Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Surat Cinta untuk Wali Kota: Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata

Tiara Uci oleh Tiara Uci
2 November 2022
A A
Surat Cinta untuk Wali Kota Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata Terminal Mojok

Surat Cinta untuk Wali Kota Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Assalamualaikum, Pak Eri, Wali Kota Surabaya yang kami cintai. Semoga njenengan sehat selalu. Pak, saya langsung to the point saja, ya. Maklum, arek Suroboyo karakternya sat set sat set, nggak suka basa-basi.

Jadi gini, Pak, kira-kira sejak bulan Agustus sampai hari ini di Surabaya ada banyak sekali pembangunan U-ditch, box culvert, dan crossing saluran air. Proyek ini nggak cuma terjadi di jalan raya seperti Jalan Gubeng, Jalan Mulyorejo, Jalan Blauran, Jalan Dupak, dan beberapa jalan lainnya, melainkan juga terjadi di jalan kecil yang menuju perkampungan warga seperti di Ketintang, Gayungan, Pagesangan, dan Kebonsari.

Sebagai warga Surabaya, saya sebelumnya berterimakasih dulu karena Pak Eri dan Pemkot Surabaya ada inisiatif untuk memperbaiki saluran air dengan harapan ketika musim hujan datang, orang Surabaya nggak kebanjiran. Saya tahu, proyek saluran air ini niatnya bagus. Tapi, Pak, ngapunten, keinginan mulia bisa jadi petaka lho jika dilakukan dengan suka-suka dan terkesan nggak serius.

Daerah atau jalan yang direnovasi dan dipasang U-ditch, box culvert, dan crossing saluran air malah rusak, Pak. Jalanannya jadi nggak rata, pemasangan cover manhole-nya nguawuuur sehingga posisinya nggak sejajar dengan aspal jalan. Dan hal seperti ini justru membahayakan pengendara jalan. Mohon maaf nih, Pak Eri, kejadian seperti ini nggak sekali dua kali terjadi, lho, melainkan sudah sering.

Jika Pak Wali Kota pernah lewat Jalan Jemur Andayani dan Jemursari, mungkin njenengan melihat sendiri kalau posisi cover manhole-nya memang nggak rata dengan aspal jalannya. Di Jalan Ahmad Yani juga sama, aspalnya nggak rata. Kadang saya sampai mikir, ini sebenarnya jalan raya atau kue lapis sih, kok punya banyak layer?

Itu kalau di jalan raya ya, Pak, jalan yang notabene jalan besar dan umumnya selalu diprioritaskan pembangunannya biar Surabaya terlihat keren di mata dunia. Tapi, Bapak tahu nggak gimana kondisi jalan yang ada di dalam area permukiman warga atau di kampung? Ya Allah, Pak, kudu-kudu tak tangisi ae. Uelek soro, Pak!

Coba njenengan periksa Pagesangan, tepatnya depan Pasar Pagesangan. Jalanan di area ini baru saja dipasang U-ditch dan pekerjaan crossing saluran air. Hasilnya? Astagfirullah, istigfar terus saya kalau lewat jalan ini, Pak. Ancur-ancuran parah. Aspalnya nggak rata, cover manhole-nya menonjol macam jerawat batu yang ada di wajah. Udah nggak estetik, bikin sakit pula. Iya, Pak, sakit. Pinggang rasanya kemeng kalau lewat sini.

Lantaran kondisi jalanan yang nggak rata kalau lewat di depan Pasar Pagesangan ini, pengendara mobil biasanya akan melambatkan laju mobilnya sehingga otomatis bikin jalan jadi macet. Itu kalau naik mobil ya, ha kalau kebetulan naik motor, kami semua bersiap pijat urat sesampainya di rumah. Kalau Pak Wali Kota nggak percaya, nih saya kasih fotonya, Pak. Ini pekerjaan crossing saluran air di depan Pasar Pagesangan. Jalan yang dulunya rata malah jadi seperti ini:

Baca Juga:

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Jalan nggak rata di depan Pasar Pagesangan (Dokumentasi Pribadi Tiara Uci)
Pemasangan manhole di depan Pasar Pagesangan (Dokumentasi Pribadi Tiara Uci)

Nggak jauh dari Pagesangan, ada jalan Ketintang Madya, tepatnya di depan Kampus Unmer Surabaya. Di area ini juga ada pemasangan box culvert yang baru saja selesai, Pak. Udah selesainya lama, eh, giliran sudah kelar pemasangan box culvert, jalannya malah makin rusak dan bergelombang. Bahkan aspalnya justru ada yang berlubang, Pak! Selain itu, area ini jadi berdebu nggak karuan, padahal sebelum ada proyek saluran air, jalanannya baik-baik saja dan nggak ada debu beterbangan, lho, Pak. Kalau kami naik mobil sih nggak masalah, ha kalau naik motor? Udah menutup kaca helm pun masih kelilipan.

Ada yang bilang kalau proyek tersebut belum kelar, makanya kondisi jalannya masih semrawut dan dibiarkan. Tapi, kalau memang belum kelar, kenapa mangkrak? Nggak ada pekerja sama sekali.

Itu baru di daerah Unmer, belum lagi kalau kita membahas Jalan Ketintang depan Kampus UNESA arah Royal Plaza. Aduh mama sayange, aspalnya sudah mirip teksture kulit durian saking nggak ratanya.

Coba Pak Wali Kota bayangkan jadi pekerja atau buruh di Surabaya. Dengan nominal UMK yang segitu-gitu saja, kerja 8 jam sehari plus tekanan kantor yang nggak ringan, eh, pulang kerja masih harus diuji dengan kemacetan dan jalan rusak. Betapa menderitanya para pekerja di Surabaya kalau hal seperti ini diterusin, Pak. Tolong kami, jangan sampai kami burn out, Pak!

Beberapa orang ada yang bilang kalau jeleknya hasil pekerjaan saluran air dan gorong-gorong ini lantaran kontraktornya jelek. Tapi, Pak, kan Pemkot punya tim untuk mengawasi proyek ini, masa kalau kontraktornya nggak bagus kerjaannya dibiarin begitu saja?

Saya sih nggak mau menyalahkan siapa-siapa, Pak. Sebagai rakyat jelata, saya hanya ingin njenengan turun tangan biar nggak begini terus hasil pekerjaan pembangunan jalan di Surabaya. Jangan sampai niat baik ingin mengatasi banjir, eh, ujung-ujungnya malah bikin jalan rusak. Kan sama dengan menutup masalah satu dan membuat masalah baru.

Maaf lho, Pak, kalau saya cerewet. Saya sudah mencoba memendam hal ini sejak lama. Tapi, akhirnya nggak kuat juga. Soalnya jalanan yang saya sebutkan tadi adalah rute harian saya ketika berangkat dari rumah ke kantor, begitu juga sebaliknya, Pak. Jadi suka nggak suka saya harus lewat jalan itu setiap hari.

Mungkin hampir semua jalan di Surabaya yang sedang ada proyek U-ditch, box culvert, dan crossing saluran air mengalami masalah yang serupa. Karena itulah saya ceritakan ini ke njenengan. Sebagai orang nomor satu di Surabaya, besar harapan saya agar Pak Eri bisa membantu masalah ini, agar jalan di Surabaya bagus. Minimal kalau sebelum dibongkar jalannya rata, mbok ya setelahnya dikembalikan seperti semula, jangan terus digeletakno begitu saja.

Oh iya, Pak, saya juga sebenarnya penasaran. Kenapa proyek saluran air dikerjakan justru pas musim hujan? Apa nggak sebaiknya dikerjakan pas musim kemarau, sehingga ketika musim hujan tiba, proyeknya sudah selesai dan langsung kelihatan manfaatnya?

Satu lagi, Pak, kenapa sih proyek—baik jalan maupun saluran air—selalu saja molor dari target? Gimana ya, Pak, jalan di Surabaya ini kan nggak ada proyek saluran air saja sudah macet, lha apalagi kalau ada proyek? Kombo macetnya, Pak! Makanya saya kepengin selesainya cepat, sat set begitu.

Njih pun, sampai sini dulu ya, Pak. Ngapunten kalau ada salah-salah kata, dan semoga masalah ini dapat perhatian serius dari njenengan. Sekali lagi, saya bukannya nggak suka ada pembangunan saluran air, Pak, saya cuma ingin pekerjaan tersebut selesai tepat waktu dan hasilnya baik, nggak merusak jalan juga. Sekian dan terima kasih, Pak Eri.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Surat Cinta untuk CakJi Surabaya: Kami Bukan Nyaman dengan Kendaraan Pribadi, tapi Nggak Punya Pilihan Lain!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2022 oleh

Tags: jalanproyeksaluran airSurabayawali kota
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Jalan Tunjungan Surabaya Makin Tak Menyenangkan, Salah Siapa?

Jalan Tunjungan Surabaya Makin Tak Menyenangkan, Salah Siapa?

10 September 2024
Thrifting Bukan Budaya Surabaya, Budaya Surabaya Adalah TP Pagi terminal mojok

Online Thrifting Bukan Budaya Surabaya, Budaya Surabaya Adalah TP Pagi

21 Desember 2021
Pelayanan Adminduk Surabaya Pantas Diacungi Jempol, dan Bikin Daerah Lain Makin Iri dengan Surabaya jogja kuliah di Jogja

Jujur Saja, Surabaya Jauh Lebih Pantas Menyandang Gelar Kota Pelajar, Bukan Jogja, yang Jelas-jelas Tak Ramah untuk Pelajar

26 Februari 2024
Nasib Jadi Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Pecahan ITS yang Nggak Populer di Kalangan Masyarakat

Nasib Jadi Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Pecahan ITS yang Nggak Populer di Kalangan Masyarakat

14 April 2024
KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.