Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Claudio Marchisio, sang Pangeran yang Tak Pernah Naik Takhta

Septa Aditya Katon Pamungkas oleh Septa Aditya Katon Pamungkas
4 Agustus 2020
A A
claudio marchisio juventus mojok

claudio marchisio juventus mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Jika kita berbicara tentang Claudio Marchisio, ingatan kita akan kembali pada masa-masa Calciopoli. Musim 2006/2007 mungkin adalah musim yang tak ingin dikenang oleh Juventini manapun. Untuk pertama kalinya sang penguasa Serie A dipaksa untuk ambil bagian di pentas Serie B setelah sebelumnya menjuarai Serie A musim 2005/2006.

Sungguh tak masuk akal dengan skema yang menurut saya sangat mengada-ada bahwa tim yang berjuluk Bianconeri ini dianggap mencederai fair play. Materi pemain yang sangat fantastis, mulai dari penjaga gawang hingga striker semuanya berlabel bintang namun dianggap “butuh” bantuan untuk menjadi juara. Terbukti skuad yang tampil di babak final piala dunia baik di tim Perancis maupun Italia ada berapa banyak pemain Juventus bercokol disana? Kalo diinget-inget terus malah makin gondok rasanya. Tapi kali ini bukan itu yang mau saya ulas tapi tokoh fenomenal lain yang muncul akibat dari momen itu.

Namanya Claudio Marchisio, yang sejak junior telah menjadi bagian dari skuad muda Timnas Italia. Layaknya pemuda-pemuda dari Turin yang selalu bermimpi untuk bisa menjadi bagian dari skuad La Vecchia Signora, Marchisio pun punya mimpi yang sama. Kesempatan itu nyaris sirna ketika melihat skuad yang ada di bawah asuhan Don Charleto kala itu sudah penuh sesak dengan nama-nama besar. Lalu bagaimana bisa seorang bocah menembus persaingan berat itu?

Di balik setiap musibah selalu ada berkah, mungkin kata-kata mutiara ini tepat digunakan sekarang. Periode buruk yang menerpa Juventus pasca 2006 menjadi momen bagi beberapa pemain muda untuk ambil bagian dalam misi membawa kembali Sang Nyonya untuk berlaga di Serie-A. Musim 2006/2007 jadi awal sebuah era, di bawah komando Didier Deschamps Juventus terlalu digdaya di kasta kedua liga Italia. Bahkan sang Kapten Alex Del Piero menyabet gelar top skor di sana. Tabloid olahraga jadi primadona kala itu selain tayangan olahraga akhir pekan hanya demi mengetahui perkembangan Juventus di Serie-B. Salah satu bakat yang menonjol kala itu adalah Marchisio. Mengisi pos yang ditinggalkan para bintang, Marchisio menunjukkan potensinya sebagai calon bintang besar.

Semusim di Serie-B dan akhirnya membawa Juventus kembali ke Serie-A, nyatanya tak menjamin Marchisio muda untuk aman bertahan di Juventus. Proyek ambisius Juventus untuk sesegera mungkin merajai kembali Serie-A harus menunda mimpi Marchisio. Dia dipinjamkan ke Empoli bersama beberapa pemain muda lainnya seperti Giovinco.

Semusim menempa diri akhirnya Marchisio kembali, dan kali ini dia sudah cukup siap untuk merebut posisi dalam skuad Juventus. Sayang, Juventus saat itu bukan lah tim yang cukup kuat hanya sekedar pengganggu hegemoni Inter dan Roma yang konsisten.

Waktu yang dinantikan akhirnya datang. Kehadiran Antonio Conte seakan membuat kecemerlangan Marchisio kian teruji. Gelar perdana Serie-A pun diraih. Marchisio, Vidal, dan Pirlo menjadi tiga punggung penting Juventus dengan sebutan MVP. Selain menjadi bagian dari “MVP”, julukan Il Principino lekat padanya.

Sebagai produk akademi Juventus, bukan rahasia lagi jika harapan besar untuk sang pangeran akan naik takhta. Terlebih sang ikon club, Alesandro Del Piero memutuskan meninggalkan club di akhir musim 2011/2012 setelah musim yang membahagiakan. Marchisio pun digadang-gadang akan naik tahta dan menjadi “Raja” selanjutnya, tapi tidak semua berjalan sesuai rencana. Sang Pangeran tetap hanya jadi Pangeran, bahkan posisinya kian tergerus dengan munculnya seorang bocah ajaib dari Perancis, Paul Pogba.

Baca Juga:

Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi

Juventus, Si Nyonya Tua yang Jago Belanja

Musim 2017/2018 jadi akhir perjalanan Marchisio bersama Juventus, setelah melalui banyak hal bersama dan masalah kebugaran yang menggerogoti performanya Sang Pangeran pun akhirnya pergi. Ya, pergi dengan status tetap sebagai Pangeran karena satu-satunya Raja di Juventus hanyalah King Alex, Alesandro Del Piero.

Sumber gambar: Wikimedia Commons.

BACA JUGA Milan Kalahkan Juventus, tapi Dapat Penalti, Milanisti Kecewa dan tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2020 oleh

Tags: claudio marchisiojuventus
Septa Aditya Katon Pamungkas

Septa Aditya Katon Pamungkas

Pecinta Juventus yang merindukan Pavel Nedved kembali bermain bola.

ArtikelTerkait

sarri juventus MOJOK.CO

Maurizio Sarri, Si Pencetak Rekor Buruk Juventus

30 Juli 2020
Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi juventus

Susahnya Jadi Juventini: Selama Masih Ada Allegri, Trofi Hanyalah Mimpi

17 September 2022
Menghitung Penghasilan Kojiro Hyuga di Juventus

Menghitung Penghasilan Kojiro Hyuga di Juventus

17 Maret 2020
ansu fati barcelona bangkrut fcb femeni la masia arthur melo barcelona pjanic juventus MOJOK

Arthur Melo dan Miralem Pjanic, Ironi Mes Que Un Club Barcelona

30 Juni 2020
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

Fans Bola yang Berdalih Mengalah demi Rival Adalah Seburuk-buruknya Fans

16 Februari 2021
Liga Champions: Kehangatan Maurizio Sarri Untuk Juventus Jelang vs Atletico Madrid

Liga Champions: Kehangatan Maurizio Sarri Untuk Juventus Jelang vs Atletico Madrid

26 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun Mojok.co

Lagu Baru Sheila On 7 “Sederhana” Pas untuk Orang-orang Usia 30 Tahun

9 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.