Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Semua Orang Akan Akrab dengan TikTok pada Waktunya

Ayu Henidar Mulyara oleh Ayu Henidar Mulyara
24 Januari 2020
A A
Semua Orang Akan Akrab dengan TikTok pada Waktunya
Share on FacebookShare on Twitter

Masih pada ingat Bowo Alpenliebe? Raja TikTok yang dulu sempat bikin meet and greet berbayar dan dihadiri banyak anak-anak muda? Saya masih ingat betapa diolok-oloknya dia karena kontennya hanya berupa video joget-joget di TikTok dan viral.

Mungkin jutaan orang tidak menyadari kalau Bowo dulu telah menyebarkan virus alaynya,dan baru terasa efeknya sekarang. Nggak di Twitter, di Instagram, atau mungkin malah di Facebook, video yang diunggah semuanya berasal dari TikTok.

Saya penasaran virus apa yang disebarkan dan kenapa bisa sangat terasa lama efeknya? Kalau dilihat dari kacamata marketing, saya justru menduga kalau baru saja ada pergantian tim marketing yang dahsyat di internal aplikasi ini. Dan terbukti, saat ini ada 1,5 miliar pengguna di TikTok. Angka ini dikabarkan akan mengalahkan jumlah pengguna Instagram.

Video anak-anak “alay” yang suka joget di TikTok sebenarnya sudah cukup sering saya lihat di beberapa akun receh Instagram maupun Twitter. Namun, intensitasnya tidak setinggi saat ini. Bahkan saya ingat fenomena Bowo sempat hilang beberapa saat, dan kabarnya pun Bowo sudah tidak bermain aplikasi ini lagi.

Hampir semua teman saya mengunggah video mereka joget-joget asyik menggunakan TikTok. Iya, hampir semua. Awalnya saya masih menganggap ini alay. Sampai akhirnya saya merasa nggak bisa lepas dari orang-orang yang main TikTok. Buka Instagram liat Gempi sama Gisel main TikTok gemes banget. Buka Twitter liat video-video akun receh yang juga isinya dari aplikasi ini. Nggak cuma artis Indonesia, bahkan Jonas Brother juga punya akunnya dan mereka sering upload video mereka. Hadeuh.

Lagi sibuk kerja di kantor teman sebelah saya lagi joget-joget. Keluar kantor buat pulang ke rumah, di pojokan stasiun ada anak-anak lagi bikin video TikTok. Udah pulang sampai ke rumah saja, adik saya dengan lantamnya teriak “Kak, bikin video TikTok Yuk!” Subhanallah. Saya langsung berpikir, apakah ini sudah saatnya untuk saya debut melalui video di TikTok?

Saya kemudian memberanikan diri untuk meng-install aplikasi tersebut. Dengan mengucap bismillah saya mulai menonton beberapa video orang-orang joget di TikTok. Nggak cuma joget ternyata, ada video yang sedang dubbing dari scene suatu film. Ada yang bikin tutorial make up juga, bahkan ada yang bikin masak-masak. Rupanya aplikasi ini punya beragam variasi video. Dan saya harus mengatakan kalau nonton ini memberikan candu baru dalam bermedia sosial. Jujur saya ketagihan nonton orang-orang bikin video dengan aplikasi ini. Penasaran, saya mulai coba-coba ikutin beberapa gerakan. Video yang pertama kali saya coba video dengan backsound “Kejam Itu Kau Fitnahkan…”

Dan benar saja, bagi saya lagu itu emang asyik untuk didengar dan joget bareng temen-temen. Ke mana saja saya selama ini?

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Sepertinya sudah menjadi kebiasaan netizen yang terlalu gampang menganggap sesuatu alay, padahal nyatanya membuat kesenangan tersendiri. Lembaga setingkat Kominfo juga sepertinya baru menyadari betapa asiknya bermain TikTok. Sempat diberitakan tahun 2018 lalu, Kominfo memblokir aplikasi ini karena banyak terdapat konten negatif. Setelah berkomunikasi dengan pihak Tik Tok, Kominfo resmi membuka blokir TikTok dan saat ini Kemkominfo justru memiliki akun TikTok. Buat yang penasaran, kalian bisa cari dengan nama akun Kemkominfo RI.

Fenomena ini sama seperti lagu-lagu hits di awal 2000-an yang dianggap alay oleh beberapa orang. Kalian tentu masih ingat lagu-lagu ST12, Kangen Band, Hijau Daun, Wali Band dan band-band lainnya. Dulu lagu-lagu mereka dianggap nggak banget, tapi sekarang justru jadi pilihan wajib untuk karaokean sama temen. Saya ingat betapa hebohnya ribuan anak muda nyanyi lagu-lagu band ini di salah satu festival musik. Babang Andikaa, aku padamuuu~

Ternyata, lagu yang dianggap alay itu malah sebenarnya lagu yang asik banget buat joget. Yang dulu dianggap alay justru populer di zaman ini. Kalau saya jadi Bowo, mungkin akan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku kita semua. Harusnya kita minta maaf sama Bowo, dan mengakui TikTok memang seasyik itu. Maafkan kami Bowo, mari kita ber TikTok ria.

BACA JUGA TikTok Pernah Dibunuh, Mati, dan Kini Bangkit dari Kuburnya atau tulisan Ayu Henidar Mulyara lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2020 oleh

Tags: aplikasiBowo AlpenliebeMedia Sosialtiktok
Ayu Henidar Mulyara

Ayu Henidar Mulyara

ArtikelTerkait

merdesa

Merdesa, Indonesia

6 Agustus 2019
3 Program Selain Podcast di YouTube Deddy Corbuzier yang Sebenarnya Nggak Laku-laku Amat terminal mojok.co

Deddy Corbuzier Pernah Bikin Program yang Nggak Laku-laku Amat di Kanal YouTubenya

4 September 2020
Laki-Laki Memang Nggak Mempan Dikasih Drakor, Mereka Lemah di Hadapan Dracin

Laki-Laki Memang Nggak Mempan Dikasih Drakor, Mereka Lemah di Hadapan Dracin

27 Februari 2025
Saya Jadi Pengin Tinggal di Jepang Gara-gara FYP TikTok dan Tetangga Nyebelin

Saya Jadi Pengin Tinggal di Jepang Gara-gara FYP TikTok dan Tetangga Nyebelin

19 November 2023
Repost Story Hampers Kiriman Sendiri Itu Maksudnya Gimana_ terminal mojok

Mohon Maaf, Repost Story Hampers Kiriman Sendiri Itu Maksudnya Gimana?

13 Mei 2021
Tips Melayangkan Kritik Pemerintah tanpa Ditangkap Polisi terminal mojok.co

Kalimat ‘Siap, Bang Jago!’ dan Tanda bahwa Kita Sukar Menerima Kritik  

9 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.