Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

Arief Nur Hidayat oleh Arief Nur Hidayat
3 April 2026
A A
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

Aparatur Sipil Negara (ASN) baru saja mendapatkan kebijakan Work From Home (WFH). Penyebabnya adalah usaha untuk penghematan energi karena kondisi geopolitik global semakin memanas. Sebagai buruh pabrik, saya hanya bisa menghela napas panjang. 

Ya, sebagai buruh pabrik, saya merasa iri sama ASN. Bagaimana tidak? Saat saya ngebut ke pabrik supaya tidak terlambat presensi sidik jari, di sisi dunia yang lain terdapat seorang ASN yang masih bisa ngopi sambil menyalakan laptop di rumah.

BACA JUGA: ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan: Ketika Kerja Keras Justru Mendapat Hadiah Kerja Lebih Banyak dan Menyiksa

Saat pandemi, buruh pabrik tetap Work From Office (WFO)

ASN yang WFH seperti ini mengingatkan saya saat pandemi Covid-19. Saat itu, sebagian besar perkantoran melaksanakan WFH, tapi pabrik kami tetap WFO. 

Jadi, pabrik kami termasuk sektor usaha yang mendapat pengecualian WFH. Alasannya, karena termasuk industri dan membutuhkan kehadiran fisik untuk operasional mesin. 

Ya masak buruh pabrik mau mengoperasikan mesin lewat Zoom kayak ASN rapat pas WFH? Bahkan kami memiliki sertifikat pengecualian. Bila ada aparat atau dinas terkait memberhentikan kami di jalan, kami tinggal menunjukkan sertifikat tersebut. 

Jadi, saat teman-teman mengupload story stay at home, saya masih berkeringat di line produksi ditemani dengan deru mesin. Gimana saya nggak iri sama ASN, coba.

Sayangnya, buruh pabrik tidak bisa membawa pulang mesin produksi kayak ASN bawa pulang laptop

Saya jadi berpikir agak liar. Apakah kita bisa menerapkan WFH ke buruh pabrik seperti saya? Ya jelas nggak mungkin. Saya akui Itu terlalu liar.

Baca Juga:

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

Buruh pabrik tidak mungkin se-adaptif ASN yang bisa kerja dari mana saja. Kadang muncul guyonan di pabrik. Kami membayangkan operator mesin yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi, kerja dari rumah. Jadi, dia membawa pulang mesin kerja ke rumahnya. Pasti jadinya lucu banget, tapi nggak mungkin.

Belum lagi tenaga handling yang siap mengoperasikan tenaga angkat dan angkut layaknya forklift dan crane. Mana boleh forklift dan crane yang merupakan inventaris kantor dibawa pulang. Lalu, bagaimana dengan operator assembly? Apakah yang dia assembly di kantor bisa disassembly di rumah?

Coba bayangkan buruh pabrik membawa pulang mesin bubut atau mesin bor, bahan baku juga dikirim ke rumah operator masing. Saat mesin disetup untuk mulai pemanasan, bukannya proses produksi yang berjalan malah rumah yang jeglek mati listrik. Jangankan jeglek mati listrik, wong token pulsa cuman diisi RP50 ribu semata biar nggak bunyi “tit tit tit.”

Takut memotong jatah cuti, nggak kayak ASN yang WFH

Saat ngobrol ngalor-ngidul dengan sepupu yang ASN pas Lebaran kemarin, dia kaget ketika tahu cuti bersama saya memotong jatah cuti tahunan yang jumlahnya 12 hari. Sedangkan di tempat dia bekerja, cuti bersama tidak memotong jatah cuti tahunan. 

Enak sekali ya jatah cutinya tetap utuh. Nah, takutnya WFH juga begitu, kalau WFH kayak ASN malah memotong jatah cuti tahunan kan sama saja bohong. Malah mending ngantor sekalian.

BACA JUGA: WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

Tidak masalah ASN WFH, asalkan beneran kerja

Sebagai buruh pabrik yang gajinya dipotong untuk pajak tiap bulan dan rutin lapor SPT tahunan, saya sebetulnya tidak masalah ASN WFH asalkan benar-benar kerja. Masalahnya, stigma ASN nggak kerja bahkan ketika WFO itu kan masih kuat.

Saya masih teringat ketika Pandemi, saya mengurus surat pengantar nikah di kantor pemerintahan. Saya harus rela pulang kampung dan mengambil jatah cuti demi mengurus surat tersebut. 

Ternyata, atasan yang tanda tangan sedang tidak di tempat. Si ASN yang bertugas meminta saya menunggu. Dan saya menunggu cukup lama. Eh, giliran surat saya sudah jadi, ketikan mereka typo. Ya Allah.

Intinya, saya ikhlas-ikhlas saja asalkan ada lembaga atau apa saja itu yang memastikan bahwa para ASN yang WFH benar-benar kerja. Nggak malah mereka Jumat itu awal long weekend.

Akhirnya, saya semakin sadar bahwa ada jurang pemisah antara pekerjaan yang bisa WFH dan harus tetap WFO. Tapi yah, meski iri, In this economy, masih bisa bekerja, menerima THR, dan masih menerima gaji rutin tiap bulan merupakan hal yang patut saya syukuri.

Penulis: Arief Nur Hidayat

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 April 2026 oleh

Tags: asnasn wfhburuh pabrikpnswfh
Arief Nur Hidayat

Arief Nur Hidayat

Seorang buruh pabrik yang menemukan kemerdekaannya di balik mata pena. Di sela deru mesin dan rutinitas yang presisi, ia merawat jiwanya dengan kecanduan menulis, sembari sesekali merayakan kegembiraan kecil melalui barisan jersey

ArtikelTerkait

Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi Terminal mojok

Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi

5 Februari 2021
marijuana

Galaunya Si Marijuana: Haruskah Dilegalkan atau Tidak?

16 Oktober 2019
guru honorer

Guru Honorer: Dilema Antara Cinta Mengajar dan Pendapatan

25 September 2019
Jasa Sleep Call Berbayar Solusi Praktis ‘Membunuh’ Kesepianmu Terminal Mojok

Jasa Sleep Call Berbayar: Solusi Praktis buat Kamu yang Kesepian

10 November 2022
Jadi PNS Nggak Melulu Enak, Inilah Hal-hal Pilu yang Harus Dihadapi Terminal mojok

Masih Ngebet Jadi PNS? Pikir-pikir Lagi

28 Maret 2021
Gara-gara Nonton FTV Saya Jadi Sering Berimajinasi

Gara-gara Nonton FTV Saya Jadi Sering Berimajinasi

11 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.