Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Surat Terbuka Teruntuk Mahasiswa yang Instastorynya Lancar Jaya Tapi Chat Grup Tugas Kuliah Tak Pernah Dibuka

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
14 Mei 2019
A A
update instastory

update instastory

Share on FacebookShare on Twitter

Dear Kawanku,

Apa kabarmu hari ini? Aku ternyata rindu juga denganmu, akhirnya, kusampaikan lewat surat ini. Jujur kerinduanku ini sudah sangat membuncah di ubun-ubun kepalaku. Aku rindu kehadiranmu walau sekejap, aku rindu batang hidungmu walau sesaat dan aku rindu kita bekerjasama untuk hasil yang bulat. Aku bukannya patah hati dengan keacuhanmu. Tentu saja kita bukan sepasang kekasih, kita hanya sekelompok orang yang bekerjasama demi tercapainya sebuah sistem yang dapat menjadi wajah bangsa kita entah sekarang atau seratus tahun kemudian. Aku pastinya tidak bisa memaksamu untuk terus-terusan perhatian terhadapku. Sekali lagi aku tegaskan kita bukan sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Bukan, camkan itu!. Semua ini karena rasa sayangku terhadapmu, masa kamu begitu tega mengacuhkan rasa sayangku ini?

Kita tentunya selalu bertegur sapa di sudut ruang kelas kuliah, kita tentunya juga sering sekali berkomunikasi secara langsung ataupun tidak langsung. Dan itu bagiku sungguh mengasyikkan. Apalagi dunia yang kita tinggali saat ini tidak suka manusianya hidup dengan keterlambatan. Dunia saat ini ingin kita hidup serba cepat, serba efisien dan serba enak. Jadi diciptakanlah berbagai alat guna mempercepat dunia saat ini. Kita tentunya saat ini seorang teman, bisa dibilang sahabat dan juga seperjuangan menghadapi dunia yang kita tempuh saat ini.

Kita sering menghabiskan waktu untuk tertawa bersama, duduk berjejer menghadap dosen yang sama, dan juga pernah menjadi boneka para kakak tingkat yang menggemaskan. Ingatkah kamu akan hal itu kawanku? Atau perlu kuperdalam lagi cerita kita sejauh ini. Oke aku perdalam dan perjelas. Kita pernah traveling bersama, pernah sholat berjamaah dan mojok di warung makan paling murah di sekitar kampus kita. Aku yakin kamu sudah mengingatnya bukan? Atau masih belum. Oke kita juga saling mengikuti di sosial media Instagram dan kita punya grup aneh di sosial media Line. Pasti dong kamu ingat?

Bukannya aku mengkhianati cerita yang pernah kita ukir dengan adanya surat ini. Tapi seperti yang aku sebutkan di atas, kerinduanku sudah sangat membuncah. Kamu tahu kan bagaimana perilaku orang-orang yang sedang merindu luar biasa. Jika bertemu tentu akan meluapkan segala emosinya terhadap orang yang dirindu. Saat ini, begitulah suasana perasaanku padamu kawan. Kita juga tentunya orang-orang yang senang hidup di dunia serba cepat ini. Aku punya telepon genggam dengan fungsi mutakhir dan tentunya kamu pun memilikinya. Kamu punya akun Instagram dan aku pun sangat wajar pasti juga memilikinya. Aku mengikutimu di Instagram dan kamu melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan. Kita cukup dekat dan seperti yang kuceritakan, kita telah melalui berbagai kenangan indah sejauh ini.

Oh iya, aku lupa kawan. Kamu tentunya masih garuk-garuk kepala kan? Mencoba mencari-cari alasan kenapa aku tiba-tiba rindu kepadamu serta hal apa yang melatarbelakanginya.

Baiklah akan aku ceritakan secara runtut alasan mengapa aku merindukanmu melebihi rindunya para Calon Legislatif menduduki kursi Senayan. Kemarin kita bersama teman-teman yang lain berjalan bersama menuju ruang kuliah. Kebetulan ada dua mata kuliah dan total bobot SKS kedua mata kuliah tersebut berjumlah enam. Lama dan bosan kita lalui bersama di ruangan berpendingin yang tak dingin. Padahal kita selalu setor uang tiap dua belas bulan sekali. Tapi nyatanya kampus memang bukan sebuah hotel yang menyediakan hal yang kita butuhkan untuk istirahat. Kampus hanya suka membuat diri kita berpikir dan senang berandai-andai.

Siang menunjuk matahari untuk berada di tengah-tengah horizon, panas dan lapar di ruang kuliah diakhiri dengan pembagian tugas membuat laporan beserta turun lapangan. Aku sebenarnya tidak mempedulikan harus berbagi tempat dengan siapa jika bicara membentuk kelompok tugas. Dengan dirimu atau dengan orang lain aku tidak masalah. Kita satu kelompok dan kuliah berakhir hari itu.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Sudah mulai menemukan alasan mengapa aku merindukanmu? Jika sudah bukan berarti aku berhenti untuk memperjelas alasanku merindukanmu. Tugas laporan beserta turun lapangan dikumpul setelah dua minggu. Aku masih merasa baik-baik saja, tidak ada kecurigaan sama sekali. Aku juga masih senang melihat instastory-mu yang setiap waktu update dengan isi yang luar biasa tidak penting. Dan ternyata perasaan baik-baikku tadi mulai terusik dan ganjil ketika kita membuat grup tugas kuliah di salah satu media sosial chatting. Aku buat grupnya dan kamu masuk. Aku sapa hai, dan hampir semua menyambut dengan stiker dan candaan. Oke sepertinya baik-baik saja.

Seminggu lewat, dan rasa baik-baikku mulai berubah menjadi agak tidak baik ketika aku bertanya, “Gimana tugas laporannya nih, ada yang paham atau mengerti nggak?”

Dua detik kemudian ada tertulis dua orang telah membaca, namun tidak ada respon. Satu jam kemudian setelah kucek ternyata semua orang yang ada di dalam grup tugas tersebut sudah membacanya. Namun tentu saja kamu sudah paham bukan apa yang kamu lakukan saat itu kawan?

Deadline tugas laporan tinggal satu hari, aku kembali bertanya, “Gimana tugas laporannya nih, ada yang paham atau mengerti nggak?”

Alarmku sudah berbunyi sangat keras dan menyuarakan bahwa ini sangat tidak baik. Respon yang aku terima seperti sebelumnya, nihil dengan soto kikil.

Namun dari semua itu aku merasa takjub, ada sesuatu yang entah aku rasa ini gila dan luara biasa. Aku percaya Neil Armstrong adalah orang yang pernah ke bulan. Namun aku merasa bagaimana sejarah meneyebutkan kehebatan seorang Neil Armstong tersebut bakal kalah dengan apa yang aku lihat saat ini. Ini lebih gila dan luar biasa dari apapun.

Respon di grup tugas yang nihil ternyata membuatku rindu setengah mati ingin menghabiskan waktuku bersama orang-orang di dalamnya. Bagaimana mungkin respon 0% di sebuah grup tugas kuliah yang waktu pengumpulan tugasnya tersisa satu hari saja bisa kamu anggap tidak penting. Dan gilanya kamu masih sempat instastory dengan berbagai gaya dan tulisan-tulisan kebijaksanaan di dalamnya. APA MAKSUDMU SOBAAAAAAT……

Lewat surat ini kuakui bahwa kamu hebat, aku juga punya kesibukan dan semua orang punya kesibukan. Aku memang bukan orang yang pintar. Tapi aku punya logika yang bahkan anak berusia lima tahun bisa membayangkan bahwa tidak mungkin orang yang bisa buka Instagram lalu bikin instastory lantas tidak bisa membuka chat di grup tugas kuliah. LOGIKANYAAAAA DIMANAAAAAAA…………

Bagaimana sudah sadar mengapa aku membuat surat ini kepadamu? Aku tadi juga sudah melihat instastory-mu. Isinya penuh sajak dan kalimat-kalimat kebijaksanaan, yah seperti biasanya lah. Mungkin cukup sekian yang aku bisa sampaikan. Intinya jangan pernah membuat aku terlalu rindu. Aku terlalu malas meluapkan rinduku kepadamu, apalagi jika sampai rasa rinduku bisa membuatmu diam dan membisu hingga duduk lesu lantas layu dan jadi dungu.

Aku orang yang sabar lho. Tidak percaya? Sampai surat ini di diterbitkan di Mojok, percayalah aku masih terus bersabar menerima penderitaan yang pedih ini. Bahkan mungkin jika perlu akan kutulis surat-surat yang lainnya. Tapi kuharap jangan sampai ya.

Dari,
Kawanmu yang-melihat-instastory-mu-selalu-update-tapi-kamu-tidak-pernah-respon-grup-tugas-kuliah

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: InstastoryMahasiswaTugas KuliahUpdate
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki Mojok.co

5 Hal yang Harus Disiapkan sebelum Kuliah di Turki

5 November 2024
jember kuliner murah mahasiswa mojok

6 Rekomendasi Makanan Murah ala Mahasiswa Jember

15 September 2020
Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara 'Kenyamanan' terminal mojok.co

Alasan Mahasiswa ITB Jatinangor Jarang Terlihat Adalah Perkara ‘Kenyamanan’

20 Oktober 2020
Menganggap Skripsi Sudah Usang Adalah Pendapat Ngawur, Nyatanya Skripsi Masih Banyak Manfaatnya Kok! Mojok.co

Menganggap Skripsi Sudah Usang Adalah Pendapat Ngawur, Nyatanya Skripsi Masih Banyak Manfaatnya kok!

5 Agustus 2024
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
dosen pembimbing, dosbing resek

Surat Terbuka Untuk Dosen Pembimbing

6 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.