Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sementara Kita Sibuk Mencerca, Saat Itu Bung Fiersa Justru Sedang Giat-Giatnya Berkarya

Aly Reza oleh Aly Reza
4 Maret 2020
A A
Bung Fiersa

Sementara Kita Sibuk Mencerca, Saat Itu Bung Fiersa Justru Sedang Giat-Giatnya Berkarya

Share on FacebookShare on Twitter

Dengan ini saya ingin memberi standing applause paling meriah se-Galaksi Andromeda kepada Bung Fiersa Besari, menyusul prestasi demi prestasi yang berhasil dia torehkan dalam beberapa waktu terakhir. Puncaknya adalah saat Bung Fiersa meraih penghargaan dalam ajang Billboard Indonesia Music Awards (BIMA) 2020. Acara yang digelar di Studio RCTI, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (26/2/2020) malam tersebut mengeluarkan Fiersa Besari sebagai pemenang dari nominasi Top Male Singer of The Year. Jabat erat, Bung.

Saya merasa sangat perlu untuk mengacungkan empat jempol yang saya miliki sebagai bentuk apresiasi dan rasa salut saya kepada penyanyi yang juga menulis buku dan pendaki gunung itu. Pasalnya begini, saya termasuk satu dari beberapa orang yang tidak begitu menikmati karya-karya Bung Fiersa. Apapun itu, Boro-boro baca novelnya, tertarik buat megang pas kebetulan lagi di Togamas aja enggak. Perlakuan serupa juga saya terapkan terhadap karya-karyanya yang lain, katakanlah lagu-lagu yang dia ciptakan.

ADVERTISEMENT

Entah kenapa di telinga saya, lagunya Bung Fiersa nggak ada estetis-estetisnya sama sekali. Yang ada malah terkesan aneh dan lebay. Dalam perkumpulan saya, nggak jarang kawan-kawan me-roasting siapapun yang kepergok dengerin “Celengan Rindu”, misalnya. “Celengan rindu apa bisa buat bayar UKT, ya?” Ya kayak gitu-gitu lah.

Atau ada juga yang secara ekspresif menutup telinga sambil kepanasan saat musik yang diputar di warung kopi tempat kami nongkrong terverifikasi berjudul “Waktu yang Salah”. Saya nggak tahu kenapa teman-teman saya bisa sebegitu alergi dengan lagu tersebut. Padahal lewat lagu itulah Bung Fiersa bisa berdiri di podium BIMA 2020, menghadap sorot kamera, mengangkat piala penghargaan sambil berujar, “Bu, saya masuk tivi, Bu.” Pada titik itu saya membayangkan, betapa haru dan bangganya ibunda Bang Fiersa saat menatap layar kaca.

Sejenak saya merenung, betapa sia-sianya waktu yang kami habiskan untuk mencerca Bung Fiersa. Betapa rutinitas tersebut amat sangat tidak produktif. Semakin sering kami menghujat Bung Fiersa toh nggak bikin kami jadi kaya raya setingkat Nia Ramadhani. Nggak bikin kami bisa ngangkat piala di hadapan jutaan pasang mata penonton RCTI. Seringnya kami me-roasting lagu atau quote-nya yang kami anggap sok bijak juga nggak serta merta bisa bantu kami nyelesaiin skripsi. Kami masih jalan di tempat, masih belum ngapai-ngapain, dan masih belum menghasilkan satu karyapun yang bisa bikin kami bilang “Bu, anakmu masuk tivi, Bu.”

Manakala kami masih sibuk mencari bahan roasting­-an baru mengenai Bung Fiersa. Manakala kami masih sibuk melabeli bahwa, para pengagum senja adalah para fansnya yang laknat dan hina. Saat itulah Bung Fiersa sedang mempersiapkan banyak hal, bekerja lebih keras dari hari-hari sebelumnya, menempa diri, dan tidak berhenti untuk melangkah: tak pernah menyerah pada kata lelah.

Baik, sekarang mari kita bandingkan hasilnya. Apakah yang sudah kita dapat sajauh ini? Besar kemungkinan nihil belaka. Sisi lain, Bung Fiersa perlahan meninggalkan kita di belakang. Tren demi tren positif kemudian membawanya semakin jauh di depan. Agustus tahun lalu, nama Fiersa Besari didapuk mendampingi dua musisi besar sekelas Iwan Fals dan Once Mekel untuk mengisi original soundtrack film “Bumi Manusia” garapan Hanung Bramantyo. Berikutnya dia dipercaya Ernest Prakasa untuk melantuntan lagu “Pelukku untuk Pelikmu”, yang tidak lain adalah soundtrack film “Imperfect” yang rilis akhir tahun lalu.

Apakah cukup sampai di situ? Ternyata belum. Seminggu yang lalu, atau persisnya pada Rabu (19/02), Najwa Shihab selaku tuan rumah Mata Najwa mendaulat Bung Fiersa sebagai wakil anak muda untuk bicara dalam peringatan Satu Dekade Mata Najwa yang mengusung tema: “Indonesia Butuh Anak Muda.” Menyaksikan siaran itu, saya serasa digampar lima puluh lima kali gamparan tangan Deddy Corbuzier. Betapa tidak, sosok yang nggak pernah ada habisnya buat kami roasting, yang lagu-lagu dan quote-nya sering kami ketawain, malam itu dipercaya Mbak Nana buat bicara soal potensi anak muda. Parahnya, acara tersebut dihadiri oleh para pejabat dan tokoh-tokoh penting. Gilak!

Baca Juga:

Terserah Mau Pilih Dzawin Nur Atau Fiersa Besari, Rekan Naik Gunung Terbaik Adalah Wira Nagara

Konten Naik Gunung Dzawin Nur Memang Lebih Menarik daripada Fiersa Besari, kok

Dalam dunia perbukuan, berapa banyak buku yang dia sumbangsihkan dalam pemajuan literasi kita? Banyak. Beberpa buku yang dia tulis antara lain: Catatan Juang, Garis Waktu, Konspirasi Alam Semesta, 11:11, Arah Langkah, Tapak Jejak, dan buku yang paling monumental: BUKU NIKAH. Sementara kami para komplotan yang bisanya cuma maki-maki, masih belum bisa nerbitin buku sebanyak itu, lebih-lebih buku yang terakhir. Haish ambyaaarrr.

Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada Bung Fiersa atas capaian-capaian prestisius sejauh ini. Bung Fiersa memang layak untuk mendapatkan semua itu. Oh ya, sebelum menulis ini, saya menyempatkan diri untuk mendengarkan dan meresapi beberapa lagu milik Bung Fiersa. Menuntaskan dari satu lagu ke lagu yang lain, utamanya yang paling digandrungi kawula muda. Oke, jujur, meski saya masih belum terlalu selera, tapi lagu-lagu Bung Fiersa sebenarnya nggak buruk-buruk amat. Nggak sehancur yang sering kawan-kawan omongkan. Atau malah jangan-jangan justru saya yang nggak ngerti soal musik? Sangat mungkin.

Kalau bicara soal selera, mungkin selera masing-masing orang berbeda, ya, satu sama lain. Tapi bukan berarti kalau nggak selara dengan lagu-lagu Bung Fiersa terus bikin kita sebegitu risihnya sama dia. Nggak gitu caranya. Bung Fiersa, dalam konteks ini saya rasa juga udah ngajarin kita sesuatu: bahwa cara menjawab cacian paling ampuh adalah dengan terus berkarya. Ars longa vita brevis. Karya seni itu abadi, hidup itu singkat. Sementara Bung Fiersa tengah mempersiapkan diri untuk menjadi abadi (berkarya), kita justru berkutat sama hal-hal cupu dan nggak penting (mencerca). Jenis kegiatan yang paling mungkin untuk bikin hidup dan mati kita sia-sia belaka.

BACA JUGA Anak Indie: Karib dengan Senja dan Kopi Sampai Promag dan Sarimi atau tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2020 oleh

Tags: anak indieFiersa Besarimusik indie
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

didi kempot dan band indie

Didi Kempot Geser Popularitas Band Indie

23 Agustus 2019
pendaki indie

Menjadi Pendaki Gunung Itu Tidak Harus Menjadi Indie

12 Mei 2019
efek rumah kaca

Musik Indie Paling Keras Jelas Efek Rumah Kaca!

9 Juni 2020
kaos band

Tipe-Tipe Orang Berdasarkan Kaos Band yang Dipakai

13 Agustus 2019
coffee shop

Kejadian yang Sering Ditemukan di Coffee Shop

30 Agustus 2019
musik indie

Mengkritisi Anak Indie yang Tidak Tahu Arti Musik Indie

13 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.