Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
10 Januari 2025
A A
Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek Mojok.co

Kasta Stasiun KRL “Neraka” yang Wajib Diketahui Orang Luar Jabodetabek (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Commuter Line atau sering disebut Kereta Rel Listrik (KRL) salah satu moda transportasi publik di Jabodetabek yang sangat membantu. Apalagi untuk perantau seperti saya yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Selama 3 tahun merantau di Jakarta, saya merasakan betul betapa menolongnya moda transportasi yang satu ini. Terlebih, mulai banyak stasiun KRL yang terintegrasi dengan moda transportasi lain, Transjakarta misalnya. 

Persoalannya, bukan hanya saya yang mengandalkan transportasi publik ini, tapi juga ribuan orang lain di Jabodetabek. Sudah begitu, gerbong KRL hanya 1.150 unit atau 110 trainset. Itu mengapa KRL maupun stasiunnya selalu ramai, terutama di jam-jam berangkat dan pulang kantor. Kenyataan ini memunculkan anggapan stasiun KRL yang tidak manusiawi saking ramainya. Bahkan, sepertinya tidak berlebihan menyebutnya sebagau “stasiun KRL neraka” saking tidak masuk akal padatnta. Di bawah ini beberapa stasiun KRL neraka versi saya.  

#1  Stasiun KRL Manggarai, kasta paling tinggi stasiun KRL neraka

Predikat pertama stasiun yang benar-benar membuat warga menguras emosi adalah Stasiun KRL Manggarai. Kalau mau belajar sabar, kemudian merefleksikan diri dengan rasa syukur, stasiun ini tempat yang cocok. Stasiun sentral transit yang menghubungkan berbagai rute, stasiun ini benar-benar sangat padat. Bayangkan, sehari ada 700 perjalanan yang melalui stasiun ini. Penumpangnya dalam satu momen, misalnya pada jam kerja, bisa mencapai ribuan orang. Total penumpang hariannya rata-rata mencapai 100 ribu.

Pernah suatu hari mengantarkan manajer saya dulu ke stasiun ini pada jam pulang kerja. Dari luar saya bisa melihat manusia berdesak-desakan di loket masuk dan peron-peron stasiun. Wajah mereka sayu, lelah, dan harus berkutat dengan aroma prengus para penumpang lainnya. Saya tidak membayangkan kalau ada momen keterlambatan kereta. Penumpang jelas semakin menumpuk di stasiun. 

Setelah direnovasi, stasiun ini memang memiliki fasilitas yang lebih modern, tetapi transisi ke sistem baru kadang membuat penumpang mengalami kebingungan. Terlebih kalau kalian adalah pelancong atau pengunjung dari luar Jabodetabek.

#2 Di Stasiun Tanah Abang harus berbagi tempat dengan bawaan penumpang dari pasar 

Stasiun Tanah Abang berstatus sebagai stasiun transit yang menghubungkan beberapa rute, misalnya Rangkasbitung dan Cisauk. Total terjadi 337 perjalanan KRL melalui stasiun ini. Setidaknya ada lebih dari 100 ribu orang yang lalu-lalang di sana setiap harinya. Sudah terbayang betapa padatnya kan? 

Hal lain yang membuat stasiun ini layak menyandang status stasiun KRL neraka karena terletak di kawasan Pasar Tanah Abang. Itu mengapa lalu lintas maupun lalu lalang manusia di stasiun dan sekitarnya begitu padat. Kombinasi ini menciptakan suasana khas KRL Tanah Bang, yakni penumpang pekerja bercampur dengan penumpang  pedagang dan pembeli yang membawa banyak barang berukuran besar. Kalau sudah menghadapi situasi seperti itu, kalian harus banyak sabar dan dzikir supaya tidak misuhi keadaanmu yang terhimpit di dalam stasiun maupun di dalam gerbong.

Baca halaman selanjutnya: #3 Stasiun Sudirman yang …

Baca Juga:

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2025 oleh

Tags: Jakartakereta apiKRLstasiunStasiun KRL
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Andai Deskripsi Audio buat Difabel Netra Ada Dalam Kereta terminal mojok

Andai Deskripsi Audio buat Difabel Netra Ada Dalam Kereta

17 Juni 2021
Stasiun Tambun Adalah Anomali: Tanpa Mesin Parkir, Akses Susah, Plus Tempat "Zombie" Turun

Stasiun Tambun Adalah Anomali: Tanpa Mesin Parkir, Akses Susah, Plus Tempat “Zombie” Turun

27 Mei 2025
Matarmaja, Kereta Kebanggaan Warga Jawa Timur

Matarmaja, Kereta Kebanggaan Warga Jawa Timur

9 Juni 2022
Cinere, Kecamatan di Depok yang Vibes-nya Lebih Jaksel ketimbang Depok kerja di jakarta

Cinere, Tempat Terbaik bagi Orang yang Bekerja di Jakarta, Akses Mudah, Harga Hunian Masih (Lumayan) Masuk Akal

10 Agustus 2024
4 Jalan di Jakarta yang Jadi Arena Balap Liar dan Kebut-kebutan. Hati-hati kalau Lewat Sini

4 Jalan di Jakarta yang Jadi Arena Balap Liar dan Kebut-kebutan. Hati-hati kalau Lewat Sini

9 Juli 2024
Jalan Raya Gandul, Jalan Vital yang Menguji Mental Warga Depok Mojok.co

Jalan Raya Gandul, Jalan Vital yang Menguji Mental Warga Depok

2 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan Mojok.co

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

14 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.