Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

#STMMelawan: Dua Sisi Para Pelajar Dalam Aksi Demo Menolak RUU KUHP

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
26 September 2019
A A
pelajar STM #STMMelawan

pelajar STM #STMMelawan

Share on FacebookShare on Twitter

Pada Rabu, 25 September 2019, sejumlah anak sekolah yang berasal dari beberapa STM di Bogor pergi ke Jakarta dan bertujuan untuk mengikuti aksi massa yang sebelumnya dilakukan oleh para mahasiswa dari Senin. Laiknya memberikan tenaga, dorongan semangat, dan memiliki satu suara: menolak RUU KUHP.

Para siswa ini diketahui sempat berkumpul di stasiun Bogor. Dalam video yang beredar di Twitter, sebelum berangkat ketika sedang berkumpul di area pintu masuk utama mereka bahkan sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rasanya tidak salah jika kemudian saya sedikit merinding ketika melihat video tersebut. Bukan soal takut, melainkan karena kekompakan yang mereka tunjukkan pada rekaman video yang beredar.

Sebagai salah satu warga Bogor, rasanya sudah tidak asing melihat pemandangan anak STM dari beberapa sekolah yang dimaksud berkumpul di satu titik secara bersamaan dan kompak. Namun, ada pemandangan yang asing bagi saya. Jika biasanya mereka berkumpul antar sekolah, satu sama lain, di satu titik temu untuk tawuran, kini mereka bersatu dan satu suara untuk bersama-sama menolak RUU KUHP.

Sebagian orang keberatan dengan aksi yang dilakukan oleh sejumlah siswa tersebut. Ada yang berpendapat baiknya masa sekolah diisi dengan belajar yang baik di kelas, ada yang khawatir adik-adik STM ini hanya ikut-ikutan dan tidak tahu soal akar permasalahannya, ada pula yang cemas mereka hanya ingin menyalurkan “energi berlebih” dengan cara melakukan vandalisme di beberapa kawasan ibu kota.

Namun, tidak sedikit pula yang mendukung aksi mereka hingga turun ke jalan. Mulai dari dianggap sudah melek politik, sampai peduli terhadap isu terkini yang bisa jadi berimbas kepada khalayak. Pro dan kontra memang biasa terjadi, apalagi kini bisa dilakukan dengan mudah di akun media sosial masing-masing. Satu yang pasti, selama tujuan mereka baik, baiknya diapresiasi. Apalagi diimbangi dengan tertib saat melakukan demonstrasi. Paling tidak, akhirnya mereka bisa mengubah kebiasaan tawuran dan mempertahankan solidnya mereka untuk kepentingan orang banyak.

Bagaimana pun, aksi para anak STM turun ke jalan perlu juga diimbangi dengan sikap tertib. Tentu akan menjadi tidak baik ketika aksi demo hanya sebagai kedok pelampiasan dalam menumpahkan kekesalan sampai akhirnya merusak fasilitas umum. Perlu diingat juga, mereka merupakan bagian dari penerus para Mahasiswa yang membela kepentingan umum di kemudian hari.

Jauh sebelum itu, memang sudah menjadi rahasia umum bahwa anak STM dicirikan sebagai sosok yang bengal dan urakan. Sewaktu saya SMA, seringkali saya mendengar bahkan melintasi area tawuran. Tak jarang pula saya menjadi penonton saat mereka berlarian, juga ditahan di sisi jalan ketika ada petugas yang akhirnya berpatroli ke TKP. Masa itu memang mengerikan bagi saya yang masih duduk di bangku sekolah, sebab kerugian yang ditanggung cukup mengkhawatirkan.

Di hari yang bersamaan, beredar pula video pelajar yang sedang mengendarai motor melawan arah, dikejar polisi, lalu diberhentikan. Belum diketahui apa penyebabnya, apakah memang ingin ditilang lalu ditertibkan atau ada hal lain yang ingin disampaikan. Sesaat setelah kejadian tersebut, banyak pelajar yang berlarian, bergantian mengejar polisi.

Baca Juga:

3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini

Dilema Mantan Aktivis yang Kini Jadi PNS: Ingin Ikut Demo, tapi Takut Karier Terancam 

Ada yang mendukung aksi pelajar mengejar polisi sampai tagar #STMMelawan menjadi trending. Namun, ada pula yang merasa keberatan jika para pelajar sampai dengan harus “menghajar” balik polisi yang sedang bertugas. Memang, di situasi seperti sekarang ini tetap harus berhati-hati dalam mencerna informasi yang beredar. Apalagi jika kita tidak berada di lokasi atau melihat secara langsung bagaimana kejadiannya. Selalu ada sudut pandang yang berbeda dan narasi yang seringkali menjurus pada provokasi.

Para pelajar, baik dari menengah pertama maupun menengah akhir adalah sama-sama penerus bangsa. Kelak, tidak dapat dipungkiri mereka yang akan melakukan aksi demo menggantikan para Mahasiswa, untuk kepentingan umum—masyarakat Indonesia. Atas kerusuhan yang terjadi tetap perlu menjadi sorotan tanpa perlu adanya kekerasan. Walau bentrokan fisik seringkali tak dapat dihindari.

Semoga, aspirasi dari para agent of change dan banyak orang akan selalu didengar dan mendapat respon, para pejabat pun tidak menutup mata juga telinga atas urgensi yang terjadi di negeri ini. Indonesia harus segera bangkit dan membaik dari pesakitan yang terjadi akhir-akhir ini. Semoga. (*)

BACA JUGA Rekomendasi Makeup dan Skincare Buat Aksi atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2022 oleh

Tags: #STMMelawanaksi mahasiswaDemopelajarricuhruu kpkruu kuhpSTM
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

sonny boy anime musim panas 2021 mojok

Sonny Boy, Anime Buatan Sutradara One Punch Man yang Layak Ditonton Musim Ini

28 Juli 2021
menerbitkan perppu

Sesungguhnya Kegentingan Untuk Menerbitkan Perppu Sudah Terpenuhi

11 Oktober 2019
aksi mahasiswa

Balada Semangat Aksi Mahasiswa Zaman Now

18 Juli 2019
Eyang Habibie

Surat Untuk Eyang Habibie

27 September 2019
slank

KPK Sedang di Ujung Usia, Slank Ke Mana?

20 September 2019
KPK

Berkat KPK Saya (Pernah) Merasa Bangga Pada Negara Ini

18 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat Mojok.co

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat

10 Maret 2026
Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Mempercepat Antrean di Psikiater

Mohon Maaf, Didikan VOC di Rumah Bukan Membentuk Mental Baja, tapi Menambah Antrean di Psikiater

14 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas
  • Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih
  • Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu
  • Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak
  • Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota
  • Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.