3 Tokoh Sampingan Anime yang Tunjukkan bahwa Tanpa Privilese, Hidup Nggak Buruk-buruk Amat – Terminal Mojok

3 Tokoh Sampingan Anime yang Tunjukkan bahwa Tanpa Privilese, Hidup Nggak Buruk-buruk Amat

Artikel

Avatar

Nggak hanya manusia nyata, kok, yang punya dan tak punya privilese. Tokoh anime juga. Naruto punya privilese nasab yang oke dari ibunya, kyubi dalam perutnya dan bapaknya punya koneksi dengan jonin seperti Kakashi Hatake. Monkey D. Luffy, punya privilese darah dari klan D. Shanks, mewarisi Will of D dan pemakan buah iblis tipe paramecia. Saitama punya privilese kekuatan super yang bisa menghancurkan lawan hanya dengan satu kali tinju.

Tokoh utama mungkin pernah kalah dan berjuang meningkatkan kekuatannya, tapi semua itu tak ada gunanya jika tak punya privilese bakat atau kekuatan terpendam. Alur manga atau anime, kebanyakan, hanya berputar di sekitar proses jatuh bangunnya si tokoh yang punya privilese.

Tokoh utama, dengan privilese kekuatan supernya, sebenarnya nggak cocok diidolakan. Di dunia ini, yang lebih cocok kita idolakan adalah tokoh sampingan. Ia nggak punya privilese kekuatan super, yang sama dengan kita-kita ini.

Berikut saya paparkan tiga tokoh anime sampingan yang bikin kalian sadar bahwa tanpa privilese, hidup tetap layak dijalani. Saya juga akan selipkan pandangan hidup mereka yang sepertinya lebih oke dibanding para motivator trading atau investasi.

#1 Usopp “One Piece”

Jika ada anggota bajak laut Topi Jerami yang paling diremehkan, barangkali Usopp salah satunya. Usopp ini sudah bukan pemakan buah iblis, hakinya yang bagus hanya haki observasi, skill bertarung pas-pasan, tak punya banyak keberanian, eh dia juga seorang pembual.

Tokoh ini, punya apa yang disebut sebagai pikiran negatif alami. Atau kalau dikaitkan dengan terminologi dunia nyata, Usopp ini seorang yang pesimis dan menganut paham Strategic Pessimism (pesimisme terukur).

Impiannya pun nggak besar-besar amat. Ia hanya mau jadi pemberani di lautan yang luas. Tapi, di balik ketiadaan privilese (kekuatan super dan nasab yang bagus), Usopp ini adalah tokoh sampingan yang menjalani hidup dengan realistis.

Dia tak punya impian muluk-muluk, dia menjalani hidup dengan segala kekurangannya, dia menerima diri apa adanya.

Hidup dan petualangannya mungkin berat, tapi pada akhirnya kita tetap bisa tahu bahwa dia adalah tokoh yang layak dilihat sebagai wakil kita dalam semesta One Piece.

#2 King “One Punch Man”

King ini adalah tokoh sampingan yang kepleset dan nyebur di dunia perpahlawanan. Nggak nanggung-nanggung, dia masuk ke jajaran elite pahlawan kelas S.

Dia sebenarnya penakut dan menyadari kalau dia tak punya kemampuan bertarung melawan monster. Dia hanya mengandalkan keberuntungan berteman dengan Saitama dan keberuntungan karena kebohongannya belum terungkap. Namun, dia menjalani kehidupannya itu yang barangkali bisa menghadiahinya kematian. Dia tidak merengek lalu menyalahkan takdir atas sikap penakut dan ketiadaan kekuatan untuk bertarung.

Kalau dikaitkan dengan kehidupan kita sekarang, King ini mungkin adalah PNS yang lulus lewat jalur coba-coba atau jalur kepleset. Dia tak ada niatan dari awal jadi PNS. Ketika semua telah terjadi, tidak ada jalan lain selain nyebur sekalian. Let it flow.

King adalah panutan mereka yang mengabdi kepada negara walau jiwa mereka indie atau di dalam hati mereka ada cita-cita jadi YouTuber Gaming.

#3 Mumen Rider “One Punch Man”

Mumen Rider adalah tokoh sampingan anime yang berjuang sesuai kapasitasnya. Dengan sepedanya dan kostum cosplay-nya, dia siap melawan monster yang jelas-jelas lebih kuat darinya.

Dia hanya manusia biasa yang bermodal semangat melindungi orang. Tidak heran, dia lebih banyak di rumah sakit setelah jadi samsak tinju para monster. Dia hadir untuk mengulur waktu sebelum pahlawan dengan kekuatan super datang.

Mumen Rider mungkin mewakili para guru honorer yang meski tahu nasib mereka mungkin tak akan terjamin, mereka tetap mengajar. Mumen Rider adalah mereka yang memegang prinsip optimisme dan altruisme yang jumlahnya semakin berkurang di dunia yang keras ini.

Hayoo, siapa yang mulai melirik tiga tokoh sampingan anime yang namanya kurang populer ini?

Anime bisa menjadi refleksi atas hidup yang kita jalani. Kalau kita juga bisa belajar dari mereka, kenapa hanya terfokus pada tokoh utama?

Sama halnya dengan hidup ini, di mana kita mungkin adalah pemeran sampingan di level tertentu. Mau ke mana kita merefleksikan diri kalau bukan ke sesama tokoh sampingan?

Sumber Gambar: YouTube Salvo Ilario Fichera

BACA JUGA Daftar Kombinasi Tokoh Anime yang Cocok Jadi Paslon Kepala Daerah dan tulisan Muh. Syahrul Padli lainnya.

Baca Juga:  Kebun Raya Bogor dan Salah Kaprah Tentang Mitos di Dalamnya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
6


Komentar

Comments are closed.