Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
12 Juli 2026
A A
Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah berpendapat bahwa Desa Jangkar Bangkalan adalah desa paling nyaman di Madura. Sejauh ini, rasanya belum ada yang berhasil menyangkal pendapat saya tersebut. Bahkan makin lama, dan makin jauh direnungkan, semakin banyak bukti kalau dasa saya ini memang patut menyandang predikat sebagai desa ternyaman.

Terbaru, ketika musim kemarau datang seperti saat ini, ada perbedaan mencolok yang terjadi di desa saya dengan daerah lain di dunia, khususnya di Madura. Hehehe. Kalau kita perhatikan, di wilayah-wilayah lain ada yang embun paginya sampai jadi es karena saking dinginnya. Sementara di belahan bumi lain, ada yang sampai disemprot-semprot air saking panasnya.

ADVERTISEMENT

Nah, di Desa Jangkar Tanah Merah tidak ada fenomena seperti itu. Pas malam, suhu dingin tidak mengganggu anak-anak yang main layangan. Pas siang, panas matahari juga tidak mengganggu aktivitas orang-orang. Tapi bukan itu saja yang membuat desa ini berbeda, ada hal lain yang membuatnya terlihat bak anomali saat musim kemarau. Nah, berikut saya jelaskan!

Musim kemarau malah jadi pertanda musim buah-buahan

Alasan utama yang membuat desa ini anomali yakni musim kemarau lebih sering mendatangkan keberkahan bagi masyarakat desa ini. Biasanya kan, musim kemarau kerap membuat tanaman mati karena curah hujan yang rendah, di Desa Jangkar Tanah Merah malah sebaliknya. Saat kemarau, banyak tanaman malah muncul dengan sisi terbaiknya. Maksud saya mereka mulai berbunga, dan tahap akhirnya desa ini memasuki musim buah-buahan. Keren sekali bukan!

Misalnya musim kemarau sekarang ini, banyak tanaman di desa saya yang malah mulai berbunga. Mulai dari mangga, melinjo, jambu mente, sampai rambutan, semua berbunga bersamaan. Saya yakin, bentar lagi pohon durian samping rumah saya juga akan berbunga. Pun seperti biasa, musim buah ini akan bertahan sampai berbulan-bulan secara bergantian.

Ya sebetulnya ini bukan anomali sih, sebab memang saat musim kemarau, sinar matahari secara maksimal membantu metabolisme tumbuhan. Makanya, di desa yang tanahnya subur seperti di desa saya, musim kemarau malah bikin tanaman makin sehat.

Oiya, dan lagi, karena tidak ada hujan, hasil buahnya juga akan lebih melimpah sebab tidak ada gangguan yang bikin bunganya luntur. Hayo, dengan demikian, desa mana yang tidak iri sama Desa Jangkar. 

Desa Jangkar tidak pernah kekeringan

Selanjutnya, selain buah-buahan yang melimpah, agaknya Desa Jangkar Bangkalan juga dianugerahi cadangan air yang tak ada habisnya. Biasanya, ketika musim kemarau panjang terjadi di Madura, beberapa desa banyak yang sampai terjadi kekeringan. Sumur-sumur sampai habis airnya. Bahkan, masyarakat harus mendatangkan tangki air, entah dengan membeli atau bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain

Nah, saya sedikit heran, hal ini agaknya tidak pernah terjadi di Desa Jangkar. Seberapa lama pun kemarau terjadi di desa ini, air tidak sulit untuk didapat. Meskipun akhirnya air tak bisa disalurkan dengan paralon, desa ini punya sumur cadangan yang airnya tak pernah habis meski kemarau panjang. Tapi ini sangat jarang sekali.

Yah, mungkin ini pula yang membuat desa saya ini menjadi sangat subur. Cadangan air di dalam tanahnya cukup melimpah.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Anomali yang patut disyukuri

Yang saya jelaskan di atas hanyalah beberapa anomali dari Desa Jangkar Bangkalan. Tapi meskipun anomali, hal itulah yang sebetulnya sering kali bikin desa lain iri pada desa saya  ini. Misalnya, kalau sudah musim buah, teman-teman saya dari desa sebelah sering kali memaksa ingin berkunjung ke rumah. Tujuannya tidak ada yang lain selain ngincer durian atau rambutan di halaman rumah saya. Wkwkwk.

Saya yakin, hal ini tidak dirasakan oleh saya saja, tapi semua masyarakat di Desa Jangkar. Maka dari itu, patutlah kita bersyukur bisa tinggal di desa yang tanahnya sangat subur ini. Kalau kita bisa mengelola dan memanfaatkan anugerah ini dengan baik tentu kehidupan masyarakat kita akan lebih makmur.

Ya, demikian penjelasan dari saya betapa anomalinya Desa Jangkar Bangkalan. Saya pribadi berharap semoga tanah ini bisa tetap terus kita jaga, terutama kesuburannya. Tak ada dalam pikiran saya muncul harapan mengubah wilayah ini jadi kawasan kota. Ya masa, tanah sebagus ini mau diganti beton dan aspal, kan eman, kdo!

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Desa Jangkar, Desa Paling Nyaman di Bangkalan Madura. Menetap Sehari, Langsung Ingin Datang Lagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2026 oleh

Tags: BangkalanDesa Jangkarkecamatan tanah merah bangkalanmadura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Jangan Naik Bus AKAS NR kalau Mabuk Perjalanan Terminal Mojok

Jangan Naik Bus AKAS NR kalau Gampang Mabuk Perjalanan

5 Januari 2023
5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam! warmindo jogja warteg

5 Alasan Bisnis Warmindo Nggak Bakalan Laku di Madura, Salah Satunya karena Bebek Bumbu Hitam!

16 Agustus 2024
Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai UTM

Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai

28 Januari 2024
Warga Bangkalan Madura Lebih Butuh Transportasi Antar Kabupaten di Madura daripada Bangkalan-Surabaya Mojok.co

Warga Bangkalan Madura Lebih Butuh Transportasi Antar Kabupaten di Madura daripada Bangkalan-Surabaya

19 Juli 2024
Rumah Makan Bebek Sinjay Bangkalan Madura Overrated. Sebagai Warga Asli, Saya Malas Makan di Sana Mojok.co

Rumah Makan Bebek Sinjay Bangkalan Madura Overrated. Sebagai Warga Asli, Saya Malas Makan di Sana

27 Juni 2024
Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

11 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak Terminal

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

6 Juli 2026
5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing Mojok.co

5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing

8 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya Mojok.co

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

6 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026
Tugu Jogja Kini Lebih Menyenangkan ketimbang Malioboro (Unsplash)

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.