4 Anime Sedih yang Bikin Mewek Melebihi Drakor – Terminal Mojok

4 Anime Sedih yang Bikin Mewek Melebihi Drakor

Artikel

Nasrulloh Alif Suherman

Permasalahan anime bukan untuk anak kecil masih jadi pembahasan yang cukup sengit hingga kini, apalagi bagi yang sangat menyukai anime, salah-salah bisa jadi panjang. Tapi, menurut saya anime memang bukan untuk anak kecil saja, sebab anime tidak ada bedanya dengan film atau serial yang diperankan aktor nyata. Bedanya hanya satu, anime itu animasi. Itu saja. Untuk jalan cerita, banyak anime yang tidak kalah seru sampai menyedihkan. 

Menurut saya, beberapa anime bahkan lebih bikin mewek dibandingkan drama Korea. Bukannya saya tidak suka drama Korea, tapi sampai saat ini belum ada drama Korea yang sangat memorable untuk saya sendiri, sedangkan anime dengan genre drama banyak yang bikin saya mewek.

Beberapa serial anime yang bikin mewek daripada drama Korea ini masih sangat saya ingat, dan tentu saja dengan alasan yang saya miliki sendiri. Mulai dari anime yang menceritakan soal pertemanan, masalah hidup hingga yang berbumbu romansa. Hati-hati spoiler bagi yang belum nonton!

#1 Anohana: The Flower We Saw That Day

Anime ini sukses bikin saya nangis, bahkan ketika saya tonton ulang, feel sedihnya masih berasa. Efek bawang dalam serial anime ini memang sangat dalam, apalagi dengan pengembangan karakter yang bikin saya terpukau.

Anohana: The Flower We Saw That Day menceritakan seorang remaja laki-laki bernama Jintan Yadomi, seorang “hikikomori”, yang kerjaannya hanya di rumah saja. Benar-benar beban orang tua, tapi ayahnya meni sabar pisan anjim.

Suatu hari, tiba-tiba tanpa direncanakan, sesosok gadis cantik muncul di hadapannya dan hanya dia yang bisa melihatnya. Gadis itu adalah hantu dari temannya yang meninggal karena hanyut di sungai. Setop! Ini bukan cerita horor, jangan berpikiran ke sana dulu. Gadis hantu bernama Menma itu nyatanya masih belum bisa menuju akhirat, dan dia sendiri tak tahu alasannya. Jintan yang seorang pengangguran itu akhirnya mencari cara untuk membuat hantu temannya bisa pergi ke akhirat.

Tidak semudah itu, Mang Sardi. Sebab, nyatanya mencari penyebab Menma yang belum bisa menuju akhirat itu seperti kalimat “terserah” saat nanya makan ke pacar. Hehehe, canda ding. Jintan akhirnya mau tidak mau harus menelusuri dari awal kisah dirinya, Menma, dan teman-teman sepermainan saat mereka masih kecil dulu. Pencarian jawaban atas keinginan Menma agar bisa pergi ke akhirat membuka tabir abu dalam hubungan pertemanan mereka yang telah pudar. Mulai dari rahasia, perasaan hingga bagaimana penyesalan mereka saat melihat Menma meninggal tepat di depan mereka. Buat saya, nilai anime ini 9.8/10, huhuhu. 

#2 Shigatsu wa Kimi no Uso/Your Lie in April

Anime kedua yang sukses membuat saya menangis adalah Shigatsu wa Kimi no Uso. Anime yang dibumbui kisah percintaan ini menceritakan seorang pianis bernama Arima, yang memiliki gangguan pendengaran. Dengan keterbatasannya itu, Arima terus berusaha keras agar kemampuannya mendengar tidak hilang sepenuhnya. Di ambang frustrasi, ia bertemu dengan gadis riang pemain biola bernama Kaori. 

Di saat Arima telah menemukan “alasan” untuk melanjutkan karier musiknya, ia harus menerima kenyataan pahit. Kaori, gadis yang ia cintai, mengidap penyakit berat yang terindikasi leukimia. Sialnya, saat dulu saya nonton serial ini, production house anime ini bikin voting di Twitter untuk “menyelamatkan” si Kaori dari ambang kematian. Walaupun di manga (iyaaa, anime ini diadaptasi dari manga) si Kaori meninggal, PH dari anime ini menawarkan alternatif lain. Eh jebul ujung-ujungnya meninggal juga. Mewek dong. Buat saya, nilai anime ini 9.0, nangiiis.

#3 Papa no Iukoto wo Kikinasai!/Listen to Me, Girls. I Am Your Father!

Pasti kebanyakan dari kita punya keponakan yang menggemaskan dan sangat lucu dong. Memang ada juga yang nyebelin sih, tapi itu tidak mengaburkan kenyataan bahwa tingkah laku para keponakan sangat menggemaskan. Mungkin kalian juga pernah atau bahkan sering dititipi keponakan lantaran orang tuanya pergi? Suatu hal yang wajar yaaa. Tapi coba bayangkan gimana kalau saat kita dititipi keponakan, tiba-tiba saja dapat kabar kalau orang tua keponakan tersebut mengalami kecelakaan dan tidak selamat?

Segawa Yuuta, dalam serial anime Papa no Iukoto wo Kikinasai, harus mengalami itu semua. Karena tidak tega melihat keponakannya harus berpisah lantaran masalah hak asuh, Yuuta mengajukan diri agar bisa jadi wali semua keponakannya. Cerita tentang bagaimana Yuuta mengurus keponakannya, memenuhi kebutuhan mereka hingga bertahan hidup dalam serial ini memang sangat mengharukan. Walaupun diselingi komedi, anime ini tetap tidak menghilangkan esensinya. Buat saya, nilai anime ini 8.7/10, huwaaaa. 

#4 Honorable Mention (bukan serial keseluruhan, tapi adegan dalam serial One Piece)

Adegan dalam serial anime yang membuat saya menangis, tapi juga terasa aneh adalah salah satu adegan dalam serial anime One Piece, saat kapal bajak laut Mugiwara, Going Merry, terbakar.

Gila, flashback serta alunan soundtrack awal One Piece yang diaransemen ulang dalam adegan ini bikin saya nangis kayak anak kecil. Iya saya tahu lebay, makanya saya bilang cukup aneh. Saya memang nangisin kapal, yang kalau dipikir-pikir: kok bisa yaaa? Sampai saat ini nggak ada ceritanya saya menangisi hal lain selain kapal dalam serial anime. Paling banter sedih, mesti tokohnya bukan “benda mati”.

Sumber gambar: nefariousreviews.com

BACA JUGA Bagi Saya, Veer Zaara Adalah Film Bollywood Romansa Terbaik dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Baca Juga:  Kimetsu no Yaiba, Anime Paling Bagus dari Segi Kualitas Animasinya
Terminal Mojok merupakan platform Use Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
20


Komentar

Comments are closed.