Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

Nurul Fauziah oleh Nurul Fauziah
2 Juli 2026
A A
Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka Mojok.co

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini salah satu artikel di Terminal Mojok membahas soal petugas sensus ekonomi. Judul tulisannya Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan. Tulisan yang menarik mengingat sensus ekonomi yang digelar tiap 10 tahun ini memang tengah menyita perhatian. 

Apa yang diceritakan oleh Mbak Dyan dalam tulisan benar-benar mewakili perasaan teman saya sebagai petugas sensus ekonomi 2026. Dia merasakan sendiri bagaimana warga tidak kooperatif dengan menghindari pertanyaan atau tidak menjawab seacra terbuka. 

ADVERTISEMENT

Teman saya ini harus melakukan sensus terhadap 750 data penduduk. Jumlah yang tidak sedikit dan praktiknya jauh dari kata mudah. Semakin tidak mudah karena banyak masyarakat tidak kooperatif menjawab pertanyaan. Jangankan menjawab pertanyaan, mempersilakan petugas masuk saja tidak. 

Warga menyambut petugas sensus penduduk dengan penuh curiga

Teman saya cerita pernah melakukan sensus di siang hari. Namun, kebanyakan rumah tidak berpenghuni saat itu. Mungkin penghuninya sedang bekerja atau keluar rumah. 

Itu mengapa, kawan saya memutuskan melakukan sensus di sore hingga malam hari ketika orang-orang sudah pulang dari aktivitasnya masing-masing. Eh, ternyata orang-orang masih enggan membukakan pintu rumah untuk disurvei. 

Hal lain yang bikin sakit hati, banyak warga mengira pertanyaan yang petugas berikan itu dibuat-buat. Mereka menilai pertanyaan yang diajukan tidak penting dan tidak relevan. Bahkan, tidak sedikit yang curiga jawaban yang diberikan warga akan dijadikan alasan untuk menaikan pajak. 

Ujung-ujungnya, respons masyarakat jadi tidak jujur. Bahkan, beberapa lebih memilih cuma memicingkan mata seperti marah. 

Cuma menjalankan pekerjaan

Semua perlakuan yang diterima petugas sensus membuat teman saya merenung kembali. Apa yang dilakukannya hanyalah bekerja seperti guru, kasir, pegawai bank, ojol, dan banyak pekerjaan lain di luar sana. Petugas sensus hanya melakukan jobdesc-nya.

Baca Juga:

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan

Pengalaman Kerja Sampingan Isi Survei Online, Harus Pintar Pilih-pilih Platform supaya Tidak Zonk

Survei semacam ini sudah jadi kegiatan 10 tahunan dan pertanyaan yang kerap dicap “tidak sopan” itu berasal dari pusat. Bukan petugas sensus yang menyusunnya. Apakah perlu petugas sensus pantas menerima perlakukan buruk seperti selama ini? 

Setelah turun lapangan dengan segala cerita penolakan, petugas sensus harus menyetorkan data itu ke pembimbing lapangan. Apabila data tidak lengkap atau tidak di-acc, mereka harus turun lapangan lagi ke tempat yang sama untuk bertanya. Bayangkan, betapa banyak penolakan yang diterima seorang petugas sensus. 

Waktu menipis, masyarakat tidak kooperatif, dan tekanan pembimbing lapangan membuat pusing. Belum lagi batas pengumpulan data maksimal 31 Agustus 2026 mendatang. 

Pihak BPS dan pemerintah memang sudah mengimbau masyarakat untuk bersiap disensus oleh petugas. Namun, pengalaman kawan saya turun lapangan, imbauan itu tidak benar-benar dilaksanakan. Atau,  imbauan itu tidak pernah sampai. Atau, bahkan, imbauan itu sampai, tapi tidak pernah dilaksanakan karena kepercayaan masyarakat pada pemerintah sudah pudar. 

Sebenarnya, banyak petugas sensus yang merasa tahun kali ini berat dan mereka ingin dipecat. Sebab, kalau mereka mengundurkan diri, ada denda yang mesti ditanggung. Mau keluar tidak bisa, mau lanjut terlalu banyak. 

Jadi sebagai warga, bagaimana kalau kita memperlakukan petugas sensus dengan lebih baik, toh mereka juga cuma menjalankan tugas.  

Penulis: Nurul Fauziah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Imbauan ke Warga Jateng kalau Ada Petugas Sensus Ekonomi Datang, Penting untuk Program Ekonomi Masyarakat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2026 oleh

Tags: petugaspetugas sensussensussurvei
Nurul Fauziah

Nurul Fauziah

Anak rumahan yang suka dengan isu sosial.

ArtikelTerkait

5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

5 Profesi yang Boleh Kepo Agama Orang Lain

26 Mei 2022
6 Skill yang Wajib Dikuasai oleh Petugas Sensus Terminal Mojok

6 Skill yang Wajib Dikuasai oleh Petugas Sensus

19 Mei 2022
Kapok Ikutan Survei Online Berbayar, Tak Semudah yang Dibayangkan

Kapok Ikutan Survei Online Berbayar, Tak Semudah yang Dibayangkan

9 April 2023
4 Jenis Responden Nyeleneh yang Dijumpai Petugas Survei BPS Terminal Mojok

4 Jenis Responden Nyeleneh yang Dijumpai Petugas Survei BPS

1 Maret 2021
3 Hal yang Perlu Kamu Lakukan ketika Didatangi Petugas Sensus Terminal Mojok

3 Hal yang Perlu Kamu Lakukan ketika Didatangi Petugas Sensus

16 Mei 2022
sensus petugas ditolak data pribadi RT RW mojok

Demi Kepentingan Bersama, Sebaiknya Jangan Menolak Petugas Sensus

26 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Lembaga Les Privat, Tolong Kasih Upah yang Layak ke Pengajar Mojok.co

Dear Lembaga Bimbingan Belajar, Tolong Pekerjakan Guru Les Privat dengan Layak

2 Juli 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

4 Privilige Tinggal di Jogja yang Jarang Dibahas dan Diketahui Orang Lain

2 Juli 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun Mojok.co jurnal

Tugas Akhir Jurnal sebagai Pengganti Skripsi Bukan Solusi kalau Budaya Riset Kampus Masih Setengah Hati

1 Juli 2026
Memahami Apa itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

Memahami Apa Itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.