Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja

Fitri Handayani oleh Fitri Handayani
13 Juni 2026
A A
Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Mungil Andalan Warlok Pelaju Solo-Jogja Mojok.co

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Mungil Andalan Warlok Pelaju Solo-Jogja (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Stasiun Delanggu Klaten sudah sejak lama jadi bagian penting dalam hidup warga lokal (warlok), setidaknya untuk saya. Dahulu, setiap sepekan sekali, saya pasti mengantar dan menjemput saudara di stasiun ini.

Bagi yang belum tahu ini, Stasiun Delanggu berada di sebelah timur Jalan Raya Solo-Jogja, dan tidak jauh dengan Pasar Delanggu. 

Jujur, stasiun kereta api Kelas 3 dengan bangunan berukuran mungil ini sangat membantu mobilitas warlok. Daerah-daerah yang berbatasan dengan Kota Delanggu seperti Tulung, Polanharjo, Wonosari dan sekitarnya mudah mengakses stasiun ini.

Kemudahan inilah yang jadi salah satu alasan mengapa stasiun mungil ini menjadi andalan warlok Delanggu dan sekitarnya untuk bepergian ke kota lain.

Baca juga Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok.

Stasiun Delanggu Klaten sempat berhenti beroperasi

Sebenarnya sejak kecil saya sudah akrab dengan Stasiun Delanggu Klaten. Dahulu, bapak saya sering mengantar saudaranya ke sini saat akan balik ke perantauan.

Akan tetapi, memasuki masa remaja, saya hanya melihat Stasiun Delanggu sebagai bangunan kosong saja. Sebab, pada 2011 Stasiun Delanggu tutup dan berhenti melayani penumpang.

Jika ingin bepergian dengan kereta api, saya (dan warlok lain) harus naik dari Stasiun Klaten dulu. Agak ribet memang karena jarak dari rumah ke Stasiun Klaten lumayan jauh. Itu kenapa, kereta api tidak pernah menjadi transportasi umum pilihan. 

Baca Juga:

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

Kami lebih memilih naik bus untuk bepergian karena lebih mudah dijangkau. Hingga kemudian, kami mendengar kabar baik, Stasiun Delanggu mulai beroperasi lagi. 

Stasiun Delanggu dibuka kembali pada bulan Februari 2021 untuk melayani penumpang rute KRL Commuter Line Solo-Yogyakarta, bersamaan dengan Stasiun Gawok, Stasiun Ceper dan Stasiun Srowot. Kini kami tidak harus pergi jauh ke Stasiun Klaten lagi jika ingin naik kereta api.

Stasiun andalan pelaju Solo-Jogja

Bagi warga lokal yang bekerja atau sekolah di Solo dan Yogyakarta, keberadaan Stasiun Delanggu Klaten sangat menguntungkan. Untuk mobilitas harian, kereta api lebih dipilih daripada naik kendaraan pribadi atau sarana transportasi umum lainnya karena bisa lebih diandalkan di beberapa faktor. Seperti terhindar dari macet dan  jadwal perjalanan yang lebih pasti dan  lebih cepat.

In this economy, di mana semua harga serba mahal, naik kereta api adalah pilihan pailing tepat. Mau naik kendaraan pribadi? Pertamax mahal! Mau beli pertalite? Antrian panjang, begitu antrian sudah maju, eh pertalitenya juga sudah habis! Sudah antri lama, eh malah nggak kebagiaan. 

Belum lagi ada biaya perawatan kendaraan pribadi, naik kereta api memang terhitung jauh lebih murah dari sisi ekonomi.

Menurut pola yang saya amati, Stasiun Delanggu Klaten tampak lebih ramai saat weekend. Di weekend, penumpang KRL didominasi oleh pelaju Solo-Jogja yang tinggal ngekos dan pulang seminggu sekali. Di hari Jumat sore, stasiun Delanggu ramai oleh pemudik yang datang dari luar kota. 

Dan, pada Minggu sore, Stasiun Delanggu ramai pemudik yang berangkat menuju luar kota tujuan mereka. Sedangkan saat liburan panjang, Stasiun Delanggu dipadati oleh penumpang yang akan berwisata ke Malioboro di Jogja, atau ke Pasar Gede di Solo.

Meskipun hanya melayani rute Solo-Yogyakarta, ternyata banyak penumpang yang bepergian selain ke Solo dan Yogyakarta lho. Dari stasiun Delanggu mereka akan transit ke stasiun yang lebih besar seperti Stasiun Purwosari di Solo atau stasiun Tugu di Yogyakarta yang melayani rute perjalanan kereta jarak jauh untuk melanjutkan perjalanan. Setidaknya, separo dari bagian perjalanan mereka sudah terbantu dari stasiun Delanggu.

Baca juga Klaten Diam-diam Lebih Urban daripada Bantul.

Fasilitas Stasiun Delanggu lengkap

Untuk stasiun berukuran mungil, fasilitas Stasiun Delanggu tergolong lengkap dan  bersih. Di lobi depan terdapat vending machine untuk top up saldo Kartu Multi Trip (KMT) secara mandiri. Jika butuh bantuan, tersedia juga loket dengan petugas yang selalu standby untuk membantu pembuatan kartu KMT baru maupun  isi ulang saldo KMT.  

Di ruang tunggu tersedia kursi yang berjejer nyaman lengkap dengan charging corner dan ada restroom area terbuka untuk merokok. Bagi muslim jangan khawatir ketinggalan waktu ibadah dalam perjalanan, karena tersedia mushala di sini.

Tersedia toilet yang bersih. Area parkir tersedia di area utara stasiun. Namun, sayangnya untuk saat ini  area parkir hanya tersedia untuk parkir  sepeda motor saja. Mungkin karena keterbatasan lahan sehingga belum ada area parkir mobilnya.

Siapa sangka, stasiun yang dulu sepi dan kosong selama bertahun-tahun, kini aktif dan ramai kembali. Hidupnya kembali Stasiun Delanggu memudahkan mobilitas kami yang tinggal di sisi utara dan timur kabupaten Klaten ini. Bagi kami, Stasiun Delanggu adalah pintu gerbang yang mengantarkan kami untuk menjelajah ke berbagai sudut kota lain.

Penulis: Fitri Handayani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2026 oleh

Tags: klatenstasiunStasiun Delanggustasiun delanggu klatenstasiun klaten
Fitri Handayani

Fitri Handayani

Seorang karyawan swasta yang memilih jalur sunyi. Di tengah tuntutan pekerjaan, ia merawat kewarasan dengan menjalani hidup slow living di desa.

ArtikelTerkait

Klaten Diam-diam Lebih Urban daripada Bantul Mojok.co jogja

Klaten Diam-diam Lebih Urban daripada Bantul

18 Januari 2025
Stasiun Maguwo Lama Sleman Dilupakan padahal Istimewa karena Jadi Satu-satunya Stasiun Terbuat dari Kayu di Jogja

Stasiun Maguwo Lama Sleman Dilupakan padahal Istimewa karena Jadi Satu-satunya Stasiun yang Terbuat dari Kayu di Jogja

23 Januari 2024
Klaten, Kota Kecil yang Terlupakan di Tengah Pesona Jogja-Solo (Unsplash)

Klaten, Kota Kecil yang Terlupakan di Tengah Pesona Jogja dan Solo

24 September 2024
Candi Plaosan Lor Klaten MOJOK.CO

Dirgahayu Klaten, Inilah 5 ‘Produk’ Terbaik Klaten Selain Ibu Bupatinya yang Hobi Viral

28 Juli 2020
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

16 April 2024
Umbul Susuhan Klaten, Tempat Wisata Terbaik bagi Kaum Introvert

Umbul Susuhan Klaten, Tempat Wisata Terbaik bagi Kaum Introvert

16 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026
Jalan Merdeka Bandung, jalan yang "menjajah" karena bikin warganya tersiksa

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang “menjajah” karena bikin warganya tersiksa

13 Agustus 2026
4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026
Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan Terminal

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan

15 Agustus 2026
5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri, bukan di Indonesia Mojok.co

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri karena lingkungan akademis Indonesia belum siap

14 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.