Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pengalaman Berlangganan Bumble Premium: Harganya Mahal dan Nggak Bikin Saya Dapat Pasangan

Dito Yudhistira Iksandy oleh Dito Yudhistira Iksandy
28 Maret 2024
A A
Pengalaman Berlangganan Bumble Premium: Harganya Mahal dan Nggak Bikin Saya Dapat Pasangan Mojok.co

Pengalaman Berlangganan Bumble Premium: Harganya Mahal dan Nggak Bikin Saya Dapat Pasangan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Berlangganan Bumble Premium nggak menjamin lebih mudah dapat jodoh, saya contohnya. 

Sebelum memulai tulisan ini, saya harus disclaimer dulu kalau hidup saya nggak segitunya menyedihkan sebagai jomlo. Sumpah, bahkan saya cenderung biasa aja dan nggak merasa terganggu. Sebaliknya, kondisi tanpa pasangan justru bikin saya lebih menikmati banyak hal. Misalnya, ngerjain skripsi, cangkruk, atau sekadar push rank Mobile Legends.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, menjomblo selama hampir 3 tahun ternyata menimbulkan kekhawatiran pada orang-orang di sekitar saya. Maklum, kawan-kawan saya bisa dapat pacar baru hanya hitungan minggu atau bulan setelah putus. Makanya mereka khawatir, dikiranya saya belum berhasil move on dengan mantan. Padahal, ya, nggak gitu.

Terjebak di situasi kayak gini itu nggak enak. Pertanyaan soal perkembangan asmara saya selalu muncul hampir setiap sebulan sekali ketika kami sedang asik-asiknya cangkruk. Maksud saya, mbok ya biasa aja gitu, lho, nanti kalau pengin juga bakal nyari pacar sendiri. 

Asal kalian tahu, ya, kekhawatiran kalian itu lama-lama bikin risih tahu. Seakan-akan menjadi jomlo itu aneh banget di mata masyarakat. Saya yang awalnya biasa aja lama-lama jadi overthinking dan ingin mengupayakan agar punya pasangan. Alhasil, terbesitlah ide untuk install Bumble. Nggak main-main, saya langsung menggunakan Bumble yang berbayar alias premium. 

Fitur yang sangat terbatas untuk pengguna gratisan

Ini adalah pengalaman pertama saya menggunakan dating apps. Sebagai pemula, tentu saya belum ngerti banyak hal. Saat itu, yang saya tahu cuma swipe kanan kalau tertarik dan swipe kiri kalau nggak tertarik. Namun, setelah beberapa kali swipe, tiba-tiba muncul pemberitahuan yang menyatakan “You’re all out of likes”

Ternyata Bumble membatasi kuota swipe untuk pengguna gratisan, yakni sekitar 10 swipe per hari. Tapi, batasan ini bisa dihapus kalau pengguna berlangganan layanan premium. Nggak cuma itu, berlangganan akan membuka semua fitur yang ada di Bumble Premium seperti spotlight profil atau mengetahui siapa saja yang menyukai profil kita.

Menarik, kan? Memang, harganya juga nggak main-main, Lur. Paling murah sekitar Rp40.000 untuk 1 minggu dan paling mahal Rp700.000 untuk berlangganan seumur hidup. Akhirnya, sebagai bentuk ikhtiar, saya memilih merelakan sebagian uang jajan untuk berlangganan Bumble Premium yang paling murah. Batin saya, waktu satu minggu pasti cukup untuk sekadar mencari satu teman chat, syukur-syukur kalau bisa jadi pasangan.

Baca Juga:

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

5 Alasan Pesan Makan Online Masih Lebih Logis daripada Beli Langsung di Warung meski Zaman Promo Sudah Berlalu

Bumble Premium nggak jamin dapat pasangan

Akan tetapi, perkiraan saya salah, sangat salah. Saya nggak ngerti ini antara ekspektasi saya yang ketinggian, tampang saya yang kelewat jelek, atau sistem Bumble yang emang bapuk. Tapi, perjuangan saya selama satu minggu untuk swipe kanan ternyata nggak membuahkan hasil. Nggak ada satu pun yang berlanjut ke chating atau obrolan. 

Asal tahu saja, berbeda dengan dua aplikasi lainnya, Bumble mengharuskan perempuan untuk memulai obrolan ketika match. Jadi, sekalipun dua akun sudah match atau cocok, obrolan baru bisa terjalin setelah pihak perempuan memulai chat duluan. Nah, ini boro-boro lanjut ke obrolan, yang match saja nggak ada

Bahkan, saya sampai melakukan langkah putus asa dengan swipe kanan seluruh profil yang muncul di Bumble di hari terakhir. Bukan berarti saya segitu penginnya punya pacar, masalahnya ini saya udah terlanjur bayar, mosok nggak ada hasilnya sama sekali. Kawan saya yang gratisan saja bisa match sama beberapa orang. Kok saya yang udah bayar malah nggak bisa cocok dengan siapa pun. 

Pengalaman saya mencari teman kencan akhirnya hanya berbuah hikmah saja. Saya memantapkan diri untuk nggak lagi berlangganan premium sebuah dating app. Kalau pun menggunakan aplikasi kencan, saya akan pilih yang biasa-biasa saja. Sebab, pada akhirnya, akun premium tidak akan menjamin kalian match dengan banyak orang. Daripada duit dikeluarkan untuk langganan, lebih baik diinvestasikan ke hal lain. Hal-hal yang bisa menambah nilai saya di mata pasangan kelak.

Penulis: Dito Yudhistira Iksandy
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Menyelami 4 Aplikasi Dating yang Penuh Cinta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2024 oleh

Tags: aplikasibumblebumble premiumdating apppacar
Dito Yudhistira Iksandy

Dito Yudhistira Iksandy

Alumnus Sosiologi Universitas Negeri Surabaya. Bekerja sebagai crew event organizer. Suka menonton anime dan drama korea.

ArtikelTerkait

grammar yang baik code switching skor toefl 550 aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

Cake, Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Saingan Berat Duolingo

11 Januari 2021
Pengalaman Saya Terjebak Belasan Aplikasi Pinjol dan Cara Menyelesaikannya

Pengalaman Saya Terjebak Belasan Aplikasi Pinjol Sampai Rp60 Juta

2 Februari 2023
Pemilihan Nama Nyeleneh Aplikasi SiPEPEK sampai Sisemok Adalah Bukti Pemerintah Merendahkan dan Mengkhianati Etika Rakyat

Pemilihan Nama Nyeleneh Aplikasi SiPEPEK sampai Sisemok Adalah Bukti Pemerintah Merendahkan dan Mengkhianati Etika Rakyat!

10 Juli 2024
5 Jenis Driver Ojol Redflag di Mata Penumpang, Perjalanan Jadi Nggak Nyaman Mojok.co

5 Jenis Driver Ojol Red Flag di Mata Penumpang, Perjalanan Jadi Nggak Nyaman

4 Februari 2024
Shopee Lite: Minim Fitur, Nggak Pakai Lemot di HP

Shopee Lite: Minim Fitur, Nggak Pakai Lemot di HP

16 Mei 2023
Saya Rela Repot Pakai Flip Selama Transfer Antarbank Masih Kena Biaya Admin terminal mojok

Saya Rela Repot Pakai Flip Selama Transfer Antarbank Masih Kena Biaya Admin

27 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.