Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lalu Lintas Bali Ngawur, Bikin Saya Bersyukur Tinggal di Surabaya

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
21 September 2024
A A
Lalu Lintas Bali Ngawur, Bikin Saya Bersyukur Tinggal di Surabaya

Lalu Lintas Bali Ngawur, Bikin Saya Bersyukur Tinggal di Surabaya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Syok banget waktu turun ke jalan di Bali. Lalu lintasnya lebih parah daripada Surabaya.

Lalu lintas merupakan aspek paling penting dalam membangun sebuah daerah. Salah satu tujuannya tentu untuk memperlancar mobilitas dan distribusi logistik. Kalau semuanya tercapai, warganya jelas akan merasa nyaman dan aman. Umumnya, pengaturan lalu lintas yang baik ini hanya dijumpai di kota-kota besar seperti Surabaya dan pusat kota Jakarta. Gimana nggak, kota-kota tersebut memang seringkali dikunjungi oleh orang-orang penting. Jelas malu dong kalau kualitas lalu lintasnya jelek banget.

Akan tetapi bukan berarti semua daerah memiliki pengaturan lalu lintas yang baik. Bali salah satunya. Meski terkenal meski terkenal akan wisatanya lalu lintas di Pulau Dewata ini ngawur banget. Saking ngawurnya, saya jadi bersyukur bisa tinggal di Surabaya. Bahkan saya heran, kok bisa ya pulau sebagus ini lalu lintasnya seperti itu?

Lampu APILL tidak dihiraukan di Bali

Saat menjajakan kaki di Bali, hal yang bikin saya syok adalah lampu APILL yang sering kali cuma jadi pajangan saja, alias nggak pernah dihiraukan. Mungkin ini terdengar biasa karena pasti ada saja oknum-oknum di kota manapun yang ogah-ogahan mematuhi aturan lampu APILL. Namun di Bali ini betulan lain, Gaes.

Kalau boleh saya terka, hampir 95% warganya itu benar-benar nggak peduli dengan isyarat lalu lintas itu. Mau warga yang baik atau jahat semuanya sama saja. Kalau lampunya lagi merah, selagi masih bisa diterobos ya gas saja. Lampunya mengisyaratkan dilarang putar balik, tapi kalau ada kesempatan ya kenapa harus dilewatkan? Alhasil lalu lintas di Bali macet total dan nggak beraturan. Wah, ini ngeri banget buat pejalan kaki maupun pengendara motor newbie, sih. Bule aja ada yang mengaku kecewa lho sama jalanan Bali.

Polisi lalu lintasnya nggak kelihatan

Jangan mentang-mentang kota wisata, polisi bakal bertebaran di mana-mana supaya lalu lintas tetap kondusif. Percayalah, kenyataannya nggak seperti itu. Jumlah polisi lalu lintas di Surabaya saja masih jauh lebih banyak ketimbang yang saya jumpai di Bali. Meski saya tahu nggak semua polisi lalu lintas di Surabaya rajin, setidaknya mereka beneran turun ke jalan dan mencoba mengatur lalu lintas sebisanya untuk mengurangi kemacetan.

Sementara itu di Bali, polisinya hampir nggak kelihatan, Gaes. Di mana pun kemacetan ada, jangan harap ada polisi yang membantu menguraikan. Saya saja pertama kali melihat polisi di Bali saat KTT Asia-Afrika, dan saudara saya mengatakan mereka sebetulnya nggak ada pun nggak apa-apa. Selebihnya urusan macet, nggak pakai helm, ugal-ugalan di jalan, itu urusan individu dengan Tuhan.

Pengaturan lalu lintas yang nggak banget

Selain itu, saya juga cukup syok dengan pengaturan lalu lintas Bali yang sangat ngawur. Awalnya saya mengira Malang memiliki pengaturan lalu lintas yang paling buruk se-Indonesia. Seringkali saya jumpai isyarat lalu lintas yang nggak jelas di sana sehingga nggak jarang saya bertanya ke warlok random ketika berhenti di lampu APILL. Namun setelah melihat Bali ternyata Malang nggak buruk-buruk amat. Lalu lintas di Bali sudah kelewatan.

Baca Juga:

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

Sudah lampu APILL nggak dihiraukan banyak orang, isyarat lalu lintas juga nggak jelas. Ada pertigaan tapi belok kiri harus mengikuti isyarat lampu sehingga menyebabkan macet total. Belum lagi nggak ada isyarat apakah boleh putar balik, belok kanan, atau arah mana yang perlu mengikuti isyarat lampu dan lain sebagainya. Pengaturan jalan juga membingungkan. Apakah jalan tersebut boleh dilalui mobil atau boleh dua arah juga nggak ada marka jalan yang jelas.

Banyak pengemudi yang ngawur di Bali

Terakhir, ini adalah hal yang nggak kalah penting yaitu pengendaranya yang super ngawur dan ugal-ugalan. Ketika saya mengatakan pengendara ngawur, saya nggak melulu menjurus ke bule-bule yang baru pertama kali nyetir motor, ya. Pada dasarnya, hampir semua warga di sana nyetirnya memang awur-awuran, baik motor maupun mobil. Saya kasih contoh, ya.

Pernah suatu ketika saya diantar oleh seorang kerabat menggunakan mobil untuk pindah hotel. Kalau secara aturan lalu lintas, mobil harus putar balik agak jauh untuk bisa ke hotel tersebut. Tapi kerabat saya malah gas saja melalui jalur kecil tersebut. Alhasil, mobil kami jadi beradu dengan mobil dari arah lain. Selain itu, pengendara motor di sini juga jarang menggunakan kaca spion. Helm pun juga nggak dipakai. Bahkan saya skeptis juga mereka punya SIM. Duh parah banget.

Sekali lagi, lalu lintas merupakan unsur terpenting dalam membangun sebuah daerah. Jika aturan lalu lintasnya baik, warga akan merasa nyaman dan aman. Sayangnya, nggak semua kota besar di Indonesia memiliki lalu lintas yang baik. Jadi saran saya, buat siapa pun yang mau ke Bali, tetap hati-hati, ya.

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Stop Glorifikasi Kerja di Bali, Nyatanya Nggak Seindah yang Dibayangkan Orang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2024 oleh

Tags: balilalu lintasSurabaya
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

Jalan Dr Ir H Soekarno (Jalan MERR), Jalan Terpanjang di Surabaya yang Cocok untuk Merayakan Kesedihan

Jalan Dr Ir H Soekarno (Jalan MERR), Jalan Terpanjang di Surabaya yang Cocok untuk Merayakan Kesedihan

22 Januari 2024
Kelakar Menyikapi Cuaca Panas di Surabaya

Kelakar Menyikapi Cuaca Panas di Surabaya

24 Oktober 2019
Di Madura, Lebih Mudah Menemukan Jalan Rusak Ketimbang Penjual Sate Madura terminal mojok.co

Ragam Cara Jajakan Dagangan ala Pedagang Madura

28 Desember 2019
Timnas U17 Imbang, Piala Dunia U17 Surabaya Agak Bikin Kecewa (Dokumen pribadi)

Timnas U17 Imbang ketika Piala Dunia U17 di Surabaya Diwarnai Chaos Terkait Shuttle Bus bikin Penonton Sempat Bingung Waktu Mau Pulang

11 November 2023
4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja Terminal Mojok.co

4 Alasan Surabaya Nggak Bisa Diromantisasi Layaknya Jogja

19 Mei 2022
Delta Plaza Surabaya, Mall Sejuta Umat di Surabaya Mengalahkan Royal Plaza dan BG Junction

Delta Plaza Surabaya, Mall Sejuta Umat di Surabaya Mengalahkan Royal Plaza dan BG Junction

30 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026
Suka knalpot brong indikasi sadisme, psikopat, dan narsisme (Wikimedoia Commons)

Kenapa sih kita gampang banget emosi lalu ngamuk kalau ada orang blayer-blayer knalpot brong?

29 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.