Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

KPK Sedang di Ujung Usia, Slank Ke Mana?

Iqbal AR oleh Iqbal AR
20 September 2019
A A
slank

slank

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini, Indonesia sedang dihujani oleh berbagai macam kabar duka. Mulai dari wafatnya B.J Habibie yang membuat seluruh penjuru negeri mengucurkan air mata, ada juga isu rasisme dan kekerasan Papua yang tak kunjung selesai, lalu ada lambatnya pengesahan RUU PKS, hingga tanda tanya di balik pengesahan RKUHP dan RUU KPK yang terburu-buru. Kabar mengenai wafatnya B.J Habibie mungkin sudah agak meredup, karena ya untuk apa diratapi lagi. Ikhlaskan saja. Tapi untuk polemik RKUHP dan RUU KPK, gaungnya masih tetap besar dan bergema hingga entah kapan.

Kali ini saya akan coba fokus ada satu permasalahan saja yaitu polemik pengesahan RUU KPK. Sebenarnya, sebelum RUU ini “dirapatkan”, dalam proses pemlihan capim KPK juga bermasalah. Ini berakibat dipilihnya Irjen Firli Bahuri dari kepolisian menjadi pimpinan KPK baru nanti. Orang ini punya rekam jejak yang kurang baik.

ADVERTISEMENT

Belum selesai mengenai ketua KPK baru, masyarakat sudah dibuat marah dengan disahkannya RUU KPK beberapa hari lalu. Ada beberapa pasal dalam RUU tersebut yang punya potensi melemahkan KPK. Hal ini memuat masyarakat marah, yang berujung aksi “pemakaman KPK” di depan gedung KPK. Mulai dari seniman, pengamat politik, mahasiswa, hingga masyarakat sipil turut andil dalam aksi tersebut.

Tapi ada satu yang menurut saya agak kurang dari aksi tersebut. Saya tidak melihat adanya Slank dalam aksi tersebut. Bahkan saya belum menjumpai dukungan dari pihak personelnya terhadap upaya pelemahan KPK. Wajar saja jika saya, dan mungkin banyak orang di luar sana, yang bertanya-tanya, mengapa mereka tidak terlalu unjuk gigi dalam aksi tersebut. Mengingat, dalam sejarah karir musik Slank, isu anti korupsi menjadi salah satu isu yang diangkat dalam karya-karya mereka.

Lagu seperti “Koruptor Dor”, “Halal”, “Hey Bung”, dan “Seperti Para Koruptor” menjadi bukti bahwa Slank puny sikap yang jelas di gerakan anti korupsi. Slank bahkan cukup sering menhadiri aksi-aksi yang bertemakan semangat anti korupsi. Beberapa aksi melawan upaya pelemahan KPK juga kerap dihadiri oleh mereka. Dengan basis pendukung yang besar sekali, Slank jelas punya pengaruh besar terhadap gerakan anti korupsi ini.

Sayangnya, malam kemarin, Bimbim, Kaka, Ivan, Ridho, dan Abdee tidak terlihat berada di depan gedung KPK. Entah saya salah atau tidak, tapi beberapa orang juga mempertanyakan hal yang serupa. Saya pribadi merasakan ada yang kurang dari aksi tersebut tanpa adanya Slank. Saya mencoba untuk berprasangka baik terhadap mereka atas ketidakhadiran mereka. Mungkin mereka sedang sibuk. Maklum, dekat-dekat ini mereka akan merilis album terbaru mereka yang berjudul “Slanking Forever.” Tentu mereka disibukkan dengan promo ke sana-sini, dan manggung ke sana-sini juga.

Tapi saya juga tak bisa melepaskan prasangka buruk dalam diri saya terhadap mereka, meskipun saya mencoba sekuat hati untuk menolak prasangka tersebut. Singkatnya, mereka sudah berubah menjadi “musisi istana.” Memang, sejak Slank dekat dengan istana lima tahun terakhir ini, daya kritis Slank perlahan memudar. Saya tidak berusaha menuduh Slank sebagai “buzzer istana” seperti tuduhan banyak orang. Dua kali berhasil mengusung calon presiden naik tahta memang bisa dibilang hebat. Tapi kalau itu dibarengi dengan pudarnya daya kritis dalam tubuh Slank, ya sama saja bohong.

Saya, dan banyak orang di luar sana rindu dengan Slank yang kritis, rindu dengan panggung mereka di depan gedung KPK, juga rindu dengan orasi “sakti” dari Bimbim tentang semangat anti korupsi. Tapi hingga tulisan ini dibuat, saya belum menemukan pernyataan dukungan pada KPK, baik dari Slank itu sendiri, atau pun dari masing-masing personelnya. Saya hanya menjumpai konten tentang asap (yang mana itu juga baik), dan selebihnya promo album dan kopi.

Baca Juga:

Ironi Situbondo: Kotanya Sepi, Bupatinya Jadi Tersangka Korupsi

Ariel Noah Benar, Musisi Memang Butuh Sesekali Menjauh dari Dunianya dan Tidak Memaksa untuk Menuruti Maunya Pasar

Ini bukan berarti saya mengharapkan atau bahkan menggantungkan harapan pada mereka terkait KPK dan anti korupsi. Tidak. Saya tidak mau mengharapkan suara-suara perlawanan seperti ini pada musisi/seniman yang terlalu dekat dengan kekuasaan, dan yang sudah mapan. Saya tidak mau berharap lagu seperti “Koruptor Dor”, atau “Hey Bung” dinyanyikan oleh Slank dengan semangat perlawanan. Saya juga harus berhenti berharap kalau Slank akan manggung lagi di depan gedung KPK, bersuara kencang mendukung KPK. Mungkin juga saya harus berhenti berharap pada daya kritis Slank.

Slank memang sudah berubah, sepakat atau tidak. Slank yang sekarang bukan Slank yang saya kenal dulu. Agak disayangkan, memang, tapi bukannya semakin tua, semakin pudar daya kritis dan idealisme seseorang? Mungkin Slank sedang lelah. Bertahun-tahun berjuang bersama KPK, dan akhirnya kalah juga. Slank mungkin merasa kalah. Mungkin. Tapi tidak dengan ratusan orang masih berjuang membela KPK. Mereka tidak mengenal kata kalah. Dalam benak beberapa dari mereka yang dulu pernah berjuang bersama, pasti ada sebuah pertanyaan, “Slank ke mana?” (*)

BACA JUGA Jangan Pergi Ketika Didi Kempot Sudah Nggak Tenar Lagi atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 September 2019 oleh

Tags: 72bidadarislankalbum baru slankcapim kpkkorupsi pejabatkpkruu kuhpslankslanking forever
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi? (Pixabay.com)

Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi?

1 November 2022
Ribut di Konser Itu Nggak Keren, tapi Cara Ahmad Dhani Menghadapi Penonton Rusuh Boleh Dicontoh

Ribut di Konser Itu Nggak Keren. Cara Ahmad Dhani Menghadapi Penonton Rusuh Boleh Dicontoh

25 Mei 2023
ananda badudu

Ananda Badudu dan Moralitas Palang Merah Albert Camus

30 September 2019
pelajar STM #STMMelawan

#STMMelawan: Dua Sisi Para Pelajar Dalam Aksi Demo Menolak RUU KUHP

26 September 2019

Dari Oppa Nassar hingga Slank: Kolaborasi Lain dari McD yang Pantas untuk Dinanti

11 Juni 2021
Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK terminal mojok.co

Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK

30 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026
Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci Mojok.co

Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci

27 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.