Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Muhammad Aldi Listayono oleh Muhammad Aldi Listayono
28 Februari 2026
A A
Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan pantura Situbondo merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan antara dua kabupaten di ujung timur pulau Jawa, Situbondo dan Banyuwangi. Selayaknya jalan pantura, jalur ini sering sekali dilewati pengendara dengan tujuan yang berbeda-beda. Pada biasanya rute utama ini sangat ramai dilewati jika hari-hari besar mulai tiba, seperti menjelang hari raya, tahun baru dan lain-lain.

Sebagai rute utama, seharusnya jalan pantura Situbondo menjadi perhatian besar Pemkab Situbondo dengan menciptakan jalan yang aman dan nyaman bagi pengendara dari berbagai daerah. Namun sampai saat ini, kondisi jalan pantura Situbondo masih perlu diwaspadai dan harus ekstra berhati-hati jika kalian ingin melintasinya.

Pencahayaan jalan pantura Situbondo yang sangat minim

Saya awalnya bahagia saat mendengar ada program pemasangan dan perbaikan lampu pada beberapa titik di jalan pantura Situbondo. Program ini terbukti dan direalisasikan secara riil pada tahun 2024. Dan itu dirasakan oleh pengendara.

Tapi, entah mengapa pada 2025-2026 lampu yang awalnya menerangi jalan, sudah tidak layak dan rusak. Sehingga pada malam hari membuat pengendara merasa kesulitan. Tak ayal, akibat kekurangan penerangan ini banyak terjadi laka lantas yang menelan banyak korban.

Saya tetap berharap program perbaikan dan pemasangan lampu di jalur pantura ini dijalankan kembali. Tentu dengan aksi nyata pastinya. Yang juga menjadi catatan adalah, pemerintah juga harus selalu memantau lampu-lampu yang terpasang itu. Karena saya juga merasa khawatir ada penduduk yang memang secara sengaja merusak atau mencuri lampu penerangan.

Kami selaku masyarakat yang melewati jalur tersebut sangat berterima kasih jika Pemkab terus memantau perkembangan penerangan yang ada di jalan pantura Situbondo.

Pengendara ugal-ugalan

Sisi gelap jalur pantura Situbondo selanjutnya adalah banyaknya pengendara yang ugal-ugalan. Fenomena ini bukan hanya tertuju kepada pengendara motor, truk dan bus juga terlibat. Saya meyakini fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh dua hal. Pertama, kurangnya pengawasan oleh pihak terkait. Kedua, kurangnya edukasi masyarakat tentang etika berkendara.

Belum lagi aksi balap liar gerombolan pemuda yang sampai saat ini menjadi perbincangan di tengah masyarakat juga menambah pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Padahal kalau mau dipikir-pikir, aktivitas demikian jelas-jelas melanggar hukum sekaligus membahayakan pengendara lain. Akibatnya tidak main-main, banyak kecelakaan berat terjadi.

Baca Juga:

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

Ya, saya hanya bisa berharap ke depannya tidak ada aktivitas ugal-ugalan maupun balap liar di jalan pantura Situbondo ini.

Banjir, persoalan tahunan yang sudah menjadi tradisi

Banjir di jalan pantura Situbondo telah menjadi persoalan tahunan yang sampai saat ini masih belum bisa ditangani. Apalagi jika intensitas hujan sangat tinggi yang memicu luapan air dari kawasan hulu. Banjir ini memicu kemacetan yang bikin perjalanan terganggu.

Saya sendiri pernah melihat pengendara motor terseret air karena nekat menerobos genangan air hujan. Ya, hujannya memang separah itu.

Penyelesaiannya sebenarnya klise: perbaiki drainase, bersihkan sampah, dan sejenisnya, dan sejenisnya. Tapi tentu saja kita nggak perlu bilang. Pemda sudah tahu, yang penting tuh satu: aksi.

BACA JUGA: Situbondo Tidak Punya Daya Tarik Wisata, dan Akan Selalu Kalah Dibanding Banyuwangi Jika Tidak Ada Gebrakan yang Jelas

Jalan Pantura Situbondo penuh lubang

Pada dasarnya jalan pantura Situbondo memiliki daya pikat tersendiri dengan hamparan hutan yang sangat indah. Tak jarang, banyak wisatawan yang menjulukinya sebagai Africa van Java. Tapi bagi saya, julukan hanya nyaman didengar, tidak dirasakan. Ketika saya melewati jalan pantura Situbondo, masih banyak jalan-jalan berlubang yang membuat kami sebagai pengendara harus ekstra berhati-hati.

Saya cukup mengapresiasi kepada Pemkab yang sudah berusaha untuk memperbaiki jalan berlubang di berbagai titik. Tetapi itu masih sebagian kecil saja. Yang saya rasakan masih banyak jalan berlubang maut yang berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pengendara.

Itulah beberapa sisi gelap yang ada di jalan pantura Situbondo yang barang kali harus diperhatikan. Ke depannya sih, gangguan-gangguan ini sebaiknya diatasi. Ini jalur vital lho, masak perhatiannya nggak total sih?

Penulis: Muhammad Aldi Listayono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2026 oleh

Tags: BanyuwangiJalan Pantura Situbondokecelakaan di Jalan Pantura Situbondositubondo
Muhammad Aldi Listayono

Muhammad Aldi Listayono

Leader Student Lawyers Club Community. Menaruh perhatian kepada kebersihan lingkungan.

ArtikelTerkait

Pantai Wedi Ireng, Pantai di Banyuwangi yang Harus Kalian Kunjungi Minimal Sekali Seumur Hidup

Pantai Wedi Ireng, Pantai di Banyuwangi yang Harus Kalian Kunjungi Minimal Sekali Seumur Hidup

31 Juli 2023
Istilah Pertanian Bahasa Madura yang Sering Dipakai di Situbondo

Istilah Pertanian Bahasa Madura yang Sering Dipakai di Situbondo

7 November 2022
Tak Melulu Santet, Banyuwangi Juga Gudang Musisi, SBY atau Wiranto

Tak Melulu Santet, Banyuwangi Juga Gudang Musisi

21 April 2020
bapak kos melihara ayam pengalaman aneh anak kos ayam jago sabung ayam mojok

Di Situbondo, Sabung Ayam Bisa Jadi Sarana Dakwah yang Efektif

23 Juni 2021
PO Borobudur, Penguasa Jalanan Jember-Banyuwangi yang Mulai Ditinggalkan para Penumpang

PO Borobudur, Penguasa Jalanan Jember-Banyuwangi yang Mulai Ditinggalkan para Penumpang

14 November 2023
Tidak Ada Hujan di Situbondo

Tidak Ada Hujan di Situbondo

29 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.