Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kuliah di Sekolah Kedinasan Nggak Cocok buat Orang Gengsian karena Nggak Bisa Dibanggakan

Rezky Yayang Yakhamid oleh Rezky Yayang Yakhamid
21 Februari 2024
A A
Kuliah di Sekolah Kedinasan Nggak Cocok buat Orang Gengsian karena Nggak Bisa Dibanggakan

Kuliah di Sekolah Kedinasan Nggak Cocok buat Orang Gengsian karena Nggak Bisa Dibanggakan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) atau yang lazim disebut sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi yang dikelola oleh kementerian, lembaga, atau badan secara mandiri di luar Kemendikbud, tapi tetap terintegrasi dan di bawah pengawasannya. Umumnya, sekolah kedinasan menyediakan pembebasan uang kuliah dan ikatan dinas. 

Mungkin kuliah di sekolah kedinasan kelihatannya enak. Sebab, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kuliahnya gratis, dapat tunjangan, asrama, makan, seragam, dan bahkan setelah lulus nanti bisa diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CASN). Tapi, nggak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk Perguruan Tinggi Kedinasan. Berikut beberapa hal yang nggak bisa kamu banggakan jika kuliah di sekolah kedinasan yang mungkin akan membuatmu berpikir ulang.

#1 Fasilitas sekolah kedinasan cenderung minim tak seperti PTN pada umumnya

Maksudnya minim di sini adalah fasilitasnya nggak semegah yang ada di PTN. Umumnya, PTN memiliki lahan kampus yang begitu luas. Makanya nggak jarang di satu kampus ada tugu ikonik, danau, bahkan sampai hutan kota. Rumah sakit besar serta masjid megah dan ramai dikunjungi masyarakat juga biasanya ada di universitas-universitas ternama.

Sementara itu, di sebagian besar sekolah kedinasan, fasilitas-fasilitas tersebut belum tentu bisa kamu jumpai. Misalnya seperti rumah sakit yang nggak akan pernah kamu jumpai. Paling-paling hanya ada poliklinik. Begitu juga dengan masjid megah, hutan kota, bahkan danau menjadi hal yang jarang ada di PTK.

Akan tetapi saya nggak akan suuzan kepada para pemimpin perguruan tinggi yang hemat-hemat dana operasional. Bukankah memang sesuatu yang sangat mubazir jika di sekolah kedinasan dibangun fasilitas mewah dan lengkap sementara jumlah mahasiswanya paling cuma dua ribuan? Lagi pula sumber daya PTN juga bisa dari mana, misalnya dari UKT mahasiswa maupun uang sumbangan jalur mandiri.

#2 Namanya kurang familier dibandingkan PTN

Kalau kamu gengsian, kayaknya kamu lebih cocok masuk PTN daripada PTK. Sebab, jika ditanya, “Kuliah di mana?” kamu bisa menjawab dengan lantang, “Kedokteran UI” atau “FTTM ITB”. 

Nah, kalau sudah begitu, pasti orang yang bertanya entah kerabat atau keluargamu pasti akan langsung tutup mulut. Soalnya universitas-universitas tersebut sudah familier di telinga masyarakat kita. Jurusan yang kamu sebutkan pun mungkin akan membuat orang diam seketika, dan bahkan berkata, “Pinter ya bisa masuk Kedokteran UI.”

Beda kalau kamu masuk sekolah kedinasan. Saat ditanya, “Kuliah di mana?” orang mungkin akan kebingungan. Misalnya, saat kamu menjawab, “Kuliah di STIS” si penanya mungkin akan lanjut bertanya, “Apaan tuh?” Akhirnya mau nggak mau kamu harus menjelaskan soal kampusmu ke orang tersebut.

Baca Juga:

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

Kuliah S2 itu cuma lanjutan, kualitas asli seseorang justru terlihat saat kuliah S1

#3 Belum semua sekolah kedinasan memiliki akreditasi seperti PTN

Selain fasilitas yang minim dan nama yang kurang familier di masyarakat, sekolah kedinasan juga kerap dianalogikan sebagai perguruan tinggi kasta kedua. Sejatinya, tujuan diadakan program pendidikan PTK adalah untuk input SDM yang baru agar lebih berkualitas—seperti pusdiklat, bukan menekankan pada keilmuan.

Secara dejure, sekolah kedinasan memang nggak lebih baik dari PTN dari penilaian beberapa indikator yang biasanya dikeluarkan secara berkala oleh beberapa lembaga. Misalnya, pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan Dikti, beberapa kali sekolah kedinasan tidak ada dalam daftar top 500.

Selain itu, beberapa program studi maupun instansi juga ada yang tergolong baru dan belum terakreditasi. Beberapa sekolah kedinasan juga hanya tembus sampai akreditasi B, meski ada juga yang akreditasinya unggul. Kamu bisa cek akreditasi perguruan tinggi di sini.

#4 Pesaingnya banyak

Dibandingkan tes masuk PTN, tes masuk sekolah kedinasan sedikit lebih mudah. Biasanya hanya terdiri dari tes-tes kemampuan dasar yang nggak lebih sulit dari Fisika dan Kimia seperti TPA, TBI, dan psikotes. Namun, hal ini berdampak dengan naiknya jumlah pendaftar dan menaikkan tingkat keketatan seleksi. Alhasil biasanya seleksinya jadi lebih ketat daripada seleksi masuk PTN.

Beberapa alasan di atas biasanya membuat calon mahasiswa baru lebih sreg untuk memilih PTN dibandingkan sekolah kedinasan. Tapi, semua hal di atas balik lagi kepada pilihan masing-masing. 

Penulis: Rezky Yayang Yakhamid
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Rela Mundur dari Pendaftaran SNBP UGM Demi Sekolah Kedinasan Agar Lebih Mudah Jadi PNS.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2024 oleh

Tags: MahasiswaPerguruan Tinggiperguruan tinggi negerisekolah kedinasanseleksi masuk perguruan tinggi
Rezky Yayang Yakhamid

Rezky Yayang Yakhamid

Tukang ngolah data, juga suka bermatematika.

ArtikelTerkait

3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

3 Pertanyaan yang Membuat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Muak

9 November 2024
SpeakPal dan Fondi, Aplikasi Brilian untuk Belajar Speaking Bahasa Inggris

Nggak Cuma Krisis Baca Tulis di Jenjang Menengah, Indonesia Juga Krisis Bahasa Inggris di Jenjang Perguruan Tinggi

31 Agustus 2024
Jadi Calon Ketua BEM Jangan Cuma Modal Ngotot, Situ Mau Jadi Pemimpin Apa Petinju?

Jadi Calon Ketua BEM Jangan Cuma Modal Ngotot, Situ Mau Jadi Pemimpin Apa Petinju?

22 Desember 2023
uang jajan

UKT Bayar, Kost Bayar, tapi Uang Jajan Dihentikan, Ah Dasar Pandemi Menyebalkan!

17 Juni 2020
5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co

5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang

3 April 2025
Purwokerto Tak Perlu Dipaksa Jadi Kota Santri, Membangun Pondok Bukan Sekadar Ambisi Dosen UIN

Purwokerto Tak Perlu Dipaksa Jadi Kota Santri, Membangun Pondok Bukan Sekadar Ambisi Dosen UIN

26 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.