Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

Ajie Prasetya oleh Ajie Prasetya
11 April 2026
A A
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu tinggal di Jogja, ada satu perasaan yang lebih pasti daripada menunggu balasan chat gebetan: waswas setiap kali langit mulai mendung gelap. Begitu hujan deras turun barang satu-dua jam, lini masa media sosial kita bakal langsung penuh dengan laporan “wisata air” dadakan.

Mulai dari Demak Ijo yang mendadak berubah jadi kolam renang raksasa, sampai langganan abadi di Perempatan UPN yang genangannya seringkali bikin mesin motor mati berjemaah. Hal yang paling menyedihkan adalah, kita seolah-olah sudah “biasa”. Kita menganggap banjir ini sebagai tamu tahunan yang memang sudah haknya datang, padahal ini adalah alarm keras bahwa ada yang salah dengan cara kita memperlakukan tanah ini.

Transformasi Jogja: dari Kota Pendidikan menuju Kota “Hiburan dan Industri”

Mari kita jujur, label “Kota Pendidikan” itu sekarang rasanya mulai tersaingi oleh wajah baru Jogja yang makin gemerlap tapi gerah. Di setiap sudut, hotel-hotel makin menjulang, klub malam makin menjamur, sampai kantor-kantor perusahaan raksasa—termasuk si “hijau” dan si ‘’oren’’.

Jogja kian padat, itu fakta. Tapi masalahnya, pembangunan kita ini sering kali terlihat serampangan. Kita sibuk membangun gedung di atas, tapi lupa memikirkan saluran di bawah. Kita sibuk mengundang investasi besar-besaran, tapi lupa bahwa daya dukung lingkungan kita punya batasnya.

Lahan yang dulunya area resapan, sekarang sudah ditutup beton dan aspal atas nama kemajuan. Jika pendidikan, wisata, dan industri terus dipaksakan menumpuk di pusat tanpa manajemen drainase yang mumpuni, banjir bukan lagi sekadar “genangan”, tapi bakal jadi bumerang yang menghancurkan masa depan kita sendiri.

BACA JUGA: Jogja dan Masalah Banjir yang Tak Kunjung Usai: Diguyur Hujan Sekali, Banjirnya Berkali-kali

Jangan sampai modernitas mengorbankan kenyamanan warga

Sudah sepatutnya saat ini kesadaran kolektif dibangun. Kita harus mulai memperhatikan aspek yang kemungkinan besar jadi bom waktu di masa depan. Kita nggak butuh Jogja yang punya banyak gedung megah dan gemerlap lampu malam, tapi jalannya langsung “lumpuh” setiap kali awan mendung menyapa.

Pembangunan yang modern itu harusnya komprehensif, bukan cuma sekadar nambah bangunan fisik. Apa gunanya punya berbagai bangunan modern kalau akses jalannya berubah jadi sungai setiap musim hujan? Kita butuh pemerintah yang nggak cuma jago kasih izin pembangunan, tapi juga galak soal tata letak kotanya.

Baca Juga:

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

Membangun Jogja yang tetap “adem” secara fisik dan batin

Kita semua ingin Jogja maju. Kita ingin Jogja tetap menjadi yang terdepan dalam urusan budaya sekaligus ekonomi. Tapi kemajuan yang serampangan itu mahal harganya. Pembangunan haruslah memperhatikan keberlanjutan. Jangan sampai demi mengejar angka pertumbuhan, kita rela membiarkan warga lokal harus berjibaku dengan banjir dan kemacetan yang makin hari makin nggak masuk akal.

Jogja harus modern, itu wajib. Tapi modernitas tanpa perencanaan tata kota yang matang itu cuma bakal jadi bencana yang dikemas dengan janji-janji manis progresivitas. Semoga ke depannya, pembangunan di Jogja lebih “membumi”—dalam artian bener-bener mikirin air mau lari ke mana, bukan cuma mikirin gedung mau setinggi apa.

Tetap waspada, Lur. Sedia payung sebelum hujan, dan sedia kesabaran ekstra sebelum lewat Ring Road kalau langit sudah mulai menghitam. Karena di Jogja, hujan bukan lagi soal rindu, tapi soal gimana caranya motor nggak mogok di tengah jalan.

Penulis: Ajie Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jogja Berhenti Nyaman karena Banjir dan Jalan Berlubang yang Menyebabkan Kecelakaan Lalu Lintas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2026 oleh

Tags: banjir di jogjademak ijoJogjaperempatan UPN Veteran Yogyakarta
Ajie Prasetya

Ajie Prasetya

Buruh agensi dari Bantul yang menaruh perhatian atas isu-isu sosial, industri kreatif, dan lika-liku percintaan. Bukan perokok, tapi pecandu Americano.

ArtikelTerkait

5 Jebakan yang Perlu Dihindari Wisatawan Saat Liburan di Jogja

5 Jebakan yang Perlu Dihindari Wisatawan Saat Liburan di Jogja

14 Juni 2024
Kok Bisa Ada Orang Bahagia di Jogja, padahal Hidup Mereka Susah?  

Membongkar 10 Kebohongan Jogja yang Diyakini Banyak Orang

21 Agustus 2022
air putih

Jangan Pesan Air Putih Gratisan saat Makan di Warung

6 Mei 2019
obituari pak panut mojok

Obituari Pak Panut dan Bagaimana Beliau Menyelamatkan Perut yang Lapar

20 Juli 2021
Perempatan Mirota Godean Jogja: Ruwet dan Problematik Sejak Dulu

Perempatan Mirota Godean Jogja: Ruwet dan Problematik Sejak Dulu

2 Juli 2024
Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan! konten kreator jogja

Kampanye Jogja Murah Itu Memang Penuh “Tipu Daya”, tapi Mau Tak Mau, Harus Kita Terima dan Tak Harus Dilawan

15 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.