Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

‘Sepakbola: The Indonesian Way of Life’: Melihat Karut-Marut Sepak Bola Lokal secara Utuh

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz oleh Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
2 Februari 2021
A A
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Buku ini saya mulai baca bersamaan dengan munculnya berita bahwa Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 akhirnya resmi dibatalkan oleh Ketua PSSI. Sebelumnya, kedua liga ini sendiri sudah tidak berjalan sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Tidak lama setelah itu, ada banyak berita bahwa pemain Indonesia banyak yang dilirik atau bahkan sudah menyelesaikan proses pemindahannya ke klub di luar Indonesia.

Saya beruntung bisa memulai buku ini setelah rentetan berita di atas, karena ikatan saya dengan sepak bola Indonesia seakan pulih kembali setelah sekian lama tidak terurus. Saya bukan termasuk yang rutin mengikuti update tentang sepakbola indonesia, tapi buku Sepakbola: The Indonesian Way of Life karya Antony Sutton ini mampu setidaknya memberi saya keinginan untuk bisa terhubung kembali dengan industri olahraga paling kusut di Indonesia.

Kalian inget nggak tentang konflik dualisme liga di Indonesia? Lalu tentang dualisme klub di Indonesia? Itu loh, waktu klub-klub papan atas seperti Arema dan Persebaya masing-masing memiliki klub dengan nama yang sama di dua liga yang berbeda. Atau, kalian masih inget waktu hancurnya Persibo Bojonegoro di AFC Cup 2013? Kalau kalian lupa, lebih baik kalian mulai mencari buku hasil translasi sutradara ternama, Andibachtiar Yusuf ini di internet.

Untuk kalian yang belum familiar, semua peristiwa yang saya sebutkan sebelumnya adalah gambaran kecil bagaimana ruwetnya masalah di persepakbolaan Indonesia. Dirilis pada 2017, Sepakbola: The Indonesian Way of Life adalah buku karya seorang gila bola asal Inggris, Antony Sutton. Ia sudah menetap di Indonesia sejak 2002 dan di buku ini ia merangkum perjalanannya menyaksikan carut marut persepakbolaan Indonesia. Buku dengan jumlah 265 halaman ini berhasil membuat saya malu dan menggeleng-geleng di tiap babnya.

Antony mencoba untuk menjelaskan mengapa persepakbolaan Indonesia, dengan basis suporternya yang sangat fanatik, tidak bisa berkembang lebih pesat lagi. Dimulai dari federasi yang bermasalah dan selalu memiliki konflik, pemilik klub yang gemar lepas tanggung jawab terhadap pemain mereka, serta sekelompok orang yang kerap mengintervensi jalannya persepakbolaan Indonesia. Saya berani bilang kalau Antony mampu menyajikannya dalam 17 bab yang menarik. Ada satu atau dua bab yang akhirnya membuat saya senyum sendiri karena tidak menyangka kalau ada orang-orang seperti ini.

Gaya penulisan Antony adalah salah satu daya tarik buku ini. Ia kerap memasukkan referensi-referensi situasi sepakbola di Indonesia dengan situasi sepakbola di Inggris, tepatnya era 1970-an. Fenomena suporter bergaya hooligan di Indonesia juga ia singgung di buku ini, dengan menyebutkan bahwa hal serupa juga terjadi di Inggris.

Banyak sekali hal yang sudah umum diketahui oleh orang-orang, namun oleh Antony diceritakan lagi lebih detail. Kerusuhan oleh Aremania yang mengakibatkan mereka diskors hingga tiga tahun adalah salah satu cerita yang ia buat lebih detail. Di bab tersebut, Antony memasukkan hasil transkrip wawancaranya dengan dua orang Aremania yang terlibat di kerusuhan pada 2008 tersebut. Setelah membaca itu, saya yakin teman-teman Aremania sudah jauh lebih baik sejak peristiwa itu.

Salah satu yang sedikit mengganjal untuk saya adalah bagaimana Antony selalu menyelipkan sejarah umum di beberapa bab. Seperti penjelasan mengenai penembakan Jenderal A.W.S. Mallaby pada zaman dahulu yang tujuannya hanya untuk memberi pengumpamaan semangat para Bonek dengan perjuangan pahlawan pada 1945. Hal itu kadang membuat saya pengen buru-buru ke bab berikutnya.

Baca Juga:

Sepak Bola Indonesia Sebaiknya Memang Dibekukan Saja!

PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

Buku Sepakbola: The Indonesian Way of Life adalah buku yang enak kalian baca sambil santai di sore hari. Seduh kopi terbaikmu, nikmati tiap seruputan, dan siap-siap untuk berpetualang di carut marutnya persepakbolaan Indonesia.

BACA JUGA FAM Kok Udah Memulai Kompetisi Musim Baru sih? Contoh PSSI dong! 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: sepak bola indonesia
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Full time mahasiswa, part time pemburu pengalaman.

ArtikelTerkait

liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Liga 2 Indonesia, Kompetisi Sepak Bola Paling Seru di Dunia

23 September 2021
Sepak Bola Putri

Bangkitnya Sepak Bola Putri Indonesia

10 Oktober 2019
nama unik tim sepak bola jepang liga jepang meniru tim sepak bola indonesia mojok.co

Semisal Tim Sepak Bola Indonesia Menggunakan Konsep Nama Seperti di J. League

2 September 2020
wasit sepak bola indonesia liga 1 mojok

500 Hari Tanpa Sepak Bola Indonesia, kok Wasitnya Masih Gitu-gitu Aja?

30 Agustus 2021
Pratama Arhan, Euforia, dan Tantangan bagi Klub Indonesia

Pratama Arhan, Euforia, dan Tantangan bagi Klub Indonesia

18 Februari 2022
makassar

Tentang “Maaf Sekadar Mengingatkan” yang Lagi Tren di Makassar

9 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.