Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bangkitnya Sepak Bola Putri Indonesia

Novi Setya Ningrum oleh Novi Setya Ningrum
10 Oktober 2019
A A
Sepak Bola Putri

Sepak Bola Putri

Share on FacebookShare on Twitter

Berbicara masalah sepak bola Indonesia meliputi, pola kepengurusan, pembinaan bakat hingga persoalan di lapangan yang tidak akan pernah ada habisnya. Masalah demi masalah terus terjadi. Dari realitas yang ada tentu publik merasa pesimis sepak bola Indonesia akan maju. Hingga akan berakhir pada kekecewaan dan ketidak puasan khalayak yang diekpresikan lewat cara-cara brutal. Ini bukan sesuatu yang bagus, melainkan kondisi yang menurunkan kualitas sepak bola Indonesia di mata dunia.

Meskipun 4 level sepak bola Indonesia terus bergulir. Bukan berarti masalah yang dialami PSSI selesai. Masalah mafia bola masih santer diberitakan berupa pengaturan skor yang disepakati antar klub dan bahkan dilakukan oleh wasit saat laga. Masyarakat semakin geram terlebih hingga kini Timnas masih krisis juara. Bagaimana tidak beragam pelatih didatangkan dari penjuru dunia. Tidak tanggung-tanggung pelatih dari negara Inggris, Italia, Austria dan masih banyak lagi berusaha meramu strategi untuk Timnas Indonesia. Tapi sampai saat ini belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

ADVERTISEMENT

Di tengah isu sepak bola Indonesia yang tidak kunjung selesai, masyarakat diberikan angin segar bahwa Liga Sepak Bola Putri Indonesia juga sedang bergulir. Dengan bertajuk Liga 1 Putri 2019, laga tersebut resmi digelar. Sebenarnya sepak bola putri ini bukan sesuatu yang baru. Karena dari tahun-tahun sebelumnya sudah mengikuti kompetisi berstandar internasional baik SEA Games, asian games dan lain-lain. Namun karena kurangnya media membuat pemberitaan membuat masyarakat kurang antusias dan bahkan tidak tahu.

Meskipun kompetisi sepak bola putri ini merupakan sebuah prestasi besar. Jangan dibayangkan penonton akan ramai hingga “berjubel” demi menonton pertandingan seperti liga 1 nya laki-laki. Penonton membawa bendera raksasa, menyalakan kembang api dan membuat koreografi. Aksi-aksi tersebut belum ditemukan di Liga 1 Putri 2019. Sedang laga perdana saat PSS Sleman melawan PS Tira di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (5/10/2019) disaksikan 361 orang dan wajib membayar 10 ribu.

Untuk Kompetisi Sepak Bola Putri sendiri ini adalah yang pertama. Meskipun baru 10 klub yang bersedia mengikuti, namun ini adalah sejarah baru. Klub-klub tersebut dibagi kedalam 2 grup yaitu grup A dan B. Berikut daftar klub dan grup dalam kompetisi yang bertajuk Liga 1 tersebut. :

Grup A diisi oleh Persija, PS Tira Persikabo, PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persib Bandung.

Grub B diisi oleh PSM Makasar, Persipura Jayapura, Arema FC, Bali United, dan Persebaya Surabaya .

Liga 1 Putri ini, banyak diklaim sebagai bentuk prestasi PSSI sebagai organisasi sepak bola nasional. Terlepas dari hal-hal teknis sebelum liga ini digelar. Ini adalah prestasi bersama baik klub, masyarakat luas dan PSSI sendiri. Untuk itu kedepannya yang dilakukan adalah menjaga agar berjalan sesuai yang diharapkan. Tidak ada bentrok antar suporter, menghindari bermain kasar dan tetap menjaga fair play.

Baca Juga:

Benang yang Kembali Kusut: Langkah Membingungkan PSSI Memecat STY di Tengah Jalan  

Sepak Bola Indonesia Memang Penuh Drama, Shin Tae-yong Cuma Salah Satunya

Perlu dihimbau pula untuk masyarakat baik itu warganet maupun penonton langsung untuk menghindari kata-kata rasis dan selalu menjunjung tinggi kehormatan wanita. Baik berupa “catcalling” yang sering diucapkan maupun mengenai “body shaming” untuk sejauh mungkin dihindari. Karena hal-hal demikian dapat menurunkan dan menciderai mental pemain. Perilaku baik dari masyarakat diharapkan sebagai bentuk dari dukungan masyarakat demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Manfaat dari adanya kompetisi ini, diantaranya memantau bibit baru dan sebagai wadah untuk membina persepakbolaan Indonesia terutama putri. Karena seperti yang kita tahu, pembinaan yang buruk akan berakhir pada minim prestasi. Seperti yang sudah-sudah setiap ada turnamen baik setaraf AFF, AFC, hingga seleksi piala dunia pemain cenderung dipaksa baik mental maupun fisiknya untuk siap. Padahal demi sebuah hasil yang bagus diperlukan proses panjang. Tapi hal itu diabaikan oleh petinggi PSSI dan masih terus terulang  pembinaan atlet yang buruk.

Menjelang turnamen mereka akan dikumpulkan dan menjalani seleksi. Setelah tim terbentuk mereka akan di “gojrok” atau dipaksa siap menghadapi pertandingan. Tidak ada strategi matang, taktik yang mumpuni bahkan fisik serta mental yang baik tidak dimiliki. Juara tidak pernah menjadi target bahkan terlintas pun tidak. Baik pengurus maupun official mereka hanya beralibi bahwa “kekalahan ini akan dijadikan pengalaman untuk kedepannya dan sebagai koreksi untuk melakukan perubahan”. Terus seperti itu, maka tidak akan pernah beranjak dari dari posisi sekarang bahkan bergerak pun tidak.

Kekuatan atlet tidak dapat dipaksa, perlu adanya pembinaan yang terstruktur dan konsisten jika masih berharap juara. Ada harga lebih yang harus dibayar untuk sebuah prestasi. Berantas korupsi ditubuh PSSI, penjarakan mafia bola, bina atlet dengan baik. Maka bukan tidak mungkin prestasi sepak bola akan melimpah baik putri maupun putra. (*)

BACA JUGA Liverpool Jangan Jumawa: Segerakan Meraih Gelar Liga Inggris! atau tulisan Novi Setya Ningrum lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2019 oleh

Tags: Kesetaraan Genderpssisepak bola indonesiaSepak Bola Putritim nasionalTimnas Indonesia
Novi Setya Ningrum

Novi Setya Ningrum

ArtikelTerkait

jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Sepak Bola Indonesia Kembali Itu Hanya Mimpi

4 Maret 2021
Aku Tidak Pakai Baju Seksi Tapi Aku Tetap Seksi

Aku Tidak Pakai Baju Seksi tapi Aku Tetap Seksi

12 Maret 2020
suporter timnas indonesia

Timnas Indonesia dan Betapa Gampangnya Pendapat Suporter Indonesia Berubah

18 Juni 2019
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Liga 2 Indonesia, Kompetisi Sepak Bola Paling Seru di Dunia

23 September 2021
PSSI, Erick Thohir, AFC, Bali United (M. Wigya Permana Putra via Shutterstock.com)

Kok Ada yang Puas dengan Kepemimpinan Erick Thohir di PSSI?

23 Agustus 2023
Unsur Politik di Balik Ketidaklayakan JIS

Unsur Politik di Balik Ketidaklayakan JIS

18 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri Kerap Dianggap Tempat Paling Rapi di Dunia, padahal Justru Sebaliknya, Titik Kumpul Masalah dan Kekacauan!

29 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.