Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

Dini Sukmaningtyas oleh Dini Sukmaningtyas
24 Juni 2026
A A
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Coba saja tanya warlok Semarang, di mana tempat yang pas untuk menghabiskan akhir pekan. Mayoritas pasti akan menjawab mal. Di Semarang, mal perlahan jadi pilihan warga untuk hiburan dan menghabiskan waktu luang.  

Tidak melulu belanja barang, di sana pengunjung juga bisa kulineran, nonton film, hingga momong anak di area playground. Rasa-rasanya mal jadi tempat paling aman bagi warlok untuk menghabiskan akhir pekan. 

ADVERTISEMENT

Asal tahu saja, ada banyak pilihan mal di Semarang. Tak sekadar bangunan megah, tiap mal punya konsep masing-masing yang unik. Sebut saja, Pollux Mall Paragon, Mall Ciputra di kawasan Simpang Lima, DP Mall, Java Supermall, Tentrem Mall, Queen City Mall, The Park Semarang, hingga Uptown Mall BSB City. 

Seolah tak cukup dengan mal yang sudah berdiri. Mal-mal lain masih dibangun di Kota Atlas ini. Belum lama ini misalnya, Semarang membuka 3 Semarang Shopping Center yang digadang-gadang sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Tengah.

Tolong, Semarang tidak butuh mal baru 

Tidak sampai di situ, saat ini, Pakuwon Mal Semarang tengah dipersiapkan di kawasan Gombel sebagai bagian dari proyek superblok bernilai triliunan rupiah, membuat saya menepuk jidat dan menggumam, “Mall meneh…”

Mal-mal yang saya sebutkan sebelumnya sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk warga Semarang dengan UMR yang tidak terlalu besar itu. Lagipula, sudah rahasia umum bahwa makanan, minuman, dan produk lain yang dijual di mal harganya kurang terjangkau untuk gaji UMR Semarang.

“Lho, kan nggak semua orang Semarang gajinya mentok UMR!”

Memang. Saya tidak bilang bahwa semua orang Semarang kesulitan merogoh kocek demi membeli minuman overprice di mal. Banyak juga golongan orang yang suka menghabiskan waktu di mall dan benar-benar membeli barang-barang di sana lengkap dengan paperbag-nya yang terlihat prestisius itu.

Baca Juga:

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

Saya sering membaca keluhan ibu-ibu di media sosial tentang betapa borosnya mereka saat jalan-jalan ke mal bersama keluarga. Menurut mereka, minimal jumlah uang yang dikeluarkan untuk sekali jalan adalah Rp500 ribu. Jumlah itu tentu akan makin membengkak, tergantung jumlah anggota keluarganya.

Apalagi in this economy, banyak yang beranggapan bahwa jalan-jalan di mal adalah sebuah pemborosan, kecuali kalau cuma berdiri di iBox selama dua jam dan setelah itu pulang.

Semakin banyak mal, semakin sedikit pilihan

Sebagai warga biasa, saya tentu tidak punya kapasitas untuk menilai apakah proyek-proyek mal tersebut akan sukses secara bisnis atau tidak. Namun, saya rasa, terlalu banyak membangun mal bukanlah solusi bagi masyarakat yang mendambakan tempat aman dan nyaman selain di dalam ruangan ber-AC.

Saya sering membayangkan bagaimana jika Semarang memiliki lebih banyak taman kota yang sejuk. Ada ruang terbuka hijau yang benar-benar terawat, jalur pejalan kaki yang nyaman, atau kawasan wisata keluarga yang mudah diakses.

Entah saya yang mainnya kurang jauh atau bagaimana, setiap mencari informasi tentang tempat wisata keluarga selain mal, saya dihadapkan pada pilihan yang jaraknya cukup jauh dari Kota Semarang.

Kita tidak sedang membicarakan tempat wisata sejuta umat seperti Lawang Sewu, Kota Lama, atau Klenteng Sam Poo Kong ya.  Di sini, yang saya highlight adalah tempat rekreasi ramah anak seperti theme park, water park, atau minimal ruang terbuka hijau deh. 

Untuk menikmati wisata semacam itu, warga Kota Semarang harus menempuh jarak yang lumayan. Pilihannya ada di Kabupaten Semarang, Bawen, bahkan Salatiga. Bagi orang yang punya kendaraan roda empat, menempuh perjalanan satu hingga dua jam di mungkin bukan masalah. Namun, bagi keluarga yang ke mana-mana naik roda dua, hal itu tentu merepotkan, dan akhirnya memutuskan untuk tidak pergi.

Mal bukanlah solusi

Sebagai konsumen sekaligus warga setempat yang mengamati geliat pertumbuhan Kota Semarang, saya khawatir adalah munculnya kesan bahwa mal menjadi solusi atas hampir semua kebutuhan hiburan masyarakat. Lama-lama, kita seperti tidak punya pilihan lain selain menjadi pengunjung pusat perbelanjaan.

Semarang adalah kota besar dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Anak-anak yang digadang-gadang sebagai generasi emas membutuhkan ruang bermain yang aman dan nyaman, lebih bagus lagi kalau terjangkau.

Penulis: Dini Sukmaningtyas
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2026 oleh

Tags: Malmal semarangruang terbuka hijauSemarangwarlok semarang
Dini Sukmaningtyas

Dini Sukmaningtyas

Suka menulis, tapi lebih sering membaca. Bisa leluasa menulis ketika anak sedang tidur.

ArtikelTerkait

5 Kuliner Semarang yang Sebaiknya Jangan Dibawa Pulang, Lebih Nikmat Disantap di Tempat (Mojok.co)

5 Kuliner Semarang yang Sebaiknya Jangan Dibawa Pulang, Lebih Nikmat Disantap di Tempat

4 Desember 2024
Semarang dan Segala Isinya yang Menyiksa Mahasiswa Cikarang (Unsplash)

Bagi Orang Cikarang, Kuliah di Semarang Bisa Sangat Menyiksa meski Akhirnya Jadi Cinta Mati

29 Februari 2024
Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

4 Juni 2022
3 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Tuntang, Kabupaten Semarang (Unsplash)

3 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Tuntang, Kabupaten Semarang

21 Agustus 2022
Pantai Marina Semarang: Tempat "Ospek" Mahasiswa Baru di Semarang, Tempat Healing Menghindari Dunia yang Sinting

Pantai Marina Semarang: Tempat “Ospek” Mahasiswa Baru di Semarang, Tempat Healing Menghindari Dunia yang Sinting

10 April 2025
Tanjakan Trangkil, Tanjakan Paling Menyeramkan Se-Semarang apalagi kalau Dilewati Malam Hari Mojok.co

Tanjakan Trangkil, Tanjakan Paling Menyeramkan Se-Semarang, apalagi kalau Dilewati Malam Hari

19 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026
Universitas Terbuka, Kampus Negeri yang UKT-nya Tidak Kenal Sistem Golongan, Banyak Beasiswa Pula! Mojok.co

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

9 Juli 2026
Tahlilan di Sumatera beda dengan Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan Mojok.co

Tahlilan di Sumatera beda dengan di Jawa, tidak 7 hari penuh dan dihadiri perempuan

13 Juli 2026
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Potensi Besar, Hasil Dipertanyakan: 3 Alasan Warga Situbondo Wajib Kecewa dengan Daerahnya yang Gitu-gitu Aja

13 Juli 2026
Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya Mojok.co

Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya

10 Juli 2026
Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.