Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sebelum Boruto, Ada Dragon Ball GT yang Sama Ampasnya

Hilman Azis oleh Hilman Azis
27 November 2020
A A
5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dunia anime, ada istilah yang disebut long running yaitu anime yang masa tayangnya sangat lama dan bisa bertahun-tahun. Oleh karena itulah kebanyakan anime di Jepang sistem tayangnya per musim dan hanya berjumlah beberapa episode saja. Ambil contoh anime Attack on Titan yang walaupun memiliki popularitas yang tinggi, anime ini memiliki sistem tayang singkat per musim.

Sedangkan anime yang memiliki sistem long running adalah anime yang memiliki popularitas sangat tinggi juga karena manganya punya cerita yang sangat panjang. Beberapa anime long running di antaranya adalah Dragon Ball, One Piece dan Naruto.

Naruto yang seperti yang diketahui animenya tayang pada 2003 dan berakhir pada 2017 walaupun manganya sendiri sebenarnya sudah tamat pada akhir 2014. Popularitas Naruto yang sangat tinggi di seluruh dunia membuat pihak studio, dalam hal ini Pierrot ingin terus mendapatkan profit dari Naruto maka dengan cerdik mereka memutuskan untuk meneruskan cerita para keturunan Naruto dan yang kita kenal sekarang dengan anime Boruto.

Pihak studio meneruskan cerita Naruto seolah memaksa dengan dalih ingin terus memanjakan fans, padahal Masashi Kishimoto selaku kreator dari Naruto sudah tidak mau lagi meneruskan ceritanya dan tidak terlibat dalam pembuatan anime Boruto. Hasilnya? Anime Boruto banyak menuai kritik karena dianggap sudah terlalu jauh melenceng dari pakem. Cerita dan ending Naruto yang sudah sempurna tiba-tiba dibuat kacau di anime Boruto. Nggak kaget juga sih akhirnya Kishimoto turun gunung membantu Boruto.

Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi dalam dunia anime. Sebelumnya juga pernah terjadi pada Dragon Ball karangan Akira Toriyama. Anime ini berlangsung pada 1989 dan tamat pada 1996. Dragon Ball dianggap sebagai salah satu anime dan manga terbaik sepanjang masa serta merevolusi gaya atau style dari manga shounen. Anime ini menjadi sangat terkenal ke seluruh dunia dan menjadi salah satu anime yang pertama kali terkenal di dunia barat.

Setelah tamat pada tahun 1996, Toei Animation selaku pihak studio ingin terus melanjutkan cerita Goku dkk. Akira Toriyama tidak mau meneruskan ceritanya namun pihak studio memutuskan untuk meneruskannya sendiri tanpa berpegangan pada cerita manga. Yaitu membuat Dragon Ball GT.

Dragon Ball GT mendapatkan respon negatif karena banyak hal yang berubah serta mempunyai kualitas cerita yang berbanding terbalik dengan Dragon Ball Z. Dalam Dragon Ball GT diceritakan setelah dunia damai usai Goku mengalahkan Buu, Goku diubah kembali menjadi kecil oleh kaisar Pilap dan harus mengumpulkan kembali Dragon Ball dengan mengelilingi galaksi. Oleh karena rating yang rendah dan penerimaan negatif, Dragon Ball GT dihentikan penayangannya dan hanya berjumlah 64 episode saja. Sekuel asli Dragon Ball baru muncul kembali pada 2015 dengan judul Dragon Ball Super dan mendapatkan ulasan yang cukup positif.

Namun, Boruto memang agak berbeda dengan Dragon Ball GT karena anime Boruto tidak seburuk Dragon Ball GT. Meski demikian, tetap saja Boruto merupakan sebuah anime yang menuai kekecewaan sebagian fans dan banyak karena banyak yang berbeda dengan Naruto. Mulai dari sifat karakter Boruto yang menyebalkan, karakter lama yang dibikin lemah, hingga jalan cerita yang pengarangnya seolah kebingungan mau dibawa ke mana alur ceritanya.

Baca Juga:

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Anime Genre Isekai Isinya Gitu-gitu Aja, kalau Nggak Ketabrak Truk, ya Isinya Harem

Sebetulnya anime Naruto sendiri tidaklah terlalu sempurna. Bukan karena cerita utamanya yang jelek, melainkan karena terlalu banyak filler. Ya, nyaris setengah dari keseluruhan total episode Naruto Shippuden merupakan filler yang tidak ada dalam manganya. Ini merupakan strategi pihak studio untuk terus mendapatkan profit.

Lalu apa perbedaan lain antara anime Boruto dengan Dragon Ball GT? Bedanya fans kompak menganggap Dragon Ball GT adalah anime yang sangat buruk dan membuat pihak studio menghentikan produksinya. Sedangkan Boruto walaupun sebagian fans kecewa namun sebagiannya lagi malah banyak yang suka sehingga episodenya terus berjalan.

Ingat, pihak studio akan terus memproduksinya selama itu menguntungkan, tak peduli mereka sudah merusak tatanan cerita yang sudah terbentuk sempurna pada ending Naruto Shippuden. Sebagian fans mungkin menganggap anime Boruto bukanlah canon dan saya sendiri menganggap cerita Naruto sudah berakhir setelah pernikahan Naruto Uzumaki dan Hinata.

BACA JUGA Pengalaman Saya Menonton Sinetron Azab di Indosiar dan artikel Hilman Azis lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2020 oleh

Tags: animeBorutodragon ballGokumajin buumanga
Hilman Azis

Hilman Azis

Seorang blogger yang menyukai segala hal tentang budaya populer termasuk film dan game.

ArtikelTerkait

Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

4 Hal yang Paling Sering Bikin Kaum Wibu Ribut

7 Maret 2021
anime boku no hero akademia detective conan kamen rider MOJOK

Anime yang Akan Tayang di Indonesia vs Sensor di TV Indonesia

29 Juni 2020
Stereotip Ngehek bagi Bapak-bapak yang Masih Suka Nonton Anime terminal mojok.co

Stereotip Ngehek bagi Bapak-bapak yang Masih Suka Nonton Anime

20 September 2020
3 Faktor yang Bikin Hype Spy x Family Begitu Tinggi

3 Faktor yang Bikin Hype Spy x Family Begitu Tinggi

18 April 2022
spoiler aot MAPPA terpesona Mengulik Persamaan Menkes Budi Gunadi dan Reiner Braun dari Attack on Titan  terminal mojok.co

Azab Apakah yang Pas untuk Tukang Spoiler?

8 Maret 2021
7 Drama Korea Terkenal yang Sebenarnya Adaptasi Dorama dan Manga Jepang

7 Drama Korea Terkenal yang Sebenarnya Adaptasi Dorama dan Manga Jepang

23 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.