Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Simpang Tiga Mengkreng Sebenarnya Milik Kediri, Nganjuk, Atau Jombang?

Mohammad Sirojul Akbar oleh Mohammad Sirojul Akbar
26 September 2024
A A
Simpang Tiga Mengkreng Sebenarnya Milik Kediri, Nganjuk, Atau Jombang?

Simpang Tiga Mengkreng Sebenarnya Milik Kediri, Nganjuk, Atau Jombang? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi orang yang sering melakukan perjalanan ke luar kota, khususnya Jawa Timuran, pasti sudah nggak asing lagi dengan Simpang Tiga Mengkreng. Ada yang menyebutnya Bra’an, ada juga yang menyebutnya Kertosono.

Simpang Tiga Mengkreng memiliki peranan cukup penting dalam arus transportasi di Jawa Timur

Simpang tiga satu ini boleh jadi memainkan peranan yang cukup penting dalam arus transportasi di Jawa Timur. Pasalnya, persimpangan ini menghubungkan banyak kota. Seperti di sebelah selatan menghubungkan Kediri, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Sementara arah timur menghubungkan Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, sampai Surabaya. Dan sebelah barat menghubungkan Nganjuk, wilayah eks-Karesidenan Madiun, bahkan sampai Jawa Tengah.

Mak tak usah heran kalau hampir semua bus di Jawa Timur pasti melewati Simpang Tiga Mengkreng. Bukan hanya lewat, tapi juga ngetem beberapa menit. Ditambah lagi di sisi kanan dan kiri ruas jalan persimpangan ini ada toko-toko yang menjajakan oleh-oleh serta warung makan. Boleh dikatakan, persimpangan ini menjadi daerah yang tak pernah tidur.

Wajar apabila Simpang Tiga Mengkreng jadi langganan kemacetan, terlebih di hari libur nasional. Waktu Lebaran kemarin contohnya, saking macetnya, jalur transportasi yang menuju persimpangan ini sempat dialihkan. Di Kediri, arus transportasi menuju Mengkreng ditutup di Papar dan dialihkan ke arah Bogo bagi jurusan Jombang, serta arah Ngronggot bagi jurusan Nganjuk.

Saya sempat penasaran, sebenarnya persimpangan satu ini masuk wilayah mana. Ada yang bilang Kediri, ada yang mengatakan Jombang, tapi ada juga yang bilang milik Nganjuk. Terlibih ada beragam nama untuk menyebut persimpangan ini, di antaranya Mengkreng, Kertosono, dan Bra’an.

Saya mencoba bertanya kepada beberapa teman, baik yang tinggal di Kediri, Jombang, maupun Nganjuk. Tapi mereka memberikan jawaban yang berbeda-beda. Kemudian saya mencoba riset kecil-kecilan untuk mengungkap letak administratif dari Simpang Tiga Mengkreng. Mungkin bagi sebagian orang ini soal remeh, tapi setidaknya riset saya ini mencoba menjawab rasa penasaran kita bersama.

Simpang Tiga Mengkreng lebih sering disebut Kertosono

Saya sering melihat kernet bus ketika menarik penumpang berkata, “Sono, Sono, Sono!” (maksudnya Kertosono) yang merujuk bahwa bus akan mampir sebentar di Simpang Tiga Mengkreng. Hal itu jelas menjadikan para penumpang berasumsi bahwa persimpagan ini masuk wilayah Kertosono Nganjuk.

Ditambah lagi, jalan raya yang menghubungkan wilayah Kediri kota menuju Simpang Tiga Mengkreng disebut dengan Jalan Raya Kediri-Kertosono. Maksudnya, jalan ini merupakan jalan utama yang menghubungkan antara Kediri dan Kertosono. Tentu itu menguatkan asumsi bahwa secara administratif, persimpangan ini masuk Kabupaten Nganjuk. Tapi saya agak janggal dengan pendapat ini.

Baca Juga:

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

Temanggung yang Terkenal Nyaman Bisa Bikin Orang Jombang Nggak Betah

Masalahnya, wilayah Nganjuk dan Kediri sebagian besar dipisahkan oleh Sungai Brantas. Jika melihat letak geografis Simpang Tiga Mengkreng yang letaknya di sebelah timur sungai, agaknya cukup tidak masuk akal untuk menyebutnya wilayah Kabupaten Nganjuk yang berada di barat sungai, meskipun itu cukup dekat.

Agak aneh juga ketika hanya ada satu desa dari Kabupaten Nganjuk yang terpisah dan menjorok ke luar dari desa-desa sekitarnya. Dari sini, anggapan Simpang Tiga Mengkreng milik Kabupaten Nganjuk tidak bisa diterima.

Sudah keluar dari gapura perbatasan Kediri

Ada lagi pendapat lainnya yang menganggap bahwa Simpang Tiga Mengkreng masuk wilayah Kabupaten Jombang. Pertanyaannya, kenapa bisa disebut wilayah Jombang, bukan Nganjuk?

Jika beranjak dari asumsi pertama tadi, wilayah Nganjuk dibatasi oleh Sungai Brantas. Maka itu menegasikan adanya wilayah Nganjuk yang berada di timur sungai.

Kemudian ada pula gapura masuk Kediri yang berada di sisi selatan Simpang Tiga Mengkreng. Hal itu dapat diartikan bahwa letak geografis persimpangan ini berada di luar gapura perbatasan Kediri, yang berarti secara otomatis berada di Jombang, tepatnya masuk wilayah Bandar Kedungmulyo.

Pendapat ini sulit untuk dipatahkan jika melihat alasan-alasannya yang cukup masuk akal. Namun, rasa penasaran saya masih belum terjawab.

Tapi ternyata…

Jika tadi saya mencoba mengira-ngira bahwa Simpang Tiga Mengkreng masuk wilayah Nganjuk dan Jombang, maka tidak adil rasanya jika saya tidak mempertimbangkan persimpangan ini masuk wilayah Kediri.

Tapi agaknya cukup sulit karena tidak ada bukti-bukti fisik yang cukup mendukung untuk itu, bahkan membayangkannya pun susah. Padahal saya asli wong Kediri, nyel.

Saya mencoba mencari data-data yang mendukung bahwa persimpangan ini masuk wilayah Kediri. Satu-satunya data yang paten dan menjawab pertanyaan saya adalah data administratif. Jika hanya menggunakan data-data perbatasan secara fisik, agaknya akan mudah terlena dengan keberadaan gapura perbatasan yang ternyata hanya perbatasan semu.

Maksudnya, memang perbatasan wilayah biasanya ditandai dengan tanda fisik, baik itu bentang alam maupun buatan manusia berupa gapura dan monumen tapal batas. Tentu itu tidak bisa dikesampingkan, tapi tidak semua monumen atau gapura perbatasan tidak benar-benar dibangun secara presisi yang membatasi sebuah wilayah yang berbeda.

Ada kalanya gapura perbatasan dibangun bahkan masih di dalam sebuah wilayah. Ia bersifat simbolis. Sebagaimana gapura perbatasan di sisi selatan Simpang Tiga Mengkreng, gapura itu hanya bersifat simbolis bahwa daerah tersebut adalah ujung utara Kabupaten Kediri.

Pasalnya secara administratif, Simpang Tiga Mengkreng masuk wilayah Dusun Banjardowo, Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri. Bahkan luas Desa Mengkreng ini mencapai sebelah utara persimpangan. Adapun wilayah Jombang secara administratif baru sekitar 300 meter arah barat dari persimpangan.

Cara mudah mengetahui letak sesungguhnya Simpang Tiga Mengkreng

Memang sulit sebenarnya untuk menentukan batas fisik yang akurat antara Kediri dan Jombang di Simpang Tiga Mengkreng. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melihat kawasan pertokoan di sepanjang persimpangan ke arah timur. Biasanya pertokoan tersebut mencantumkan alamatnya di baliho yang dipasang di depan toko.

Apakah kamu juga baru tahu kalau Simpang Tiga Mengkreng ternyata masuk wilayah Kediri?

Penulis: Mohammad Sirojul Akbar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sudah Saatnya Nganjuk Introspeksi Diri supaya Bisa seperti Kediri, Atau Minimal Bikin Bangga Warga Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2024 oleh

Tags: JombangkediringanjukSimpang Tiga Mengkreng
Mohammad Sirojul Akbar

Mohammad Sirojul Akbar

Kadang menulis, kadang menangis

ArtikelTerkait

Jalur Tengkorak Kediri-Blitar: Aspal Bergelombang, Jalan Berlubang, Plus "Bertarung" Melawan Bus Ugal-ugalan

Jalur Tengkorak Kediri-Blitar: Aspal Bergelombang, Jalan Berlubang, Plus “Bertarung” Melawan Bus Ugal-ugalan

25 September 2025
Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

6 November 2023
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
5 Rekomendasi Kuliner di Jombang yang Wajib Kamu Coba Mojok.co

5 Rekomendasi Kuliner di Jombang yang Wajib Kamu Coba

25 Oktober 2024
Kecap Sawi, Kecap Legendaris sejak 1935 yang Hanya Bisa Dijumpai di Kediri

Kecap Sawi, Kecap Legendaris sejak 1935 yang Hanya Bisa Dijumpai di Kediri

26 Juli 2024
Slow Living di Kediri Bukan Gaya Hidup, tapi karena Miskin (Pexels)

Slow Living di Kediri Itu Bukan Gaya Hidup, tapi Memang Keadaan yang Memaksa

16 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.