Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Self Reminder dan Menyindir Orang Lain yang Kadang Beda Tipis

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
30 Desember 2019
A A
Self Reminder dan Menyindir Orang Lain yang Kadang Beda Tipis

Self Reminder dan Menyindir Orang Lain yang Kadang Beda Tipis

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sering kepikiran soal bagaimana kehidupan manusia zaman dahulu. Saat teknologi masih mustahil ada, dan kerjaannya cuma berburu.

Sempatkah mereka julid dan berpikir macam-macam tentang orang lain? Meganthropus paleojavanicus pernah bikin self reminder buat dirinya dan ternyata ada yang kesindir, nggak ya? Soalnya entah kenapa, saya juga tidak tahu. Insting kesindir manusia modern makin hari makin tajam. Semakin hari ajang self reminder yang dibuat oleh orang-orang semakin kabur tujuannya. Bahkan sampai ada yang ketrigger dengan yang namanya self reminder.

Kalian pasti sudah tahu soal self reminder. Isinya ya kalau nggak soal motivasi pasti tentang hal-hal yang berbau pengembangan diri. Jadi intinya, self reminder itu media yang membuat seseorang lebih mawas diri. Medianya apa? Semuanya bisa dijadiin self reminder.

Kamu foto orang buang sampah sembarangan terus upload di instastory dengan ngasih tulisan self reminder pun sudah masuk dalam kategori self reminder. Dan yang paling sering dijadikan media self reminder tentu saja tulisan. Ngeliat tulisan bijak, upload. Ngeliat tulisan romantis, upload. Ngeliat foto cewek cantik di Instagram, follow. Eh bukan, bukan. Jadi self reminder itu intinya ajang mawas diri yang bisa didapat dari manapun.

Tapi yang jadi masalah, self reminder ini makin kesini niatannya sering ditunggangi unsur politis. Kadang ajang self reminder bukannya sebagai ajang mawas diri tapi condong untuk menyindir dengan halus dan kena di hati. Memang tidak semua orang yang isi instastorynya kalimat bijak itu sedang nyindir. Tapi ya kita harus sadar bahwa tidak semua orang yang instastorynya selalu bahagia kenyataannya bahagia, kan? Maka dari itu, sekarang self reminder seringkali ditanggapi sebagai daerah abu-abu yang dianggap sedang self reminder apa mau nyindir.

Saya pernah mengalami sendiri soal betapa abu-abunya self reminder ini. Waktu itu saya senang saja dengan kalimat ini, “sebagai seorang manusia biasa kita seharusnya sadar bahwa bikin bahagia diri sendiri saja kita masih terseok-seok, apalagi semua orang.” Lagian quotes itu bikinan saya sendiri. Tapi ya hitung-hitung saya suka, saya uploadlah quotes itu.

Awalnya tidak ada maksud untuk menyindir siapapun lewat quotes yang saya upload itu. Tapi lucunya, tulisan yang saya maksudkan sebagai pengingat diri saya sendiri agar tetap bahagia di tengah semakin ribetnya pemikiran orang lain terhadap diri saya sendiri. Justru malah ditanggapi dengan ketus dan terkesan tersinggung. Lima orang langsung ngasih komentar di kolom komentar instastory saya dan mengatakan, “nyinggung aku, ya?” Lima orang ini memang saya kenal, tapi saya pun bodo amat sama masalahnya. Jadi buat apa saya bikin tulisan self reminder itu buat mereka.

Seklumit pengalaman di atas ternyata bisa dijadikan self reminder jika kalin ingin self reminder. Apaan sih, ribet amat. Jadi intinya, bedanya manusia meganthropus paleojavanicus dengan manusia modernitus serba ketus saat ini adalah semakin mudahnya mereka untuk berpikir yang tidak-tidak terhadap orang lain. Bahkan senyuman saja bisa jadi hal aneh yang  bisa bikin orang berpikir yang tidak-tidak. Tidak terkecuali self reminder ini.

Baca Juga:

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

Sering saya melihat di Twitter dan Instagram bagaimana ajang self reminder ini dipublikasikan. Self reminder yang maksud awalnya adalah sebagai ajang pengingat diri, nyatanya tidak akan pernah bisa dicerna semua orang dengan maksud yang sama. Hal ini tentu berlaku sama jika maksud awal kamu memang mau nyindir tapi ditanggapinnya sebagai self reminder. Wah itu lebih baik sebenarnya. Tapi asemnya jika kamu memang niatnya nggak mau nyindir siapapun tapi dianggap nyindir, itu memang kadang bikin jengkel.

Nah solusi dari saya, baiknya seperti arti si self reminder ini. Self itu diri dan reminder itu pengingat. Lebih baik buat self reminder yang  cukup kamu saja yang tahu. Bisa lewat wallpaper gawaimu, lewat fitur note di gawaimu dan kalau mau lebih privat, coba simpan saja di otakmu.

Oh iya, kalau self reminder-mu bakal dilihat orang lain. Jangan lupa kasih #SelfReminder. Supaya orang lain tahu, gitu. Hal tersebut sebagai langkah pencegahan saja supaya orang lain nggak merasa kesindir. Tapi kalau mau cara yang lebih gampang, niatkan saja self remindermu untuk menyindir. Instastory kamu yang isinya quotes-quotes penuh motivasi, niatkan saja untuk  menyindir. Siapa tau ada yang menanggapinya sebagai self reminder. Dasar manusia modernitus serba ketus yang gampang ketriggerus~

BACA JUGA Berdebat Sama Orang Fanatik Itu Merepotkan atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2022 oleh

Tags: menyindir orang lainPsikologiself reminder
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Dilema Lulusan Psikologi yang Sering Diarahkan Jadi HRD

4 September 2020
Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

20 Desember 2019
takut akan ketinggian

Takut Akan Ketinggian itu Mengganggu Aktivitas

3 Oktober 2019
menahan bab

Yang Bikin Kamu Bisa Menahan BAB Itu Bukan Kerikil, tapi Otakmu

14 Desember 2021
pernikahan

Jangan Nunggu Dirujuk, Datanglah ke Psikolog Sebelum Pesta Pernikahan Berlangsung

4 Oktober 2019
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Ambigunya Jurusan Agribisnis, Masuk Fakultas Pertanian tapi 80% yang Dipelajari Justru Ilmu Ekonomi jurusan pertanian

5 Alasan Jurusan Pertanian Nggak Akan Pernah Bisa Dihapus, meski Lulusannya Banyak yang Jadi Pegawai Bank

2 Mei 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Harga yang Harus Dibayar dari Pembangunan di Papua: Hutan Rimbun Diratakan Alat Berat, Alam dan Masyarakat Adat Terancam
  • 8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampai AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital
  • Telepon dari Ibu bikin Saya Sadar, Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos dan Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta
  • Perburuan Burung Kicau untuk Penuhi Skena Kicau Mania Tinggi: Jawa Jadi Pasar Besar, Bisa Ancam Manusia dan Bumi
  • Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga
  • Bahaya Dolar ke Rupiah Makin Gila dan Tembus 17 Ribu, Lalu Menjadi Gambaran Negara Sakit yang Semakin Kritis, Masyarakat Kecil dan Perintis Perlahan Mati

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.