Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Tambun Adalah Anomali: Tanpa Mesin Parkir, Akses Susah, Plus Tempat “Zombie” Turun

Muhammad Fariz Akbar oleh Muhammad Fariz Akbar
27 Mei 2025
A A
Stasiun Tambun Adalah Anomali: Tanpa Mesin Parkir, Akses Susah, Plus Tempat "Zombie" Turun

Stasiun Tambun Adalah Anomali: Tanpa Mesin Parkir, Akses Susah, Plus Tempat "Zombie" Turun (NFarras via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya bersyukur sekarang Stasiun Tambun sudah menjadi bagus dan layak. Sebetulnya, kalau dipikir-pikir agak lucu. Bentukan Stasiun Tambun yang sedang saya syukuri adalah sewajarnya bentuk stasiun KRL pada umumnya. Bentukan stasiun KRL yang begitu-begitu saja dan sejujurnya identik. 

Tapi, kalau untuk urusan Stasiun Tambun, perlu disyukuri. Pasalnya, saya sebagai warga Tambun menyaksikan sendiri perkembangan stasiun ini dari masa ke masa. Sedikit banyak, saya juga tahu apa yang terjadi. Dari yang jelek, mulai bagus, jelek lagi, sampai bagus lagi. Dari cinta sampai benci, sampai cinta lagi. 

ADVERTISEMENT

Revitalisasi yang (waktu itu) nggak selesai-selesai

Selain saya sedikit banyak tahu tentang stasiunnya, saya juga sedikit banyak tahu cerita atau kabar burung di sekelilingnya. Selama itu masih berurusan dengan Tambun. Ya, namanya juga lahir besar di sini. Dan menyoal Stasiun Tambun, itu masih erat kaitannya dengan jalan underpass Tambun. 

Sebelum ada jalan underpass, tentunya dulu masih ada perlintasan kereta api di Tambun. Ruwetnya bukan main. Mungkin karena alasan itu, dibangunlah jalan underpass. Bersamaan dengan itu, Stasiun Tambun juga direvitalisasi. Mungkin rentang waktunya nggak bersamaan saya nggak terlalu ingat. Yang jelas, sekitar 2014 pembangunan jalan underpass dilaksanakan dan selesai di tahun 2017. 

Kalau kata internet, Stasiun Tambun mulai direvitalisasi sekitar tahun 2014. Saya cek di Google Street View, di tahun 2019 sudah berdiri kokoh bangunan stasiun “modern” yang berwarna biru dan identik itu. Sayangnya, sampai 18 November 2023, bangunan itu belum difungsikan. 

Selama masa pembangunan itu, penumpang KRL menggunakan jalur yang jujur saya membahayakan. Perlu jalan kaki menyebrang rel untuk ke peron sebelahnya. Sudah gitu, jalur arah Jakarta, peronnya masih pakai peron besi sementara. Sebetulnya, itu nggak masalah buat saya. Yang jadi masalah, peronnya nggak punya atap. Beberapa kali saya nunggu kereta, tapi sambil harus memayungi diri sendiri. 

Selain itu, sebelum bangunan barunya jadi, pintu stasiun jumlahnya cuma satu. Yang jadi masalah, jalan underpass itu selalu macet kalau pagi. Dan pada saat itu, satu-satunya jalan buat masuk ke stasiun harus lewat underpass. Jelas ini merugikan karena bisa buang waktu 5 sampai 10 menit sendiri cuma buat kena macet sebelum sampai stasiun. 

Parkir Stasiun Tambun tanpa mesin otomatis

Sejujurnya ini aneh. Tapi, saya sudah sampai di titik menormalisasi. Ada parkir motor yang letaknya di dalam stasiun, tapi nggak dikelola oleh KAI itu gimana ceritanya? Yang mengelola itu entah pengurus dari mana, tapi kita semua tahu gambaran tukang parkir di sekeliling kita yang kita benci itu seperti apa. 

Baca Juga:

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung

Nggak ada palang otomatis, bilik kasir, atau apa pun yang bisa dibayangkan. Yang ada cuma satu pos kecil yang ditempati beberapa abang-abang. Sambil megang banyak lembaran recehan mereka duduk di sana sepanjang hari. Sesekali keliling ngecek parkiran. Kalau ada yang datang, dikasih karcis parkir yang entah sudah terpakai berapa ratus kali. Kalau ada keluar, ya dilayani seperti bayar parkir biasa.

Ini bukan masalah keamanan dan kenyamanan. Saya sih percaya dan kadang-kadang parkir di sana. Tapi, saya heran kok bisa-bisanya nggak ada parkir resmi di sebuah stasiun. Dan urusan harga, sejujurnya buat saya parkir seperti ini lebih menguntungkan karena harganya flat Rp7 ribu rupiah seharian, ketimbang parkir yang hitungannya per jam. Meski sebetulnya, masih banyak penitipan motor di luar stasiun yang harga titipnya cuma Rp5 ribu dalam satu hari. 

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Pemberhentian massal pengguna KRL 

Singkat saja. Setelah Stasiun Tambun, dapat dipastikan seluruh rangkaian kereta langsung kosong melompong. Paling nggak, penumpang arah Cibitung dan seterusnya langsung dapat tempat duduk. Memang segitu padatnya. Di sinilah tempat zombie-zombie kereta itu turun di planetnya. 

Sebelum Stasiun Tambun, jangan harap kereta bisa kosong. Sering kali orang kena tipu. Sampai di Stasiun Bekasi, sebetulnya sudah lumayan banyak yang turun. Tapi, banyak juga yang naik lagi untuk sampai ke Tambun dan naik kereta tujuan akhir Stasiun Cikarang. 

Kira-kira begitulah stasiun Tambun yang penuh anomali. Saya sendiri suka kelelahan sama stasiun ini. Untungnya, jarak rumah saya ke Stasiun Cibitung itu sama persis dengan ke Stasiun Tambun. Jadinya, kadang saya berangkat naik kereta dari sana. Sesekali nyeleweng mah nggak masalah. Kita semua pasti tahu kok harus kembali ke mana.

Penulis: Muhammad Fariz Akbar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Berjuang Bersama untuk Bisa Turun di Stasiun Bekasi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2025 oleh

Tags: KRLstasiun tambunTambun
Muhammad Fariz Akbar

Muhammad Fariz Akbar

ArtikelTerkait

Lagu “Go Go Kota Solo” Alasan Saya Suka Naik KRL Jogja-Solo Mojok.co

Lagu “Go Go Kota Solo” Alasan Saya Suka Naik KRL Jogja-Solo

24 Oktober 2024
Rekomendasi 5 Tempat di Sekitar Stasiun Solo Balapan yang Bisa Dikunjungi Ketika Mencoba Naik KRL Jogja-Solo

Rekomendasi 5 Tempat di Sekitar Stasiun Solo Balapan yang Bisa Dikunjungi Ketika Mencoba Naik KRL Jogja-Solo

28 Mei 2023
Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh Mojok.co

Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh

25 Januari 2025
Tambun Selatan dan Tambun Utara Bekasi, Saudara Kembar Beda Nasib

Tambun Selatan dan Tambun Utara Bekasi, Dua Saudara Kembar Beda Nasib

19 Juli 2024
naik krl

Berjibaku Naik KRL di Bawah Bayang-Bayang Virus Corona

13 Maret 2020
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang Mojok.co

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang

5 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

6 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Nuduh semua fans Argentina pendukung zionis itu memang tolol (Unsplash)

Cacat logika menuduh fans timnas Argentina sama dengan mendukung zionis

12 Juli 2026
Universitas Terbuka, Kampus Negeri yang UKT-nya Tidak Kenal Sistem Golongan, Banyak Beasiswa Pula! Mojok.co

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

9 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.