Toh bagi sebagian Juventini, kalau Allegri tetap bertahan, Juve justru akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar lagi nantinya sih. Nggak percaya? We’ll see..

Kamis kemarin misalnya, setelah Juve dipecundangin Benfica di kandang sendiri. Juve resmi pertama kali dalam sejarah kalah dalam dua laga awal berturut-turut di Liga Champions.

Lucunya adalah setelah Juve kalah oleh PSG di laga sebelumnya, Allegri membuat statment kalau melawan Benfica adalah hal yang paling masuk akal untuk ngedapetin poin kemenangan di kandang. Asumsinya mungkin begini, setelah menang lawan Benfica di kandang Juve, kemudian dia masih bisa mengusahakan hasil positif di laga selanjutnya. Tapi sayangnya fakta lapangan berbicara lain, Juve malah terancam turun  ke liga malam jumat. Keyakinan fans Juve di Liga Champion pun pupus.

Sungguh Juventus sekarang bukan Juventus yang dulu, tidak ada grinta untuk mencari kemenangan. Tidak ada rasa penyesalan besar ketika mendapatkan hasil imbang maupun kalah. Hanya omong kosong Allegri dengan keras kepalanya.

Sebagai fans layar kaca, Juventini cuma berharap ada keajaiban Juve mampu dapetin salah satu trofi, apa pun itu. Miris memang, untuk tim sekelas Juventus, mereka berharap keajaiban untuk dapat trofi, sesuatu yang harusnya mereka raih.

Saya ingin menutup artikel dengan pernyataan ini. Saya sayang dengan Juventus, tapi tidak dengan Allegri. Maka, hal paling masuk akal adalah ALLEGRI OUT!

Penulis: Taufiq Hidayat
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Juventus, Klenik Kutukan Gol Muntari, dan Identitas Pecundang yang Perlu Diterima

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 September 2022 oleh

Tags: allegrijuventinijuventus
Log Taufiq

Log Taufiq

I am what I am.

ArtikelTerkait

Menghitung Penghasilan Kojiro Hyuga di Juventus

Juventus, Klenik Kutukan Gol Muntari, dan Identitas Pecundang yang Perlu Diterima

8 Agustus 2020
claudio marchisio juventus mojok

Claudio Marchisio, sang Pangeran yang Tak Pernah Naik Takhta

4 Agustus 2020
ansu fati barcelona bangkrut fcb femeni la masia arthur melo barcelona pjanic juventus MOJOK

Arthur Melo dan Miralem Pjanic, Ironi Mes Que Un Club Barcelona

30 Juni 2020
milan inter juventus arsenal MOJOK.CO

Fans Milan Dikeroyok Fans Inter dan Juventus, Mereka Adu Bacot Gara-gara Fans Arsenal

10 Juli 2020
AC Milan Juventus Serie A MOJOK

Milan Kalahkan Juventus, tapi Dapat Penalti, Milanisti Kecewa

8 Juli 2020
Kekalahan Juventus Sebaiknya Dibatalkan karena Tidak Ada Penalti Biar Milanisti Nggak Protes MOJOK.CO

Kekalahan Juventus Sebaiknya Dibatalkan karena Tidak Ada Penalti Biar Milanisti Nggak Protes

24 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.