Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Selain Weton Tak Cocok, Mitos Mbangkèl Juga Bisa Menggagalkan Pernikahan Orang Jawa

Riski Fidiana oleh Riski Fidiana
13 Juli 2020
A A
pernikahan jawa terhalang weton mitos mbangkel ponorogo suro mojok.co

pernikahan jawa terhalang weton mitos mbangkel ponorogo suro mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian mungkin sudah sering mendengar kalimat “Cintaku kandas kepentok hitungan Jawa”. Memang banyak mitos yang beredar di Jawa terkait dengan pernikahan. Seperti adanya hitungan weton sampai mitos larangan pernikahan Jawa-Sunda. Kali ini bukan masalah weton atau suku, akan tetapi masalah garis keturunan dan daerah tempat tinggal. Mitos yang masih dipercayai hingga saat ini adalah mitos mbangkèl. 

Cerita ini dialami teman dekat saya, panggil saja namanya Mbake. Mbake saat itu sudah kuliah semester akhir dan dia tengah dekat dengan seorang lelaki, sebut saja Mase. Mbake dan Mase ini pacaran sejak kelas XI SMA. Sebenarnya orang tua pihak laki-laki sudah mengingatkan untuk menyudahi hubungan mereka. Tapi ya bagaimana, wong sudah cinta.

ADVERTISEMENT

waSetelah menjalin hubungan yang cukup lama, keduanya berniat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Rencananya sih setelah Mbake lulus kuliah mau langsung menikah.

Tibalah saat yang dinanti-nanti. Sebagai orang Jawa dan tinggal di pedesaan, masih menjadi hal yang wajar untuk menanyakan seputar pernikahan seperti kecocokan weton dan tanggal pernikahan kepada tetua atau orang yang dituakan.

Masalah yang pertama adalah terkait dengan weton. Kedua weton mereka jika digabungkan ketemunya adalah Ratu. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mereka memang ditakdirkan berjodoh. Apabila mereka menikah, rumah tangganya diyakini akan harmonis dan mereka disegani oleh tetangga dan masyarakat di sekitar lingkungannya.

Mereka begitu senang dong mendengar bahwa hasil penjumlahan weton jatuh pada Ratu. Eh tapi Jawa tidak semudah itu, Lur. Setelah dicari tahu lebih dalam ternyata mereka berdua mbangkèl, jadi tidak bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Bagaimana bisa disebut mbangkèl memang cukup rumit hitungannya. Sebelum mulai menjelaskan masalah mbangkèl, kita harus mengetahui dulu istilah nak sanak atau nak dulur. Nak sanak atau nak dulur berarti masih ada hubungan saudara meskipun jauh. Ada yang mengatakan hubungan saudara tersebut seperti saudara sepupu, akan tetapi kalau di daerah saya sudah saudara jauh. “Sing ngerti prenahé mung wong jaman biyèn (yang mengetahui urutan lebih jelasnya hanya orang dulu),” kata Simbah.

Nah, Mbake yang berasal dari keluarga A dan Mase yang berasal dari keluarga B ternyata setelah ditilik lebih jauh, mereka masih nak dulur, yakni gropak senthe-nya masih sama (silsilah keluarga ke-10 dalam masyarakat Jawa). Sedangkan ibu dari Mbake berasal dari kerabat keluarga B, meskipun jauh.

Baca Juga:

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

Permasalahan utamanya bukan pada mereka memiliki gropak senthe yang sama, melainkan karena ibu dari Mbake berasal dari kerabat Mase (keluarga jauh). Karena dulu dari kerabat keluarga A memberikan anak laki-laki (bapaknya Mbake) dan dari kerabat keluarga B memberikan anak perempuan (ibunya Mbake). Sekarang keluarga B tidak boleh memberikan anak laki-laki (Mase) dan keluarga A tidak boleh memberikan anak perempuan (Mbake). Hal ini disebut mbangkèl atau ora manut jalure (tidak mengikuti jalurnya).

Nah, misal keluarga mereka dibalik, Mbake dari keluarga B dan Mase dari keluarga A, mereka tidak dilarang untuk menikah. Kenapa? Karena manut jalure (mengikuti jalurnya), dari keluarga A memberikan anak laki-laki dan keluarga B memberikan anak perempuan lagi. Atau jika kedua keluarga tidak memiliki hubungan kekerabatan juga tidak masalah.

Cukup berbelit-belit ya.

Menurut simbah saya, ketika pantangan ini dilanggar akan menyebabkan rumah tangga mempelai akan menemui banyak rintangan dan tidak bahagia. Biasanya anak mereka meninggal sewaktu usianya masih muda atau lahir tidak normal (cacat), rezeki tidak lancar, dan rumah tangga cekcok.

Akhirnya Mbake dan Mase nggak jadi menikah. Tapi syukurlah mereka sekarang masing-masing sudah berkeluarga. Setahu saya mitos mbangkèl seperti ini merupakan kepercayaan orang Jawa, khususnya di daerah Ponorogo. Mungkin di daerah lain yang dinamakan mbangkèl hanya didasarkan pada asal daerah. Misalnya, si wanita tidak boleh menikah dengan si pria, karena dulu tetangga laki-laki si wanita menikah dengan wanita yang berasal dari daerah yang sama dengan si pria, meskipun tidak ada hubungan kekerabatan.

Entah takdir atau memang mitos ini benar, pernah terjadi juga di daerah saya orang menikah mbangkèl, kemudian anak perempuannya meninggal sewaktu kelas V SD. Jadi percaya tidak percaya kan. Kalau saya sih, mending nyari jodoh yang jauh aja biar ngga kena pantangan ini. Atau kalau kata Simbah, “Kok kaya ora ana wong liya ngrabi dulure dhewe (kok seperti tidak ada orang lain menikahi saudara sendiri).”

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Teori Soal Kenapa Orang Sunda Tidak Menikah dengan Orang Jawa dan tulisan Riski Fidiana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2020 oleh

Tags: Jawajodohmbangkelweton
Riski Fidiana

Riski Fidiana

Guru Bahasa Jawa di MTsN 7 Jember. Menaruh perhatian pada pelestarian budaya Jawa, gemar menjelajah alam, dan bermain bulu tangkis.

ArtikelTerkait

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026
3 Hal yang Sering Banget Diungkit sama Mama Papa Kita Zaman Dulu terminal mojok.co

3 Hal yang Sering Banget Diungkit sama Mama Papa Kita Zaman Dulu

10 Juli 2021
Kalio Disangka Rendang Adalah “Dosa” Terbesar Orang Jawa di Rumah Makan Padang Mojok.co

Kalio Disangka Rendang Adalah “Dosa” Terbesar Orang Jawa di Rumah Makan Padang

8 Desember 2025
Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

Kekurangan Penjual Bakso dan Mie Ayam Jawa di Mata Orang Sulawesi

16 Desember 2023
Senjakala Kapal Penyeberangan Surabaya-Madura: Ditinggalkan para Penumpang Sejak Ada Jembatan Suramadu

Senjakala Kapal Penyeberangan Surabaya-Madura: Ditinggalkan para Penumpang Sejak Ada Jembatan Suramadu

1 Maret 2024
arti plat nomor kendaraan kode plat kendaraan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor mojok.co

Daftar Kode Plat Nomor yang Digunakan di Pulau Jawa

29 Desember 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini Mojok.co

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyepelekan mahasiswa Administrasi Pemerintahan bukti dia keliru memahami jurusan ini 

22 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.