Anak Indie: Karib dengan Senja dan Kopi Sampai Promag dan Sarimi – Terminal Mojok

Anak Indie: Karib dengan Senja dan Kopi Sampai Promag dan Sarimi

Artikel

Juli Prasetya

Indie menjadi semacam salah satu konsep manusia bebas, cinta alam, dan kasih sayang sesama manusia, sudah berdamai dengan diri sendiri, sudah berdamai dengan masa lalu, sudah merelakan kesakitan, sesekali mengutuk hidup, serta memiliki jalan ninjanya sendiri ; mandiri dan berdikari

Dari sini saya mulai bertanya apakah benar anak indie itu tercipta dari sebuah entitas alam dan kedalaman. Karena mereka seringkali dekat dengan alam, dan seringkali memiliki pemikiran yang agak mendalam dibanding anak lainnya. Maka sudah menjadi tugas saya untuk menuliskan keresahan dan pemikiran-pemikiran itu kan ya?

Ada beberapa hal yang umumnya disematkan pada anak indie ini. Dan karib dengan mereka, dan ini sudah diketahui oleh sebagian besar dari masyarakat kita. Apalagi semenjak adanya Fiersa Besari, anak indie semakin lekat dengan entitas senja, kopi, dan puisi.

Tapi ini hanya sebuah pemikiran tak berdasar, hanya pemikiran dan asumsi semata, bisa di setujui, ditimbang, dibantah atau ga dipeduliin sama sekali, seperti hati yang lama tak ditetesi kasih sayang (akutugabisadiginiin).

1. Anak Indie yang berkarib dengan hujan
Anak indie diasosiasikan dekat dengan peristiwa alam seperti hujan. Hujan menjadi semacam penanda, bahwa hujan adalah teman. Anak Indie terbiasa dengan suasana sendu dalam hujan, mereka bahkan paham dengan kandungan air hujan yang konon 1% adalah air dan 99% adalah kenangan.

Baca Juga:  Tidak Merokok dan Tidak Minum Kopi Bukanlah Aib

Oleh anak indie seringkali hujan dijadikan sebagai media atau wasilah menangis tanpa air mata, maksudnya menangis di dalam air hujan, sehingga air mata jadi tidak kentara, dan terkelabui oleh air hujan.

2. Anak Indie yang berkarib dengan kopi
Berbicara tentang anak indie tidak bisa tidak untuk menyebut Kopi, no Kopi no Indie. Kopi menjadi salah satu keabsahan untuk dianggap sebagai seorang indie. Semisal sebuah lagu indie tanpa adanya lirik kopi, senja, dan hujan, maka lagu itu batal atau tidak sah sebagai lagu indie. Padahal indie adalah perilaku hidup bukan aliran-aliran dalam lagu. wqwq

3. Anak Indie yang berkarib dengan puisi
Puisi menjadi salah satu elemen yang konon harus ada pada setiap anak indie, tanpa puisi belum lengkap kiranya disebut sebagai anak indie.

Puisi menjadi semacam kawan estetika dalam menjalani haru biru kehidupan anak indie, yang sedu sedan itu. Tanpa puisi, anak indie merasa kehilangan gairah keindahannya, kerontang jiwanya, dan tak ada cinta dan sastra di dalamnya. Maka puisi menjadi salah satu elemen yang harus ada bagi anak indie.

4.Anak indie yang berkarib dengan senja
Ya seperti yang sudah kita. Ketahui bahwa anak indie, sangat dekat sekali dengan senja. Oleh anak indie, senja dimaknai sebagai sebuah kedalaman, kebijaksanaan, kedewasaan,  titik terjauh dan terakhir dari hidup, sebelum akhirnya redup.

Baca Juga:  Jangan Asal Pakai Sabun untuk Mencuci Motor kalau Nggak Mau Bodi Motor Kusam

Bahkan bisa dibilang anak indie adalah momen keindahan senja itu sendiri. Tanpa senja indie hanyalah kata-kata yang diperdebatkan, dengan adanya senja, anak indie menemukan kediriannya yang paling sejati. Anak senja, anak puisi, anak indie. Ohhh…

5. Anak indie yang berkarib dengan Promag
Banyak yang tidak mengetahui bahwa anak indie berkarib dengan hal yang satu ini, ya Promag. Promag menjadi semacam syarat sah dan keabsahan untuk bisa disebut sebagai anak indie yang paripurna.

Promag pada dasarnya digunakan sebagai obat magh lambung, digunakan sebagai obat peredam rasa nyeri pada lambung karena tidak adanya asupan makanan dan hanya diisi dengan kopi (dan puisi) di mana kopi seringkali digunakan sebagai  minuman penunda  lapar selain Okky jelly drink.

Tapi di tangan annak indie, makna dan fungsi Promag menjadi lain. Promag menjadi semacam obat penahan lapar yang paling sabar. Apalagi di tangan anak indie dengan pekerjaan serabutan. Promag seperti penyelamat bagi perut kelaparan selain Indomie dan Sarimi remas.

Baiklah mungkin saya sudahi tulisan ini. Saya akan mengakhiri tulisan ini dengan potongan pwisie, agar sah menjadi tulisan indie.

Apa yang kita ingat adalah
serupa jejak-jejak yang likat
kita tinggalkan sajak-sajak rindu
Sambil mengulang-ulang nawaitu
Nawaitu jadi anak indie. (*)

BACA JUGA Didi Kempot Geser Popularitas Band Indie atau tulisan Juli Prasetya lainnya.

Baca Juga:  Suara Dari Aktivis Sandal Swallow

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
42


Komentar

Comments are closed.