Si Doel Anak Sekolahan Episode 18, Musim 2: Mandra Jadi Buronan! – Terminal Mojok

Si Doel Anak Sekolahan Episode 18, Musim 2: Mandra Jadi Buronan!

Artikel

Si Doel Anak Sekolahan episode 18 dibuka dengan kegiatan sarapan bersama antara Doel, Mak Nyak, dan Babe. Doel yang akan berangkat tes di kantor kemarin pamit pada Mak Nyak bahwa nanti sore sepulang tes dia bakalan mampir dulu ke rumah Zaenab untuk bertemu dengan Encang Rohim. Babe yang mendengar ini jadi emosi karena Babe, merasa Doel sudah tidak punya urusan apa-apa lagi dengan keluarga Encang Rohim. Tapi Doel kemudian cerita bahwa kapan hari saat Zaenab datang ternyata dia ingin minta tolong pada Doel untuk bicara ke orang tuanya bahwa dia belum mau dikawinkan. Zaenab masih ingin sekolah dulu, kalau bisa juga jadi sarjana seperti Doel.

“Emang dia mau dikawinin?” tanya Babe Sabeni.
“Iya, Be,” jawab Doel pelan.
“Sama siapa?”
“Kalo enyaknya pingin dia kawin sama si Jaja, tapi Encang Rohim ingin Zaenab kawin sama Ahong.”
“Waduh!” kata Babe. Tapi Babe bersyukur bahwa Zaenab tidak jadi dijodohkan oleh orang tuanya dengan Doel. Mak Nyak hanya diam mendengarkan. Mungkin Mak Nyak sedikit kecewa.

Sementara itu, Mandra yang lagi narik opelet kaget melihat Munaroh sedang berdiri di pinggir jalan sambil membawa tas besar. Mandra berhenti dan bertanya pada Munaroh mau ke mana dia dengan tas sebesar itu, ternyata Munaroh minggat dari rumah, Gaes! Waduh!

Mandra yang speechless cuma membantu membawakan tas Munaroh dan mengajaknya naik ke opelet. Di danau tempat mereka biasa ngobrol, Munaroh cerita bahwa dia sudah tidak tahan lagi di rumah, dia tidak mau dipaksa kawin sama Cecep si mandor makanya dia memilih untuk kabur. Mandra awalnya bingung, apalagi saat Munaroh bilang, “Kalau Abang nggak mau nemenin saya minggat, saya sendiri aja juga nggak apa-apa kok.”

“Ya udah, kalau gitu lu tunggu di sini ya. Gue mau anterin dulu tuh opelet. Kita minggat sama-sama deh. Buron, buron dah!” kata Mandra.
“Bener, Bang? Abang mau nemenin saya ke mana aja?” tanya Munaroh.
“Biar kata ke ujung dunia juga Abang temenin dah. Pokoknya lu jangan kuatir. Lu tungguin di sini yak, sebentaran. Ntar gue balik lagi.”

Mandra yang sampai di rumah pas hari masih siang, membuat kaget Mak Nyak dan Babe Sabeni.

“Ade ape lu siang begini udah pulang?” tanya Babe penasaran.
“Ada perlu,” jawab Mandra singkat sambil membereskan baju-bajunya yang ditaruh di kursi belakang opelet.
“Perlu apaan? Lu mau nyuci baju ye? Mangkenye kalo bangun tuh pagi, jam cari kerja begini lu malah mau nyuci baju!” kata Babe.

Mak Nyak datang mendekat, Mandra yang tadinya diam saja sambil memasukkan semua barangnya ke dalam tas plastik, lalu bilang:

“Saya mau pamit, Mpok.”
“He? Pamit? Pamit ke mane?” tanya Mak Nyak.
“Ya mau pegi,” jawab Mandra.
“Pegi? Pegi ke mane?” Babe ikutan tanya.
“Tauk ah, namanya juga orang mau pegi. Ya ke mana aja peginya.”
“Lu apa-apan sih, Ndra? Mau pegi kagak ade tujuannye,” kata Mak Nyak.
“Mau minggat kali!” sahut Babe.

Omongan Babe dan Mak Nyak tidak dipedulikan oleh Mandra, dia kekeuh mau pergi. Sambil memasang muka (yang emang) melas, dia menyalami kakak dan kakak iparnya itu. Setelah Mandra mengucapkan selamat tinggal sambil nangis, gantian Babe yang dimarahi oleh Mak Nyak. Mak Nyak yakin kalau Mandra minggat karena terlalu sering diomelin oleh Babe Sabeni.

Di tempat lain, Doel ternyata menemui Encang Rohim di pabriknya. Setelah bicara, Doel pulang ditemani oleh Zaenab. Zaenab menanyakan bagaimana hasil pembicaraan Doel dan Encang Rohim tadi. Doel bilang bahwa Encang Rohim mungkin akan membicarakan dulu rencana berikutnya dengan Nyak Zaenab. Zaenab kalut mendengar nama nyaknya, dia yakin nyaknya tidak akan setuju dia lanjut sekolah lagi. Nyaknya hanya ingin dia nikah. Titik.

Dari Si Doel Anak Sekolahan episode 18 ini dan seterusnya nanti, kita bakalan tahu kalau yang namanya Zaenab ini emang menggantungkan hidupnya banget ama Doel.

Atun yang berniat bikin acara selametan kecil-kecilan terlihat baru pulang berbelanja. Ternyata salon Atun sudah hampir jadi. Rak dan pembatas sudah terpasang rapi, dan Pak Bendot sedang mengecat semuanya.

Mandra ternyata mengajak Munaroh ke rumah Engkong Ali. Mereka berniat minta dinikahkan saat itu juga. Mandra bilang kalau Engkong Ali tidak mau menikahkan, dia minta bagian warisannya untuk modal hidup kawin lari bersama Munaroh.

Sesampainya di rumah Engkong Ali, Mansra menyampaikan maksud dan tujuannya. Ternyata Engkong Ali menolak dengan keras. Kata Engkong menikah itu tidak gampang, apalagi Mandra dan Munaroh sama-sama belum pernah menikah. Munaroh harus punya wali untuk menikahkan, yaitu Babenya si Encang Daim. Kalau sampai memaksa pakai wali hakim, itu sama saja beranggapan bahwa babenya sudah mati. Engkong Ali lalu menyuruh Mandra mengantarkab Munaroh pulang ke rumahnya.

Mandra yang ngeyel dengan meminta hak warisannya malah membiat Engkong Ali naik darah. Untung saja Mandra dan Munaroh sudah sempat kabur duluan sebelum Engkong mengeluarkan jurus-jurus mautnya.

Hari sudah beranjak malam. Di rumah, Doel sekeluarga sedang makan malam bersama Pak Bendot. Ya, Atun memang mengajak Pak Bendot untuk makan bersama di rumahnya karena Pak Bendot sudah membantu banyak untuk mendirikan salonnya. Atun juga merasa kasihan karena sudah dua hari Pak Bendot hanya makan mi, sama sekali tidak makan nasi.

Mandra dan Munaroh juga sedang makan bersama di sebuah warung. Setelah makan, Mandra rencananya mengajak Munaroh untuk datang ke rumah Babe Sabeni lagi. Mandra ingin merayu Babe supaya mau membantu proses pernikahan mereka.

Babe dan Mak Nyak sedang ngaso di halaman rumah saat Mak Nyak mulai membicarakan perihal perginya Mandra. Mak Nyak berniat akan mencari Mandra ke rumah Engkong Ali besok, Mak Nyak khawatir Mandra salah pergaulan. Obrolan ini ditimpali oleh Doel dan Atun yang ikutan duduk di bale Babe. Doel menanyakan Mandra yang tumben-tumbennya tidak kelihatan sama sekali. Mak Nyak cuma bilang bahwa Mandra tadi siang berpamitan mau pergi.

Omongan Mak Nyak belum kelar saat menyadari Mandra dan Munaroh datang. Mandra menyatakan keinginannya untuk kawin buron bersama Munaroh, Babe Sabeni dan Mak Nyak marah. Mereka berdua tidak setuju dengan keputusan Mandra dan menyarankan agar Munaroh pulang saja ke rumahnya. Mak Nyak berjanji besok akan datang ke rumah Munaroh untuk bicara pada Babe Daim bahwa Mandra ingin menikahi Munaroh, kalau perlu Mak Nyak yang akan melamar Munaroh untuk adiknya.

Mandra menerima omongan kakaknya, dia dan Munaroh minta maaf pada Babe dan Mak Nyak. Mandra berangkat mengantarkan Munaroh pulang.

Namun, ada polisi yang datang ke rumah Babe Sabeni mencari Mandra. Mandra dituduh telah membawa lari Munaroh. Ternyata Babe Daim lapor ke polisi perihal hilangnya Munaroh, tertuduhnya ya siapa lagi kalau bukan Mandra. Tak lama setelah polisi berlalu, Mandra datang.

Doel mencoba menenangkan semua orang di rumah yang sedang panik. Doel bilang dia yang akan mengantarkan Bang Mandra ke kantor polisi. Tapi bukan Babe dan Mak Nyak namanya kalau tidak mau ikut serta mengantar. Mas Karyo juga tidak mau ketinggalan. Bersama-sama mereka berangkat ke kantor polisi naik opelet.

Duh, kenapa apesnya Bang Mandra nggak kelar-kelar sih? Sedih….

BACA semua sinopsis sinetron Si Doel Anak Sekolahan musim 1 di sini. Klik ini untuk mengikuti sinopsis Si Doel Anak Sekolahan musim 2

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.